GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Momen Rakernas Tamansiswa di Yogyakarta, Ki Saur Panjaitan: Zelfbedruiping Tamansiswa dengan Asah, Asih, Asuh

Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP)Yogyakarta, yang berlangsung mulai hari Rabu (17/12/2025) hingga Jum’at (19/12/2025).
Kamis, 11 Desember 2025 - 16:59 WIB
Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP)Yogyakarta, yang berlangsung mulai hari Rabu (17/12/2025) hingga Jum’at (19/12/2025).
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP)Yogyakarta, yang berlangsung mulai hari Rabu (17/12/2025) hingga Jum’at (19/12/2025).

Acara yang dihadiri oleh perwakilan seluruh Perguruan Tamansiswa se-Nusantara ini mengangkat pembahasan tema Zelfbedruiping dengan Asah, Asih, Asuh sebagai dasar pemikiran peserta untuk menyusun rekomendasi strategis guna memperkuat Tamansiswa ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Panitera Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa, Ki Dr. Saur Panjaitan XIII, M.M., menegaskan bahwa makna penting zelfbedruiping dalam perjuangan pendidikan nasional, yaitu prinsip berdiri di atas kaki sendiri sebagaimana diajarkan Ki Hajar Dewantara. Prinsip ini tidak hanya menjadi strategi bertahan, tetapi juga deklarasi ideologis bahwa pendidikan harus merdeka dari intervensi yang menghambat kemanusiaan. Semangat zelfbedruiping melahirkan kultur gotong royong, swadaya, dan tanggung jawab bersama dalam penyelenggaraan pendidikan Tamansiswa.

“Asah Asih Asuh”, hal ini mengandung makna bahwa proses Pendidikan harus meliputi pengembangan aspek intelektual (asah), pembinaan hubungan emosional dan afektif melalui kasih sayang (asih), serta pemberian bimbingan, arahan, dan perlindungan yang tepat (asuh).

Nilai-nilai Asah–Asih–Asuh berperan dalam aspek pembentukan karakter dan pemanusiaan dalam proses pembelajaran. Relevansi konsep ini semakin nyata pada era modern, ketika pendidikan tidak hanya dituntut untuk mencerdaskan, tetapi juga membentuk manusia yang berkepribadian luhur dan memiliki kepekaan sosial.

Panitera Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa, Ki Dr. Saur Panjaitan XIII, M.M.
Panitera Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa, Ki Dr. Saur Panjaitan XIII, M.M.
Sumber :
  • Antara

Dalam konteks globalisasi, modernisasi, serta kemajuan teknologi saat ini, tantangan pendidikan semakin kompleks. Transformasi digital, perubahan dunia kerja, serta dinamika sosial menuntut terwujudnya sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkualitas tinggi. Meskipun demikian, nilai-nilai humanis seperti Asah–Asih–Asuh tetap relevan karena mampu menjaga keseimbangan antara pengembangan kompetensi dan pembentukan karakter. Prinsip tersebut menjadi landasan moral agar pendidikan tidak terjebak pada orientasi yang semata-mata teknokratis, tetapi tetap berpihak pada kemanusiaan.

Mengatasi era digitalisasi dan tingkat modernitas yang semakin pesat, tidak ada cara lain prinsip asah asih asuh tersebut harus menghasilkan pendidikan yang bermutu, merata, dan berkeadilan. Bermutu dalam hal ini agar anak-anak Indonesia mempunyai daya saing dan keunggulan yang baik, yang dapat diukur dari kompetensi literasi dan kompetensi numerasi. Hasil PISA menunjukkan hanya 25% anak usia 15 tahun di Indonesia memiliki kemampuan membaca diatas standar PISA (dibawah level 2).

Selanjutnya hanya 18% anak usia 15 tahun di Indonesia memiliki kemampuan berhitung diatas standar PISA (dibawah level 2). Data ini sangat memprihatinkan, sehingga perlu didorong dengan membuat berbagai strategi sebagai upaya untuk peningkatan literasi baik membaca maupun berhitung.

Demikian juga untuk pemerataan sangat diperlukan, bagaimana pendidikan dapat menjangkau semua daerah sehingga kesenjangan antar wilayah menjadi lebih kecil, untuk itu diperlukan intervensi kebijakan yang dapat mengatasinya.

Berkeadilan dalam arti Pendidikan tidak ekslusif, mengayomi semua lapisan Masyarakat. Untuk itulah tema Rakernas Tamansiswa 2025 mengangkat bagaimana asah asih asuh dapat ditingkatkan yang tujuannya diharapkan berkorelasi untuk peningkatan mutu Pendidikan yang merata dan berkeadilan.

Ki Saur menjelaskan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr.Abdul Mukti dijadwalkan akan hadir di acara Rekernas sekaligus memberikan pengarahan kepada seluruh para peserta. Demikian juga menghadirkan pembicara dari Penasihat Ahli Mendikdasmen, Prof.Dr.Suyanto akan menyampaikan materi Growth Mindset dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Topik utama yang menjadi pembahasan adalah bagaimana revisi Undang-Undang Sisdiknas agar roh nya kembali dengan semangat yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara sebagaimana di Pasal 31 UUD 1945, bahwa Pemerintah menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, memiliki makna yang sangat dalam. Demikian juga anggaran pendidikan yang 20% untuk dilakukan refocusing kepada hal-hal yang benar-benar untuk pendidikan semata.

Beberapa topik yang menjadi isu hangat dalam pembicaraan di Rakernas adalah banyaknya keluhan baha banyak Pemerintah Daerah yang belum mendukung sepenuhnya kebijakan pusat khususnya di bidang pendidikan, seperti kebijakan guru PPPGK, SPMB dan lainnya.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belajar dari Masa Lalu, Adik Valentino Rossi Sarankan Honda Tak Perlalukan Pembalap seperti Marc Marquez

Belajar dari Masa Lalu, Adik Valentino Rossi Sarankan Honda Tak Perlalukan Pembalap seperti Marc Marquez

Luca Marini menilai ada pelajaran besar yang bisa dipetik Honda HRC Castrol dari era kejayaan bersama Marc Marquez. 
Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Simak Alasan Pemerintah Menetapkan Ramadhan 2026 pada Kamis 19 Februari

Berikut ini penjelasan, alasan penetapan ramadhan 2026 di Indonesia berbeda antara Muhadi dan NU.
Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Kasus kekerasan seksual sedarah (inses) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penanganan kasus ini menghadapi tantangan
Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengungkapkan Christian Pulisic masih diragukan tampil saat Rossoneri menghadapi Como dalam lanjutan Liga Italia, Rabu (18/2/2026).
Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan makan dua bahan ini saat sahur dan berbuka, dr Zaidul Akbar sebut biang kerok masalah kesehatan. Bahan apa saja yang dimaksud?
Kemenkes sebut Biang Kerok Praktik Sunat Perempuan di Indonesia, Bagus Tidak untuk Kesehatan?

Kemenkes sebut Biang Kerok Praktik Sunat Perempuan di Indonesia, Bagus Tidak untuk Kesehatan?

Kemenkes baru-baru ini sebut biang kerok praktik sunat perempuan di Indonesia. Sontak, hal ini menuai pertanyaan publik, apakah sunat bagi perempuan bagus untuk

Trending

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Berkat gol di laga melawan Al Fateh tersebut, Ronaldo resmi memecahkan rekor terbaru dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Apa itu?
Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan makan dua bahan ini saat sahur dan berbuka, dr Zaidul Akbar sebut biang kerok masalah kesehatan. Bahan apa saja yang dimaksud?
Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026). Namun, sebagian menetapkan awal puasa tidak sama
Momen Panas di Terowongan: Luciano Spalletti Jadi 'Penyelamat' Juventus

Momen Panas di Terowongan: Luciano Spalletti Jadi 'Penyelamat' Juventus

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tidak termasuk dalam daftar perwakilan klub yang dijatuhi sanksi setelah Derby d’Italia kontra Inter Milan akhir pekan lalu
Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Kasus kekerasan seksual sedarah (inses) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penanganan kasus ini menghadapi tantangan
Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Bek Arsenal Riccardo Calafiori dipastikan siap tampil menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga lanjutan Liga Inggris, Kamis (19/2/2026)
Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Jelang Lawan Como, Pulisic Diragukan! Pelatih Milan Allegri Justru Soroti Tajam Inter

Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mengungkapkan Christian Pulisic masih diragukan tampil saat Rossoneri menghadapi Como dalam lanjutan Liga Italia, Rabu (18/2/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT