Pasca Libur Nataru, Tumpukan Sampah Liar Kembali Muncul di Kota Yogyakarta
- Tim tvOne - Nuryanto
Yogyakarta, tvOnenews.com - Persoalan sampah liar kembali menghantui Kota Yogyakarta usai berakhirnya masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Tumpukan sampah yang tidak pada tempatnya terpantau muncul di sejumlah titik, salah satunya di pinggir jalan protokol yang mengganggu estetika dan kesehatan lingkungan.
Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah liar berada di sisi selatan Jalan Kusumanegara, tepatnya di sebelah barat Jembatan Gembiraloka, Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Sampah yang menumpuk di lokasi tersebut sangat beragam, mulai dari sampah plastik hingga limbah rumah tangga.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap dan kerumunan lalat, tetapi juga mengancam kelestarian air sungai.
Volume sampah liar ini diperkirakan mencapai satu truk. Warga dan pihak terkait mengkhawatirkan tumpukan tersebut meluber masuk ke saluran irigasi yang mengalir langsung ke Sungai Gajah Wong jika tidak segera ditangani.
Merespons kondisi tersebut, jajaran perangkat Kelurahan Muja Muju bersama tim transporter dan Satpol PP bergerak cepat mengevakuasi tumpukan sampah.
Proses evakuasi dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya. Petugas menggunakan karung dan tali plastik untuk menarik serta mengumpulkan sampah sebelum akhirnya diangkut oleh armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta.
Lurah Muja Muju, Dwi Wahyudi Hamzah, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga kebersihan wilayah, namun kendala utama tetap pada kedisiplinan oknum warga.
"Kami sangat berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan kembali meningkat. Kami juga berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Yogyakarta untuk mendirikan posko pengawasan di titik-titik rawan," ujar Dwi Wahyudi Hamzah.
Sebagai langkah antisipasi agar tumpukan sampah tidak muncul kembali, pihak kelurahan telah meminta Satpol PP Kota Yogyakarta untuk menerjunkan personel guna melakukan pengawasan rutin.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi warga yang masih nekat membuang sampah di pinggir jalan protokol.
Kondisi darurat sampah di Yogyakarta memang menjadi perhatian serius pemerintah setempat pasca-penutupan permanen TPA Piyungan, di mana warga diminta untuk melakukan pengelolaan sampah secara mandiri dari hulu. (nur/buz)
Load more