Tak Sekadar Berikan Keuntungan Finansial, Rektor Berharap Unit Usaha Universitas Ahmad Dahlan Mendukung Kegiatan Akademik Kampus
- tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Yogyakarta, tvOnenews.com – Menjawab kebutuhan industri, unit usaha Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang bergerak di bidang konsultasi teknologi, pelatihan, pengujian, laboratorium serta perdagangan diresmikan.
Peresmian PT Adi Multi Teknologi (AMT) berlangsung di Gedung A.R. Fachrudin, Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jumat (11/9/2026).
Direktur PT AMT Ir. Muhammad Faishal, M.Eng., Ph.D., IPM., mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah berdiri sejak 2019 dan disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Menurutnya, AMT dibentuk untuk merespons kebutuhan industri terhadap layanan teknologi yang semakin beragam. Perusahaan tersebut mengembangkan layanan dengan dukungan keilmuan dan tenaga profesional dari berbagai bidang.
“Perusahaan ini hadir sebagai respons atas kebutuhan industri akan layanan bidang jasa konsultasi teknologi, jasa pelatihan, jasa pengujian laboratorium dan perdagangan,” jelas Faishal.
Ia melanjutkan, layanan yang dikembangkan menyasar sejumlah sektor, mulai dari industri, laboratorium, pembangunan infrastruktur, instansi pemerintah hingga korporasi.
Saat ini, AMT menyediakan berbagai perangkat keras dan perangkat lunak teknologi, selain turut mengembangkan dan memasarkan produk inovasi yang dihasilkan dosen. Konsep bisnis tersebut diarahkan untuk membangun layanan terintegrasi, mulai dari konsultasi, pengembangan, pengujian, pelatihan hingga komersialisasi inovasi.
“AMT dikembangkan sebagai ekosistem bisnis berbasis teknologi yang mampu memberikan layanan terintegrasi dari tahap konsultasi, pengembangan, pengujian, pelatihan, hingga komersialisasi inovasi,” ujarnya.
Dalam operasionalnya, perusahaan tersebut memiliki empat unit bisnis, yakni Ahmad Dahlan Training Center, Adi Multi Digital, Ahmad Dahlan Innovation and Commercialization, serta Ahmad Dahlan Laboratory Services.
Sejumlah layanan yang ditawarkan meliputi konsultasi dan penyediaan perangkat elektronik teknologi, penyediaan peralatan laboratorium, desain teknologi, penyediaan peralatan pertahanan dan keamanan serta nonpertahanan dan keamanan, pelatihan dan sertifikasi profesional, hingga pengadaan material teknik.
Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., berharap, pengembangan unit bisnis berbasis teknologi tidak hanya berorientasi pada aspek finansial. Menurutnya, aktivitas bisnis juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekosistem keilmuan dan mendukung kegiatan akademik.
“Kami berharap ke depan PT AMT tidak hanya memberikan keuntungan dalam bidang finansial saja, tetapi juga profit untuk mendukung kegiatan akademik di UAD,” harapnya.
Ia menambahkan, pengembangan unit bisnis perlu diarahkan agar dapat tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi pengembangan institusi.
Sementara itu, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UAD Ir. Azman Latif mengatakan keberadaan unit usaha dapat memberikan dampak terhadap perkembangan kampus, khususnya dalam mendorong pengembangan bisnis yang berbasis pada keilmuan.
“Kami berharap unit-unit usaha yang dimiliki UAD ke depan berkembang baik dan mampu mengembangkan unit usaha berbasis keilmuan yang ada,” ujarnya.(Scp/Ard)
Load more