Pemulihan Fasyankes Pascabencana di Aceh-Sumatera Masuki Tahap III, Target Pulih Total Maret 2026
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Sleman, tvOnenews.com - Proses pemulihan fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) pascabencana di Aceh dan Sumatera kini memasuki tahap III.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menargetkan, seluruh fasyankes terdampak dapat pulih total pada Maret 2026.
Ia menyampaikan bahwa tahap ketiga pemulihan fokus pada penguatan layanan di puskesmas yang sudah beroperasi untuk merawat masyarakat di desa terisolir maupun pos pengungsian.
"Tugasnya puskesmas untuk memastikan perawatan kesehatan ke rumah-rumah warga dan pos pengungsian. Karena ada 1.000 pos pengungsian yang merawat sekitar 300 ribu warga," tutur Budi Gunadi kepada awak media seusai menghadiri acara groundbreaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) di RSUP dr Sardjito Yogyakarta, Kamis (8/1/2026).
Karena jumlah tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas terbatas, maka dibutuhkan tenaga tambahan dari para relawan. Setidaknya, ada ribuan relawan yang turut dilibatkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Relawan yang diurus Kemenkes sekarang sudah 4.100-an. Banyak dari Yogyakarta juga, dari UGM, Muhammadiyah, Dompet Dhuafa hingga Rumah Zakat," ucapnya.
Kemenkes menargetkan, seluruh fasyankes di Aceh dan Sumatera dapat pulih total pada Maret 2026. Pun, termasuk sarananya.
"Kita targetkan Maret ini recovery total dari seluruh rumah sakit dan puskesmas. Ambulans yang rusak itu ada mungkin 205. Serta, semua alat kesehatan (alkes)," kata Budi Gunadi.
Terkait perbaikan sarana tersebut, Kemenkes telah mendatangi sejumlah perusahaan otomotif. Sekarang ini, sudah sekitar 50 ambulans yang diperbaiki.
Sedangkan perbaikan alkes, Kemenkes telah meminta para teknisi melakukan pengecekan ke semua rumah sakit. Dengan demikian, alkes yang rusak karena terendam banjir segera dapat pengganti yang baru.
"Alat-alat yang rusak, nanti kita masukin ke anggarannya. Kita sudah hitung, butuh sekitar Rp500 Miliar. Sudah kita ajukan supaya dapat penggantian cepat. Alat-alat yang rusak karena banjir bisa kita ganti," ujarnya.
Selain alkes, juga kebutuhan tempat tidur lantaran kasurnya hilang terbawa arus. Serta, ribuan komputer yang hampir semuanya tidak bisa diperbaiki. (scp/buz)
Load more