AWMI dan Perbakin Kolaborasi Perkuat Pembinaan Atlet Muda Lewat Kawasan Sentral Fasilitas Mini Stadium Lengkap Shoothing Indoor
- Antara

- Antara
Senada dengan itu, KPH Purbodiningrat menegaskan pentingnya sinergi antarorganisasi dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan. Ia menilai pembangunan fasilitas latihan yang representatif menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas atlet menembak daerah.
"Pembangunan fasilitas latihan yang representatif adalah langkah strategis. Kita butuh sarana yang mumpuni untuk meningkatkan kualitas atlet daerah agar siap bersaing di level nasional maupun internasional," ujar KPH Purbodiningrat.
Harapan KPH Purbodiningrat selaku Ketua Umum Pengprov Perbakin DIY terhadap perkembangan olahraga menembak di wilayah tersebut berfokus pada modernisasi fasilitas dan regenerasi atlet. Ia sangat menekankan pentingnya pembangunan sarana prasarana yang representatif—seperti rencana lapangan tembak indoor dan mini stadium—untuk memastikan latihan tetap berjalan optimal tanpa terhambat cuaca.
Selain itu, KPH Purbo berharap Perbakin DIY mampu mencetak bibit-bibit muda melalui pembinaan yang terukur. "Sehingga DIY tidak hanya sekadar menjadi partisipan, tetapi menjadi gudang atlet menembak nasional yang mampu berbicara banyak di ajang PON maupun kompetisi internasional.
Dalam proses penjaringan atlet, keterlibatan psikolog olahraga dari Dispsial menjadi salah satu perhatian utama. Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti menekankan bahwa keberhasilan atlet menembak tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga ketenangan, fokus, serta pengelolaan emosi.
"Keberhasilan atlet menembak itu kombinasi antara skill teknis dan ketenangan jiwa. Di situlah peran psikologi olahraga masuk," tegasnya.
Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti menyebut peran strategis dalam pembinaan olahraga menembak (khususnya dalam konteks kebaharian dan kedisiplinan), menekankan bahwa keberhasilan atlet menembak tidak hanya ditentukan oleh kemahiran teknis, tetapi juga pada keseimbangan antara mentalitas dan fasilitas.
"Seorang penembak jitu lahir dari kedisiplinan serta dukungan infrastruktur yang memungkinkan mereka berlatih dalam kondisi yang menyerupai simulasi pertandingan sebenarnya," jelasnya.
Melalui kolaborasi organisasi masyarakat, unsur TNI AL, dan organisasi olahraga, Yogyakarta diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai daerah yang konsisten melahirkan atlet menembak berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.(chm)
Load more