News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Alat Berat Diterjunkan di Sungai Nepen, Telusuri Potensi Sumber Gas Pemicu Kemunculan Api di Sleman

Upaya mengungkap penyebab fenomena kemunculan api yang meresahkan warga di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta terus dilakukan. 
Rabu, 3 Juni 2026 - 20:29 WIB
Alat berat diterjunkan untuk mengeruk rumpun bambu di Sungai Nepen, Seyegan, Kabupaten Sleman yang diduga jadi lokasi munculnya gelembung gas metana pemicu kemunculan api, Rabu (3/6/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Upaya mengungkap penyebab fenomena kemunculan api yang meresahkan warga di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta terus dilakukan. 

Kali ini, alat berat berupa bego diterjunkan ke Sungai Nepen untuk membantu proses penelusuran dugaan sumber gas yang berpotensi menjadi pemicu munculnya api. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, kemunculan api misterius terjadi di rumah Agus Yani, warga Pedukuhan Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan. 

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengerahkan alat berat tersebut untuk mengeruk rumpun bambu yang tumbuh menutupi sungai yang berada kurang lebih 300 meter dari rumah Agus Yani. 

Langkah ini juga bagian dari proses pemeriksaan lapangan setelah muncul dugaan adanya gelembung gas Metana dari dasar sungai yang menjadi petunjuk keberadaan gas rawa. 

"Kami melaksanakan sampling gas karena memang fenomena api menyala ini kan dari gasnya. Karena waktu kami datang Senin, disana (Sungai Nepen) sempat terdata gas Metan, meski sedikit kadarnya sekitar 4 persen," kata Aris Dwi Nugroho, Penyelidik Bumi Muda BPPTKG, Rabu (3/6/2026). 

Aris menerangkan bahwa gelembung gas tersebut diduga menyusup melalui rekahan yang disinyalir mengarah ke rumah Agus Yani. 

"Kalau disana (Sungai Nepen) benar ada (gas) Metan dan benar ada retakan, kemudian disini (rumah Agus Yani) ternyata konsentrasinya memang tambah, jadi nanti bisa nyambung ternyata ini sumbernya," tuturnya. 

Dengan menghilangkan sumber gas Metana tersebut, harapannya pemicu kemunculan api di rumah Agus Yani bisa berkurang. 

"Kita coba monitor hari ini seperti apa pergerakan apinya," ucap Aris. 

Lebih lanjut, penelitian untuk mengungkap sumber gas pemicu kemunculan api misterius juga dilakukan oleh para ahli dari UPN Veteran Yogyakarta maupun UGM. 

Pada hari ini, Tim Geofisika UPN Veteran Yogyakarta memasang alat geolistrik di sekitar lokasi untuk melihat lapisan tanah yang diduga menjadi tempat akumulasi gas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi kita inginnya melihat nanti struktur lapisan tanahnya seperti apa. Harapannya, nanti adakah lapisan yang memungkinkan bisa sebagai tempat akumulasi dari gas," kata Ardian Novianto, Tim Peneliti UPN Veteran Yogyakarta. 

Ia menerangkan, cara kerja alat geolistrik hanya menginjeksikan arus listrik ke dalam tanah untuk membaca resistivitas batuannya. (scp) 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang

Talenta Muda Indonesia Tembus Semifinal Australian Open 2026, Bukti Pembinaan dan Mental Juara Kian Matang

Talenta-talenta muda bulu tangkis Indonesia kembali mendapat kesempatan menunjukkan kapasitasnya di panggung internasional.
Iran Desak AS Penuhi Komitmen dalam Perundingan Tanpa Syarat

Iran Desak AS Penuhi Komitmen dalam Perundingan Tanpa Syarat

Amerika Serikat didesak untuk memenuhi tanpa syarat komitmen yang telah disampaikan dalam perundingan. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut jug Presiden AS Donald Trump mengatakan ketentuan kesepakatan yang tidak mencerminkan isi sebenarnya dari kesepakatan yang telah dicapai kedua pihak.
Sabtu Pagi Harga Emas UBS, Antam dan Galeri24 Kompak Naik

Sabtu Pagi Harga Emas UBS, Antam dan Galeri24 Kompak Naik

Mengutip laman Sahabat Pegadaian dikutip dari Jakarta, Sabtu, pukul 06.54 WIB, harga emas menunjukkan kenaikkan harga untuk UBS, Antam dan Galeri24 serentak, masing-masing menjadi Rp2.709.000, Rp2.818.000 dan Rp2.696.000 per gram.
Gara-gara Gol Piala Dunia 2026, Media Vietnam Mendadak Trauma dengan Timnas Indonesia: Sangat Berbahaya dan Bikin Jantungan

Gara-gara Gol Piala Dunia 2026, Media Vietnam Mendadak Trauma dengan Timnas Indonesia: Sangat Berbahaya dan Bikin Jantungan

Gara pertandingan di Piala Dunia 2026, media Vietnam tiba-tiba menyoroti salah satu senjata andalan Timnas Indonesia yang kerap digunakan untuk mencetak gol.
Komisi VI DPR Bakal Panggil Pertamina soal Perhitungan Kenaikan Harga BBM Pertamax

Komisi VI DPR Bakal Panggil Pertamina soal Perhitungan Kenaikan Harga BBM Pertamax

Komisi VI DPR RI akan meminta penjelasan dari PT Pertamina (Persero) terkait dasar perhitungan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yakni Pertamax.
6 Rekor yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026: Dari Raja Assist hingga Kejar Tahta Miroslav Klose

6 Rekor yang Bisa Dipecahkan Lionel Messi di Piala Dunia 2026: Dari Raja Assist hingga Kejar Tahta Miroslav Klose

Lionel Messi berpeluang memecahkan 6 rekor bergengsi di Piala Dunia 2026, mulai dari penampilan terbanyak hingga rekor gol Miroslav Klose. Simak daftarnya.

Trending

Eks AC Milan Jadi Pelatih Baru Jay Idzes di Sassuolo, Pernah Antar Fiorentina Juara dan Cocok dengan Gaya Main Kapten Timnas Indonesia

Eks AC Milan Jadi Pelatih Baru Jay Idzes di Sassuolo, Pernah Antar Fiorentina Juara dan Cocok dengan Gaya Main Kapten Timnas Indonesia

Sassuolo resmi menunjuk Alberto Aquilani sebagai pelatih kepala baru musim 2026/2027. Mantan gelandang AC Milan, dan Liverpool itu dipercaya memimpin Neroverdi.
Kejati Jabar Tetapkan Wabup Indramayu Syaefudin Tersangka Kasus Tunjangan Perumahan, Sakit Saat Panggilan Pemeriksaan

Kejati Jabar Tetapkan Wabup Indramayu Syaefudin Tersangka Kasus Tunjangan Perumahan, Sakit Saat Panggilan Pemeriksaan

Kerugian negara dalam jumlah fantastis ditemukan dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi anggota DPRD Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2022–2025. 
Mantan Baby Sitter Hingga ART Bermunculan Bongkar Sifat Asli Sarwendah: Beda Banget dengan di Kamera!

Mantan Baby Sitter Hingga ART Bermunculan Bongkar Sifat Asli Sarwendah: Beda Banget dengan di Kamera!

Nama Sarwendah kembali menjadi perbincangan di media sosial. Kali ini, bukan terkait kehidupan pribadinya maupun hubungan dengan mantan suaminya, Ruben Onsu.
Haji Bolot Dirawat Hampir Dua Pekan karena Serangan Jantung, Asisten Ungkap Detik-detik Sebelum Dilarikan ke RS

Haji Bolot Dirawat Hampir Dua Pekan karena Serangan Jantung, Asisten Ungkap Detik-detik Sebelum Dilarikan ke RS

Kondisi kesehatan komedian senior Haji Bolot masih menjadi perhatian setelah kabar dirinya menjalani perawatan intensif akibat serangan jantung.
Seskab Teddy: Harga Pertamax Ikuti Pasar Dunia, Pertalite dan Solar Tetap Stabil

Seskab Teddy: Harga Pertamax Ikuti Pasar Dunia, Pertalite dan Solar Tetap Stabil

Pemerintah memberikan penjelasan resmi terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. 
Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Mendadak Singgung Pratama Arhan, Teringat Senjata Andalan Timnas Indonesia

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Media Vietnam Mendadak Singgung Pratama Arhan, Teringat Senjata Andalan Timnas Indonesia

Tak ada angin tak ada hujan, media Vietnam kembali membahas Timnas Indonesia. Mereka menyoroti senjata andalan yang telah lama menjadi ciri khas skuad Garuda.
Dedi Mulyadi Pasang Badan Hadapi Emosi Wali Murid: Bukan Salah Orang Tua, Kami Penyelenggara yang Gagal

Dedi Mulyadi Pasang Badan Hadapi Emosi Wali Murid: Bukan Salah Orang Tua, Kami Penyelenggara yang Gagal

Menanggapi polemik keterbatasan daya tampung pada SPMB SMA/SMK negeri, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berikan jaminan pendidikan bagi keluarga prasejahtera.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT