News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hidup Satu Atap Tanpa Ikatan Nikah, Bocah 8 Tahun Diduga Dianiaya Teman Dekat Sang Ayah

Seorang bocah perempuan inisial AR di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta diduga menjadi korban penganiayaan.
Kamis, 27 November 2025 - 21:02 WIB
NIS (31), pelaku penganiayaan terhadap bocah perempuan usia 8 tahun inisial AR digiring polisi saat rilis kasus di Mapolres Bantul, Kamis (27/11/2025).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Bantul, tvOnenews.com - Seorang bocah perempuan inisial AR di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta diduga menjadi korban penganiayaan.

Parahnya, bocah berusia 8 tahun tersebut dianiaya oleh teman dekat ayahnya inisial NIS (31) warga Magelang Tengah, Kota Magelang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tindak pidana penganiayaan terjadi pada Senin (10/11/2025) sekitar pukul 12.00 WIB. Lokasinya di sebuah rumah kontrakan di Dusun Mancingan XI, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek.

Menurut keterangan yang dihimpun polisi, korban selama ini tinggal bersama sang ayah dan pelaku yang diketahui tanpa ikatan perkawinan di Bantul. Sementara, ibu kandung korban tinggal di Mergangsan, Kota Yogyakarta. 

"Si pelaku ini tinggal satu rumah dengan ayah dari si anak. Itu dua tahun sudah tinggal serumah. Kemudian di Bantul baru tinggal selama dua bulan," kata AKP Sutrisno, Kapolsek Kretek saat rilis kasus di Mapolres Bantul, Kamis (27/11/2025).

Dugaan penganiayan terungkap oleh saksi T selaku tetangga kos yang saat itu sepulang dari pantai. Sesampainya di rumah kontrakan, ia mendengar suara tangisan anak kecil. 

Setelah itu, ia mengeceknya yang ternyata sumber suara berasal dari kamar korban. Lalu, saksi mengetuk pintu kamar tersebut dan di dalamnya ada korban bersama dengan pelaku.

Setelah pelaku pergi, saksi menghampiri korban dan menanyakan penyebab yang membuat yang bersangkutan menangis. Dari situ, korban menceritakan penganiayaan yang dialaminya.

"Korban bercerita kepada saksi T bahwa korban telah dianiaya oleh terduga pelaku dengan cara dibakar, dipukul dan dilukai menggunakan puntung rokok. Pun, dipukul menggunakan sapu lidi," ungkap AKP Sutrisno.

Polisi menduga, aksi penganiayaan dipicu karena pelaku merasa jengkel terhadap korban.

"Modus pelaku merasa jengkel terhadap korban mungkin karena (korban) anak-anak diingatkan atau dikasih tahu tidak dihiraukan hingga akhirnya main tangan," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dibagian kuping sebelah kiri memar dan bengkak. Kemudian, punggung tangan sebelah kiri terlihat ada luka cakar dan kepala bagian atas ada luka bengkak

Selanjutnya, tetangga kos yang mengetahui kejadian tersebut menyampaikannya ke kepolisian setempat. Saat itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan mencari saksi sekaligus barang bukti di lokasi kejadian.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov Diminta Melatih di Super League, 3 Klub Ini Bisa Jadi Tujuannya

Pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov Diminta Melatih di Super League, 3 Klub Ini Bisa Jadi Tujuannya

Deretan klub ini bisa menjadi tujuan pelatih Bulgaria Aleksandar Dimitrov yang dirumorkan dalam radar kontestan Super League usai kalahkan Timnas Indonesia.
Thom Haye OTW Cetak Rekor Bareng Persib, Begini Ungkapan Hati Sang Profesor Usai Bawa Maung Bandung Berada di Jalur Juara Super League Musim Ini

Thom Haye OTW Cetak Rekor Bareng Persib, Begini Ungkapan Hati Sang Profesor Usai Bawa Maung Bandung Berada di Jalur Juara Super League Musim Ini

Persib Bandung makin kukuh di puncak klasemen Super League 2026 berkat peran penting Thom Haye di lini tengah. Gelandang berjuluk The Professor itu membawa.
PSSI Pastikan Polemik Paspoortgate Pemain Timnas Indonesia Hanya Masalah Teknis Administrasi di Liga Belanda

PSSI Pastikan Polemik Paspoortgate Pemain Timnas Indonesia Hanya Masalah Teknis Administrasi di Liga Belanda

PSSI buka suara terkait polemik paspoortgate yang menyeret pemain Timnas Indonesia yang ada di Belanda. Federasi menegaskan persoalan tersebut bukan isu besar.
Belum Juga Digelar, Media Vietnam Sudah Takut Satu Grup dengan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Belum Juga Digelar, Media Vietnam Sudah Takut Satu Grup dengan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Media Vietnam mulai khawatir menghadapi “grup neraka” di Piala Asia 2027 bersama Timnas Indonesia. Simak prediksi, pot undian, dan ancaman nyata yang disorot.
Mau Jual Emas? Cek Dulu Harga Buyback Emas Antam yang Masih Stabil

Mau Jual Emas? Cek Dulu Harga Buyback Emas Antam yang Masih Stabil

Potongan pajak tersebut langsung mengurangi total nilai buyback yang diterima penjual.
Media Asing Heran, Bisa-bisanya PSSI Tetap Tenang soal Paspoorgate Pemain Timnas Indonesia

Media Asing Heran, Bisa-bisanya PSSI Tetap Tenang soal Paspoorgate Pemain Timnas Indonesia

Media asing menyoroti sikap tenang PSSI di tengah polemik “Paspoorgate” pemain Timnas Indonesia di Belanda. Simak fakta, kronologi, dan dampaknya bagi para pemain.

Trending

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Media Prancis Sebut Skuad Garuda Solid tapi Kurang Inisiatif, hingga Vietnam Yakin Timnas Indonesia Kandidat Juara Piala AFF

Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series memicu beragam reaksi dari media internasional. Berikut rangkuman 3 artikel terpopulernya.
Media Malaysia Tuduh 3 Pemain Timnas Indonesia Palsukan Dokumen: Mereka Akan Dihukum

Media Malaysia Tuduh 3 Pemain Timnas Indonesia Palsukan Dokumen: Mereka Akan Dihukum

Media Malaysia menuding tiga pemain Timnas Indonesia memalsukan dokumen dan terancam hukuman. Simak fakta sebenarnya di balik kasus yang kini diselidiki KNVB.
Lama Hilang dari Hingar-bingar Timnas Indonesia, Pratama Arhan Sebentar Lagi Menyandang Gelar Sarjana

Lama Hilang dari Hingar-bingar Timnas Indonesia, Pratama Arhan Sebentar Lagi Menyandang Gelar Sarjana

Menghilang dari radar Timnas Indonesia era John Herdman, Pratama Arhan yang jadi andalan Shin Tae-yong kini datang bawa kabar gelar Sarjana bidang Manajemen.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT