News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Seorang Pelajar di Bantul Tewas Dikeroyok, Dua Pelaku Ditangkap dan Lima Lainnya Masih Buron

Seorang pelajar asal Pandak Bantul bernama Ilham Dwi S (16), warga Payungan Ciren Triharjo, diduga menjadi korban pengeroyokan hingga meninggal dunia.
Selasa, 21 April 2026 - 20:56 WIB
Teman - teman sekolah korban saat melayat di rumah duka.
Sumber :
  • Tim tvOne - Santosa Suparman

 

Bantul, tvonenews.com - Kekerasan terhadap pelajar kembali terjadi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang pelajar asal Pandak Bantul bernama Ilham Dwi S (16), warga Payungan Ciren Triharjo, diduga menjadi korban pengeroyokan hingga meninggal dunia.

Akibat pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sepuluh orang tersebut  korban mengalami luka parah pada bagian kepala dan tidak sadarkan diri.

Korban sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama hampir sepekan, namun akhirnya meninggal dunia.

Sugeng Riyanto, ayah korban menjelaskan peristiwa berawal pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 22.00 wib Ilham dijemput dua orang menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan keterangan teman korban, Ilham dibawa ke belakang salah satu SMA  di wilayah Bambanglipuro Bantul. Namun setelah tiba di lokasi, datang dua orang lain menggunakan motor dan membawa korban pergi dengan posisi berbonceng tiga.

" Dari belakang Gedung SMA itu anak saya dijemput oleh orang yang mengendarai sepeda motor dan dibonceng bertiga, anak saya ditengah," ungkap Sugeng Riyanto.

Merasa curiga, imbuh Sugeng Riyanto, salah satu teman korban mengikuti hingga ke lapangan Gadung Melati Pandak.

Di lokasi inilah korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekitar sepuluh orang. Teman korban sempat melerai namun diancam oleh kelompok tersebut.

" Anak saya sempat ditanya terkait keterlibatan dalam sebuah geng. namun setelah menjawab tidak, anak saya langsung dianiaya secara beramai-ramai dengan berbagai benda seperti selang dan paralon, selang bahkan disundut rokok dan dilindas menggunakan sepeda motor berulang kali. Penganiayaannya sangat keji," ujarnya.

Akibat penganiayaan tersebut, korban tidak sadarkan diri dan oleh teman  korban dibawa ke Rumah Sakit Saras Adyatma dan langsung dirawat di ruang ICU.

Setelah dirawat beberapa hari di RS Saras Adyatma  tidak ada perkembangan yang berarti, korban kemudian dibawa ke RS PKU Kota Yogyakarta. Namun jiwanya tidak tertolong dan meninggal dunia pada hari Minggu (19/4/2026) malam.  

Sugeng Riyanto ayah korban berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku dan memberikan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan mereka.

Keluarga korban telah melapor ke Polsek pandak pada tanggal 15 april 2026 atau sehari setelah terjadinya pengeroyokan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ahmad Mirza menyatakan pihaknya telah  menangkap dua orang pelaku kasus penganiayaan dan pengeroyokan sehari setelah peristiwa pengeroyokan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain mengamankan pelaku juga mengamankan Barang bukti berupa kendaraan sepeda motor yang digunakan dalam aksi tersebut.

" Dua orang pelaku telah diamankan dan ditahan serta telah ditetapkan menjadi tersangka. Sementara ada 5 pelaku yang masih buron dan diharapkan dalam Waktu dekat bisa ditangkap untuk pengembangan kasus ini," tandas AKP Ahmad Mirza saat ditemui di kantornya Selasa ( 21/4/2026).

AKP Ahmad Mirza menambahkan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif penganiayaan diduga dilatarbelakangi aksi balas dendam.

" Berdasarkan keterangan dua tersangka, motif penganiayaan adalah balas dendam karena salah satu teman di geng nya pernah disakiti oleh kelompoknya korban," ujarnya.

Para pelaku penganiayaan dijerat undang - undang perlindungan anak serta pasal 262 ayat 4 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun penjara. (ssn/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bangun Infrastruktur di Pelosok, Prabowo: Rakyat Sendiri Akui TNI-Polri Kerja Siang Malam

Bangun Infrastruktur di Pelosok, Prabowo: Rakyat Sendiri Akui TNI-Polri Kerja Siang Malam

Prabowo mengapresiasi jajaran TNI dan Polri yang bekerja membangun berbagai infrastruktur dasar di daerah dengan kondisi yang tidak mudah.
Jelang Muktamar NU ke-35, Kiai Asep Tegaskan NU Harus Kembali Dipimpin dan Dikawal Ulama

Jelang Muktamar NU ke-35, Kiai Asep Tegaskan NU Harus Kembali Dipimpin dan Dikawal Ulama

Menjelang Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, akhir Agustus 2026, masa depan arah kepemimpinan NU memasuki abad kedua menjadi sorotan.
Tolak Timnas Indonesia, India Resmi Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi Hadapi Brasil

Tolak Timnas Indonesia, India Resmi Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi Hadapi Brasil

Timnas India resmi mengambil keputusan mengejutkan dengan mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026. Blue Tigers memilih mengorbankan turnamen itu demi menghadapi Brasil.
Bangun 3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air, Prabowo Puji Pengabdian TNI-Polri

Bangun 3.395 Jembatan dan 3.000 Sumber Air, Prabowo Puji Pengabdian TNI-Polri

Presiden Prabowo Subianto menegaskan jati diri TNI dan Polri sebagai kekuatan yang lahir, bekerja, dan mengabdi untuk rakyat.
Bayar Sebelum 30 September, PBB-P2 Tahun 2026 Otomatis Dipotong 5 Persen

Bayar Sebelum 30 September, PBB-P2 Tahun 2026 Otomatis Dipotong 5 Persen

Wajib Pajak di DKI Jakarta memiliki kesempatan untuk memperoleh keringanan sebesar 5 persen atas pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun pajak 2026.
Prabowo: Cita-Cita Kita Besar, Tapi Jangan Pernah Lupakan Rakyat yang Terpencil

Prabowo: Cita-Cita Kita Besar, Tapi Jangan Pernah Lupakan Rakyat yang Terpencil

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan Indonesia tidak boleh hanya berorientasi pada proyek-proyek besar dan strategis.

Trending

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Garda Revolusi Iran Nyatakan Siap Konflik Panjang dengan AS

Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat demi menjamin kondisi keamanan sepenuhnya.
Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Resmi! KNVB Tunjuk Eks Pelatih Barcelona Xavi Hernandez untuk Ambil Alih Timnas Belanda

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru Timnas Belanda. Sang mantan pelatih Barcelona mengambil alih tugas Ronald Koeman.
Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Denny Indrayana Gelar Sayembara Rp100 Juta Temukan Ijazah Gibran

Polemik mengenai ijazah SMA/sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian setelah muncul sayembara berhadiah Rp100 juta yang digagas Denny Indrayana.
Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Sebelum Gadis Baju Putih, Pria Ini yang Duluan Kasih Challenge Sebotol Miras Gratis dengan Ayat Al-Qur'an

Gadis baju putih bukan yang pertama, pria bertopi ini ternyata yang memulai sayembara hafalan ayat Al-Qur'an dengan sebotol miras yang diawali surat Al-Ikhlas.
Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Ekshumasi Jasad Sutrimo Selesai, Dokter Forensik Pastikan Tak Ada Luka Bekas Kekerasan di Tubuh

Polda Metro Jaya bersama tim gabungan dokter forensik selesai melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8), guna mengungkap penyebab kematian almarhum.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT