News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Darurat Sampah di Yogyakarta, TPA Piyungan Over Kapasitas

Yogyakarta saat ini mengalami krisis penangan sampah akibat kapasitas daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Piyungan, Bantul yang terbatas.
Selasa, 10 Mei 2022 - 22:14 WIB
Penumpukan sampah kota Yogyakarta akibat TPA Piyungan tidak beroperasi.
Sumber :
  • Tim tvOne - Nuryanto

Yogyakarta, DIY - Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini mengalami krisis penangan sampah yang kian menumpuk akibat kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Piyungan yang terbatas.

TPA Regional Piyungan yang terletak di Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul merupakan salah satu TPA di Daerah Istimewa Yogyakarta yang melayani sampah dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul (Kartamantul). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini kondisi TPA Regional Piyungan masih menggunakan lahan eksisting seluas 12,5 hektar. Balai Prasana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY sudah dilakukan optimalisasi dan penataan TPA Piyungan untuk membentuk timbulan sampah menjadi terasering dan mengoptimalkan kapasitas yang tersedia.

Kondisi timbulan sampah yang masuk rata-rata sudah mencapai 700 ton/hari.
Setiap tahunnya, timbulan sampah yang masuk akan terus meningkat selaras dengan peningkatan jumlah penduduk dan sedikitnya upaya pengurangan dari sumber.

“Dalam rangka pengoptimalan TPA Piyungan eksisting, Kementerian PUPR melalui BPPW DIY telah melaksanakan peningkatan kapasitas TPA Piyungan dengan melakukan penataan sel sampah membentuk terasering, optimalisasi Instalasi Pengolahan Lindi, dan perbaikan sarana prasarana di sel eksisting TPA Piyungan,” jelas Wakil Kepala Dinas PU ESDM DIY, Kusno Wibowo, dalam keterangan tertulis yang diterima tvonenews, Selasa (10/5/2022).

selain itu juga menurut Kusno, dilaksanakan perbaikan sarana prasarana TPA Piyungan untuk mengurangi masalah lingkungan di permukiman sekitar. 

“Pemda DIY melalui Dinas PUP ESDM telah melaksanakan pekerjaan berupa pemasangan pipa lindi, pekerjaan jalan inspeksi di sel eksisting, pemasangan listrik
untuk instalasi pengolahan lindi, dan pekerjaan drainase permukiman di Dusun Bawuran,Kalurahan Sitimulyo,” imbuhnya.

Adapun kapasitas dari lahan sel eksisting yang tersedia di TPA Piyungan tersebut setelah dilakukan optimalisasi tidak bisa menampung sampah hingga akhir tahun 2022 dikarenakan jumlah timbulan sampah yang masuk semakin meningkat. 

Sehingga, Pemerintah Daerah DIY berencana untuk mengembangkan TPA Regional Piyungan agar TPA Piyungan tetap dapat terus beroperasi untuk mengelola sampah dari Kartamantul.

Ada dua rencana pengembangan TPA Regional Piyungan yang saat ini sedang dilakukan oleh Pemerintah Daerah DIY. Rencana pertama adalah pengembangan TPA Regional Piyungan menggunakan pengolahan berdasarkan teknologi.

“Pengembangan ini direncanakan akan menggunakan skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Untuk proses pengembangan TPA Regional Piyungan menggunakan skema KPBU saat ini sudah masuk dalam tahap penyiapan studi kelayakan Proyek KPBU Pengembangan TPA Regional Piyungan. Pengembangan TPA Regional Piyungan dengan skema KPBU ini direncanakan baru beroperasi di tahun 2026.” jelas Kusno.

Selain pengembangan TPA Regional Piyungan dengan skema KPBU, Pemerintah Daerah DIY merencanakan pembangunan TPA Transisi Regional Piyungan sebagai tempat pengolahan sampah baru.

Pertimbangannya adalah TPA eksisting sudah tidak bisa menerima sampah di akhir tahun 2022 dan pengembangan dengan skema KPBU baru beroperasi di tahun 2026.

TPA Transisi Regional Piyungan dengan luasan 2,1 Ha direncanakan akan mulai bisa dioperasikan di akhir Bulan Agustus 2022. Dalam penyiapan pelaksanaan pembangunan TPA Transisi, dibutuhkan tenaga kerja dan peralatan yang cukup banyak. 

"Berdasarkan arahan dari Bapak Gubernur DIY bahwa pelaksanaan TPA Transisi diminta untuk memaksimalkan potensi dan partisipasi dari warga setempat TPA Piyungan,” sebut Kusno.

Selain pelaksanaan pembangunan TPA Transisi untuk pengembangannya, Dinas PUP ESDM DIY melaksanakan pengadaan lahan seluas 5,8 Ha di Dusun Ngablak, Kalurahan Sitimulyo untuk pengembangan TPA Piyungan dengan skema KPBU pada TA 2022 dan TA 2023 serta pembangunan drainase permukiman TPA Piyungan di Dusun Banyakan dan Dusun Ngablak Kalurahan Sitimulyo yang direncanakan pada tahun 2023.

Di sisi lain, selain dari pelaksanaan pembangunan di TPA, diperlukan kontribusi Pemerintah Kabupaten dan Kota. Khususnya dalam penanganan dan pengurangan sampah di sumber untuk menekan timbulan sampah yang masuk ke TPA piyungan serta memperpanjang umur teknis baik untuk TPA eksisting maupun rencana TPA Transisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, warga Dusun Banyakan Piyungan Bantul Yogyakarta yang selama ini menerima dampak akibat adanya tumpukan sampah yang sudah overload di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Piyungan, Bantul, Yogyakarta, menggelar aksi protes.

Geram karena puluhan tahun menerima dampak adanya sampah dan sering menyampaikan keluhan namun tidak mendapat perhatian oleh pemerintah, warga kemudian secara sepihak menutup TPA Piyungan, mulai Sabtu (7/5/2022) hingga batas waktu belum ditentukan. (Nur/Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

AFC Kirim Surat Khusus ke PSSI usai Borneo FC Lolos Perempat Final ACGL, Isinya Bikin Bangga

AFC Kirim Surat Khusus ke PSSI usai Borneo FC Lolos Perempat Final ACGL, Isinya Bikin Bangga

Borneo FC tak cuma lolos ke perempat final AFC Challenge League 2026/2027. AFC mengirim surat khusus kepada PSSI dan memuji penyelenggaraan di Kota Samarinda.
Pengakuan Pengemudi Mobil Listrik yang Lindas Ojol di Blok M, Ternyata Ketiduran Saat Nyetir

Pengakuan Pengemudi Mobil Listrik yang Lindas Ojol di Blok M, Ternyata Ketiduran Saat Nyetir

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Adiel Aristo mengatakan, ternyata pengendara mobil tersebut juga merupakan sopir ojek online (ojol).
Mengenal Yuliana Sagala, Jaksa Cantik Eks Wakajati Bangka Belitung yang Tutup Usia

Mengenal Yuliana Sagala, Jaksa Cantik Eks Wakajati Bangka Belitung yang Tutup Usia

Berikut profil mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Yuliana Sagala yang meninggal dunia pada Senin (26/10/2026).
Polda Aceh Amankan 32 Ton Solar Terkait Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Polda Aceh Amankan 32 Ton Solar Terkait Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dan jajaran mengamankan solar dengan total sebanyak 32 ton terkait dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di
Detik-detik Pria di Tambora Pura-pura Beli Motor Buat Istri, PCX Dibawa Kabur dari Showroom

Detik-detik Pria di Tambora Pura-pura Beli Motor Buat Istri, PCX Dibawa Kabur dari Showroom

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa pelaku dalam melancarkan aksinya ini menggunakan modus berpura-pura hendak membelikan motor untuk istrinya.
Prediksi Abha vs Al Faisaly Liga Pro Saudi 2026/1017: Duel Hidup Mati di Papan Bawah

Prediksi Abha vs Al Faisaly Liga Pro Saudi 2026/1017: Duel Hidup Mati di Papan Bawah

Pertandingan antara Abha vs Al Faisaly pada Selasa (27/10/2026) pukul 19.40 WIB diprediksi berjalan ketat mengingat situasi kedua kubu di papan bawah klasemen.

Trending

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan cuma tungku api, tas berukuran jumbo juga merupakan petunjuk penting dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendalami hal tersebut lebih lanjut.
Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya kian intensif. 
Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Persija berhasil kembali meraih kemenangan atas Persik Kediri. Hasil akhir 2-1 mewarnai laga lanjutan pekan ketujuh Super League 2026-2027.
Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Timnas Indonesia U-15 meraih hasil yang campur aduk pada Senin (26/10/2026) kemarin. Mereka mengalahkan Burundi namun takluk dari Portugal.
Usai Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Beli Mesin Giling Daging dan Tas Kresek Hitam

Usai Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun, Pelaku Beli Mesin Giling Daging dan Tas Kresek Hitam

Setelah menghabisi nyawa dari istri siri dan anak kandungnya, pelaku pembunuhan di Madiun yakni DBS sempat membeli mesin giling serta tas kresek sampah hitam.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT