News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sorosutan, Keluarga Korban Tagih Transparansi Hukum Mendekati Hasil Putusan Pengadilan Dikeluarkan

Kasus kekerasan seksual sesama jenis terhadap anak yang terjadi di salah satu masjid, di kelurahan Sorosutan, Kota Yogyakarta, kini memasuki babak krusial. 
Minggu, 5 Juli 2026 - 18:38 WIB
Keluarga korban didampingi kuasa hukum melakukan audiensi dengan Wali Kota Yogyakarta.
Sumber :
  • tim tvOne - Nuryanto

Yogyakarta, tvOnenews.com – Kasus kekerasan seksual sesama jenis terhadap anak yang terjadi di salah satu masjid, di kelurahan Sorosutan, Kota Yogyakarta, kini memasuki babak krusial.  Pihak keluarga korban, melalui orang tua korban berinisial T mendesak aparat penegak hukum untuk lebih transparan terkait perkembangan persidangan perkara dengan terdakwa berinisial F (15) dan korban berinisial A (10) thn.

Sebelumnya, kuasa hukum korban, Ardani Wibowo Maha atau biasa disapa Dani menyebutkan sudah ada arahan Wali Kota Yogyakarta untuk memberikan surat kepada Camat setempat guna mendampingi keluarga mendapatkan perkembangan informasi dari kejaksaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Harapannya, adek A dan keluarga mendapatkan hak-haknya sebagai korban. Selain itu, kita mendesak agar terdakwa dihukum setimpal," jelas Dani. 

Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Yogyakarta dinilai Dani kembali mencoreng dunia pendidikan berbasis keagamaan di Yogyakarta. 

Kasus ini bermula dari kejadian kekerasan seksual dimana seorang anak dilaporkan menjadi korban sodomi dengan motif iming-iming uang, pemaksaan, dan penarikan serta pangancaman oleh temannya sendiri di lingkungan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) sebuah masjid di Sorosutan Kota Yogyakarta. Menjelang putusan sidang, pihak keluarga korban akhirnya memutuskan untuk "wadul" atau mengadu langsung kepada Wali Kota Yogyakarta.

Sementara itu, orang tua korban, T mengungkapkan bahwa meskipun ganti rugi biaya pengobatan korban selama satu tahun lebih yang keluarga korban keluarkan kemungkinan dikabulkan, namun tuntutan restitusi untuk pemulihan psikis terkait korban A ke depannya yang keluarga layangkan diharapkan bisa diperjuangkan oleh pihak mana pun. 

"Padahal, rekomendasi dari psikolog jelas, anak korban harus pindah ke lingkungan baru agar trauma dan kondisi psikisnya membaik setelah satu tahun kejadian. Restitusi arahan LPSK ini bukan hanya soal biaya berobat, tapi soal masa depan mental anak kami, mendapatkan lingkungan yang baik, dan dijauhkan dr potensi penyakit menular (HIV)," tegasnya.

Orang tua, juga menyampaikan rasa kecewanya lantaran hingga saat ini akses informasi mengenai jalannya persidangan masih terasa tertutup. Padahal, setiap seminggu sekali pada hari Rabu, persidangan kasus ini dilakukan di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta, yaitu sudah pada tahapan setelah tuntutan, pledoi,  setelah pledoi, hasil putusan.

"Kami hanya ingin transparansi, sampai mana proses persidangannya dan apa saja isinya. Kami sudah mengikuti arahan birokrasi, namun tindak lanjutnya masih minim," ujar T saat ditemui, Kamis (2/7/2026).

Lebih jauh, keluarga korban menyoroti adanya indikasi "pelemahan" hukum terhadap terdakwa. Keluarga mencurigai adanya upaya untuk memanfaatkan isu disabilitas intelektual agar terdakwa dapat terbebas dari jeratan pidana.

Keluarga juga merasa geram dengan fakta di lapangan bahwa terdakwa berinisal F hingga saat ini masih beraktivitas secara normal. Terdakwa diketahui masih bebas mengendarai sepeda motor dan berkomunikasi dengan orang lain layaknya tidak terjadi masalah.

Kondisi ini membuat keluarga khawatir akan munculnya normalisasi penyimpangan terhadap tindakan kekerasan seksual anak di lingkungan masyarakat.

"Tidak ada efek jera atau sanksi sosial yang berarti. Kami takut ini dianggap biasa oleh warga setempat. Terkesan ditutup tutupi kejadian biadab ini dan nama baik TKP. Seharusnya, meski statusnya terdakwa, ada pengawasan atau batasan yang jelas agar tidak mencederai rasa keadilan bagi korban yang masih trauma," pungkas T.

Keluarga berharap penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan dan pihak terkait lainnya, dapat lebih berpihak pada hak-hak korban dan memastikan proses hukum berjalan objektif tanpa terpengaruh narasi yang berpotensi meloloskan pelaku dari hukuman setimpal atas tindakannya yang berdampak luar biasa besar untuk korban. (Nur/Ard)

 
 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perjalanan Addie MS Kenal Musik Orkestra hingga Dirikan Twilite Orchestra

Perjalanan Addie MS Kenal Musik Orkestra hingga Dirikan Twilite Orchestra

Berikut rekapan perjalanan panjang Addie MS, maestro musik Indonesia, mulai dari mengenal musik orkestra hingga membentuk Twilite Orchestra pada 1991 silam.
Diduga Dipicu Puntung Rokok, Karhutla Hanguskan Hampir 1 Hektare Lahan di JSC Palembang

Diduga Dipicu Puntung Rokok, Karhutla Hanguskan Hampir 1 Hektare Lahan di JSC Palembang

Dansatgas Darat Karhutla Sumsel yang juga Danrem 044/Garuda Dempo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pemadaman. Sedikitnya puluhan personel gabungan dari TNI, pemadam kebakaran (Damkar), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikerahkan. Petugas juga menerjunkan hampir 10 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api.
Kuasa Hukum 86 Korban Buka-bukaan soal Kasus Dugaan Penipuan Emas, Sebut Ada Modus Beli 5 Gram Dapat Bonus 4 Gram

Kuasa Hukum 86 Korban Buka-bukaan soal Kasus Dugaan Penipuan Emas, Sebut Ada Modus Beli 5 Gram Dapat Bonus 4 Gram

Kuasa hukum 86 korban kasus dugaan penipuan investasi emas dan perak oleh PT DGJ memberikan keterangan di Bareskrim Polri, Jumat (9/10/2026). Ada beberapa modus yang digunakan dalam kasus ini.
Resmi Menikah dengan Jang Dong Yoon, Ini Daftar Film dan Drama yang Dibintangi Kim Seung Yoon

Resmi Menikah dengan Jang Dong Yoon, Ini Daftar Film dan Drama yang Dibintangi Kim Seung Yoon

Resmi menikah dengan Jang Dong Yoon, ini daftar film dan drama yang dibintangi aktris Kim Seung Yoon.
Rio Ferdinand dan Ryan Giggs Siap Hidupkan Rivalitas Manchester United Vs Arsenal di SUGBK

Rio Ferdinand dan Ryan Giggs Siap Hidupkan Rivalitas Manchester United Vs Arsenal di SUGBK

Meski hanya berstatus laga ekshibisi, legenda Manchester United, Rio Ferdinand tidak ingin sekadar datang untuk menikmati pertandingan.
Begini Kronologi Kasus Dugaan Penipuan Emas yang Menyeret Artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen

Begini Kronologi Kasus Dugaan Penipuan Emas yang Menyeret Artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen

Kirana Larasati maupun Jennifer Coppen sudah memberikan klarifikasi terkait kasus yang tengah menjadi sorotan publik ini. Simak selengkapnya dalam berita ini.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT