News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, 13 Orang Resmi Tersangka

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha, di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta memicu keprihatinan luas. 
Senin, 27 April 2026 - 08:54 WIB
Garis polisi terpasang di Daycare Little Aresha yang menjadi lokasi kekerasan terhadap anak seusai digrebek polisi pada Jumat (24/4/2026) lalu.
Sumber :
  • tim tvOne - Sri Cahyani Putri

 

Yogyakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta memicu keprihatinan luas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aparat kepolisian mengungkap bahwa setidaknya ada 53 anak yang jadi korban dari total 103 anak yang dititipkan di daycare tersebut. 

Terbaru, polisi telah resmi menetapkan 13 orang sebagai tersangka dari 30 orang yang diamankan dalam kasus ini. 

"Dari 30 orang yang diamankan, polisi resmi menetapkan 13 orang sebagai tersangka. Belasan orang terdiri dari 1 orang kepala yayasan, 1 orang kepala sekolah dan 11 orang pengasuh," ungkap Kombes Pol Eva Guna Pandia, Kapolresta Yogyakarta kepada awak media, Sabtu (25/4/2026) malam. 

Terkait motif pelaku, kata Eva, masih dalam pendalaman polisi. 

"Untuk motifnya sendiri, masih didalami," ucapnya. 

Sebelumnya, kasus kekerasan disertai penelantaran anak terbongkar berdasarkan laporan dari kalangan internal yang menyoroti perbuatan tak manusiawi di daycare tersebut. 

"Awalnya, dari karyawan melihat bahwa perlakuan terhadap bayi dan anak-anak yang dititipkan di situ kurang manusiawi sehingga kurang sesuai dengan hati nuraninya karena mungkin ada yang dianiaya, ditelantarkan," tutur Eva. 

Karena merasa tak manusiawi, lanjutnya, karyawan di daycare tersebut memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. 

"Dia (mantan pegawai daycare) merasa tidak sesuai hati nurani kemudian resign, tetap ijazahnya ditahan sama pemilik (daycare) sehingga dia melapor ke kita (polisi)," imbuhnya. 

Setidaknya, ada 103 anak yang dititipkan oleh orang tuanya di daycare Little Aresha. Dari jumlah tersebut, 53 anak di antaranya menjadi korban kekerasan, baik fisik maupun verbal. 

"50 lebih anak yang mengalami kekerasan rata-rata usianya di bawah 2 tahun. Data ini bisa berkembang. Kalau memang ada pengembangan di kasus ini, pasti kita kejar," kata Kompol Riski Adrian, Kasatreskrim Polresta Yogyakarta. 

Riski juga menyebutkan kondisi penitipan anak tersebut sangat tidak layak, terdapat tiga kamar berukuran sekitar 3×3 meter persegi, namun masing-masing kamar dipaksakan diisi 20 anak. 

"Jadi, ada tiga kamar ukuran sekitar 3×3 meter persegi, tetapi diisi 20 anak untuk satu kamar. Ini sudah mengarah ke tindakan diskriminatif. Anak-anak ditelantarkan begitu saja. Ada yang muntah, namun dibiarkan tanpa ada upaya pembersihan," tuturnya. 

Temuan medis menunjukkan pola luka meliputi kulit melepuh, bekas cubitan, cakaran, luka pada punggung, hingga luka di bagian bibir. Mayoritas anak juga terkonfirmasi menderita pneumonia atau infeksi paru-paru. 

Dalam perkara ini, para tersangka disangkakan melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diatur dalam Pasal 76A jo Pasal 77 atau Pasal 76B jo Pasal 77B atau Pasal 76C jo Pasal 80 Ayat 1.

Pendampingan

Pemerintah Daerah DIY melalui dinas terkait membuka pendampingan psikososial bagi anak-anak korban dan dukungan kepada keluarga melalui layanan terpadu serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pemulihan korban berjalan optimal dan berkelanjutan. 

"Pemda DIY berkomitmen terus memperkuat sistem perlindungan anak yang responsif, terintegrasi, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," ucap Erlina Hidayati, Kepala DP3AP2 DIY. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mencurigai adanya praktik kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar. (scp/ard) 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hyundai Hillstate Resmi Rekrut Pemain Baru di Liga Voli Korea 2026-2027, Bukan Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rekrut Pemain Baru di Liga Voli Korea 2026-2027, Bukan Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate resmi mengumumkan telah mendatangkan pemain baru untuk Liga Voli Korea 2026-2027. Namun sosok tersebut bukanlah Megawati Hangestri.
Kehadiran Pelatih Hillstate di Final Proliga 2026 untuk Pantau Megawati Hangestri Sudah Diprediksi Jauh Hari oleh Media Korea

Kehadiran Pelatih Hillstate di Final Proliga 2026 untuk Pantau Megawati Hangestri Sudah Diprediksi Jauh Hari oleh Media Korea

Media Korea ternyata sudah memprediksi kedatangan pelatih Hillstate Kang Sung-hyung di final Proliga 2026 untuk menonton langsung aksi Megawati Hangestri..
Bek Persib Antisipasi Kekuatan Baru Bhayangkara FC, Tekankan Misi Sapu Bersih Sisa Laga Super League 2025-2026

Bek Persib Antisipasi Kekuatan Baru Bhayangkara FC, Tekankan Misi Sapu Bersih Sisa Laga Super League 2025-2026

Winger lincah Bhayangkara FC itu memang baru masuk pada jendela transfer paruh musim. Namun dari 12 pertandingan yang dimainkan, dia bisa menyumbang 11 gol dan enam assist.
Turnamen Belum Dimulai, Media China Sudah Yakin Lebih Unggul dari Timnas Indonesia Jelang Piala Asia U-17 2026

Turnamen Belum Dimulai, Media China Sudah Yakin Lebih Unggul dari Timnas Indonesia Jelang Piala Asia U-17 2026

Media China percaya diri jelang Piala Asia U-17 2026, bahkan mengklaim lebih unggul dari Timnas Indonesia dan menargetkan kemenangan mudah di fase grup.
Sopir Angkot Dibakar Sopir Angkot di Tanah Abang, Polisi Masih Buru Pelaku

Sopir Angkot Dibakar Sopir Angkot di Tanah Abang, Polisi Masih Buru Pelaku

Polisi masih mendalami insiden sopir angkot berinisial S (52) yang menjadi korban pembakaran hidup-hidup oleh rekan sesama sopir angkot di Tanah Abang.
Melalui Program Balai Poliran, Polda Banten Latih 567 Warga

Melalui Program Balai Poliran, Polda Banten Latih 567 Warga

Melalui program Balai Poliran (Polisi Peduli Pengangguran), Kepolisian Daerah (Polda) Banten telah membekali 567 warga dengan berbagai keterampilan kerja dan wirausaha secara gratis guna menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.

Trending

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Jay Idzes Jadi Sorotan Besar Media Italia Usai Sassuolo Tahan Imbang Tim Kuat Serie A

Jay Idzes Jadi Sorotan Besar Media Italia Usai Sassuolo Tahan Imbang Tim Kuat Serie A

Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, kembali mencuri perhatian usai tampil solid bersama Sassuolo dalam lanjutan Serie A musim ini. Media Italia beri sorotan besar.
Efek Megawati Hangestri, Popularitas Hyundai Hillstate Melejit di Media Sosial Selama Bursa Transfer Liga Voli Korea 2026-2027

Efek Megawati Hangestri, Popularitas Hyundai Hillstate Melejit di Media Sosial Selama Bursa Transfer Liga Voli Korea 2026-2027

Meski belum resmi bergabung namun nyatanya rumor bakal merekrut Megawati Hangestri mampu membuat popularitas Hyundai Hillstate melejit di media sosial jelang Liga Voli Korea 2026-2027.
Kejutan! Inter Milan Disamakan Torino, Persaingan Gelar Serie A Memanas

Kejutan! Inter Milan Disamakan Torino, Persaingan Gelar Serie A Memanas

Inter Milan yang hampir dipastikan menjadi juara harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 2-2 oleh Torino pada lanjutan Serie A, Minggu (26/4/2026).
John Herdman Terima Kabar Buruk dari Calvin Verdonk Jelang Timnas Indonesia Lawan Oman di FIFA Matchday

John Herdman Terima Kabar Buruk dari Calvin Verdonk Jelang Timnas Indonesia Lawan Oman di FIFA Matchday

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, harus menerima kabar buruk dari Calvin Verdonk. Hal ini terjadi menjelang duel melawan Oman di FIFA Matchday Juni 2026.
PSSI Sudah Kirim Surat ke Klub Super League, John Herdman Kini Panggil 7 Pemain ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

PSSI Sudah Kirim Surat ke Klub Super League, John Herdman Kini Panggil 7 Pemain ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Setelah beredar surat pemanggilan para pemain dari Persib Bandung dan Persija Jakarta, kini John Herdman dipastikan panggil 7 pemain untuk TC Timnas Indonesia.
Ternyata Ini yang Bikin Hyundai Hillstate Kepincut Megawati Hangestri

Ternyata Ini yang Bikin Hyundai Hillstate Kepincut Megawati Hangestri

Kesuksesan ini tak lepas dari peran vital sang bomber andalan Megawati Hangestri yang tampil fenomenal sepanjang musim meski sempat dibekap cedera. Bermain di
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT