News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pakar Pastikan Tak Ada Hubungan Gas Alam dengan Kemunculan Api Berulang di Seyegan Sleman, Apakah Direkayasa?

Misteri kemunculan api di wilayah Seyegan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta yang sempat menyita perhatian publik akhirnya mendapat penjelasan dari tim peneliti. 
Senin, 15 Juni 2026 - 19:46 WIB
Penyampaian hasil penelitian final para peneliti terkait kemunculan api secara berulang di rumah Agus Yani, wilayah Seyegan, Kabupaten Sleman.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Misteri kemunculan api di wilayah Seyegan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta yang sempat menyita perhatian publik akhirnya mendapat penjelasan dari tim peneliti. 

Hasil kajian final yang dilakukan oleh para pakar menyimpulkan bahwa fenomena tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan keberadaan gas alam di lokasi kejadian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah tim peneliti melakukan serangkaian pengujian lapangan dan analisis laboratorium terhadap sampel gas hingga residu pembakaran yang ditemukan di area kemunculan api. 

"Hasilnya, tidak ditemukan bukti kuat bahwa api muncul secara alami. Untuk penelitian terkait dengan fenomena (api) Seyegan ini sudah selesai hari ini," kata Bambang Kuntoro, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Senin (15/6/2026). 

Penelitian sebelumnya dilakukan oleh sejumlah unsur dari pemerintahan dan akademisi mulai dari BRIN, BPPTKG, Gegana Polda DIY, UGM dan UPN Veteran Yogyakarta. 

Berdasarkan hasil pengamatan geologi lapangan dan kajian geofisika yang dilakukan oleh UPN Veteran Yogyakarta, tidak menemukan hubungan antara peristiwa kebakaran berulang dengan kondisi geologi sekitar dan keterdapatan gelembung gas di Sungai Nepen. 

Selanjutnya, menurut hasil uji dari BPPTKG, belum ditemukan adanya indikasi gas dari alam yang membahayakan pengukuran suhu serta belum ditemukan anomali suhu yang signifikan yang menunjukkan pemicu timbulnya api. 

Kemudian, dari hasil uji sampel dari residu bekas kebakaran yang ada di lokasi kejadian oleh UGM, setelah dianalisis berasosiasi dengan adanya resin Polyvinyl Chloride (PVC) yang mudah terbakar jika bertemu dengan sumber api. 

Penelitian-penelitian tersebut dilakukan dengan mengerahkan beragam alat mulai dari geomagnetic, geothermal, geolistrik hingga drone.

Bambang menegaskan bahwa keberadaan macam-macam gas yang ditemukan oleh para peneliti di lokasi tidak bisa memantik kemunculan api. 

"Kandungan gas baik metana, hidrogen, fosfin maupun gas rawa (yang terdapat di lokasi) itu tidak bisa (memicu kemunculan api) atau di bawah ambang batas untuk bisa menimbulkan api," tegasnya.

Begitu pula, hasil observasi di lapangan yang dilakukan oleh BPBD Sleman, Polresta Sleman, Satpol PP Sleman, Polsek Seyegan dan Koramil Seyegan, didapatkan bahwa tidak pernah melihat secara langsung bagaimana awal mula api muncul secara alami. 

Untuk diketahui, kemunculan api berulang di rumah Agus Yani terjadi pada 23 Mei 2026 lalu. Selama 22 hari sejak awal kemunculan api, tercatat ada 126 kali kejadian. Dalam dua hari terakhir ini, belum ada lagi kejadian tersebut. 

"Terakhir adalah Sabtu malam ya, tidak ada sama sekali. Malam Jumat kan ada yasinan disana, kemudian habis itu malam Sabtunya sekali, itu yang terakhir," ungkap Bambang. 

Dengan hasil final ini, pihaknya menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk menyelidiki peristiwa ini. Ditanya, apakah ada faktor kesengajaan atau rekayasa, Bambang enggan berkomentar. 

"(mengenai) apa toh penyebabnya, nanti itu dari pihak kepolisian yang akan membuktikan. Tugasnya satreskrim dengan timnya yang akan mencari penyebab munculnya api," ucapnya. 

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pemasangan kamera CCTV di lokasi kejadian digunakan sebagai alat untuk mengetahui secara visual bagaimana awal mula munculnya api yang diharapkan bisa sebagai bahan tambahan untuk penelitian lanjutan. 

Di lokasi yang sama, Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi mengatakan, kepolisian tengah mengumpulkan fakta-fakta di lapangan ditambah dukungan data dari para peneliti tersebut. 

"Hari ini, kita masih mencari atau mengumpulkan fakta yang ada di lapangan. Tentunya, ada data dukung yang disampaikan Pak Bambang (Kepala BPBD Sleman) tadi untuk membantu kami mengumpulkan fakta apa yang sebenarnya terjadi," ucap Wiwit. 

Terkait CCTV, Wiwit menjelaskan bahwa pemasangan kamera pengintai di lokasi kejadian bertujuan untuk mencari atau mengetahui sumber api yang sebenarnya. 

Sebab, petugas tidak mungkin berjaga di lokasi selama 24 jam. Pun, untuk tujuan pengamanan aset si pemilik rumah. 

"Makanya kita pasang CCTV. Dari rekaman CCTV, kami akan melakukan penelitian juga nanti apakah ada hal-hal yang keluar fenomena itu. Kami akan kumpulkan sehingga fakta akan terungkap setelah ini," kata Wiwit. (scp/buz) 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Berstatus Juara Piala AFF 2026, Vietnam Susah Payah Kalahkan Filipina

Vietnam mengawali FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 1-0 atas Filipina. Gol Kenji Nishioka sempat menyamakan skor, tetapi dianulir karena offside.
Kerim Alajbegovic Kirim Sinyal Bahaya ke Rival Juventus: Kami Mau Scudetto

Kerim Alajbegovic Kirim Sinyal Bahaya ke Rival Juventus: Kami Mau Scudetto

Kerim Alajbegovic mulai menatap tantangan baru bersama Juventus. Pemain muda Bosnia itu membawa ambisi besar setelah menerima tawaran dari Bianconeri.
Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Bursa Transfer Inter Milan: Cari Kiper Baru, Nerazzurri Pantau Wonderkid Liga Argentina yang Jadi Incaran Manchester United

Inter Milan mulai memantau kiper muda River Plate, Santiago Beltran. Nerazzurri harus bersaing dengan Manchester United untuk mendapatkan tanda tangannya.
Kritikan Fabio Capello soal Timnas Italia: Jangan Selalu Mengandalkan Pemain Sayap

Kritikan Fabio Capello soal Timnas Italia: Jangan Selalu Mengandalkan Pemain Sayap

Fabio Capello menyoroti penampilan Timnas Italia saat menghadapi Belgia. Ia meminta Gli Azzurri bermain lebih efektif ketika membangun serangan.
Saga Transfer Pertama Liverpool usai Tunjuk Julian Ward Jadi Direktur Olahraga Baru, The Reds OTW Bakar Uang

Saga Transfer Pertama Liverpool usai Tunjuk Julian Ward Jadi Direktur Olahraga Baru, The Reds OTW Bakar Uang

Liverpool resmi menunjuk Julian Ward sebagai direktur olahraga baru. Ia kembali ke Anfield untuk menjalani periode keduanya di posisi tersebut.
Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Komisi IV DPR RI Minta Dirjen PSDKP Jelaskan Secara Terbuka Soal Penyegelan 1.000-an Ton Udang di Jatim

Penyegelan lebih dari 1.000 ton udang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Dirjen PSDKP) di sejumlah wilayah Jawa Timur menuai sorotan.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Mengenal Kim Hee-jin, Pevoli Senior Hyundai Hillstate yang Beri Wejangan untuk Megawati Hangestri Jelang Debut

Nama Kim Hee-jin menjadi salah satu sosok senior Megawati Hangestri dalam skuad Hyundai Hillstate. Pevoli Korea itu beri wejangan untuk Megatron jelang debut.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT