Heboh Tikar Rp129.500 per Jam di Wisdom Park, UGM: Tak Ada Penarikan
- Tim tvOne - Sri Cahyani Putri
Kegiatan tertentu yang sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) yang didukung oleh Wisdom Park dapat dipertimbangkan untuk memperoleh dispensasi sesuai komitmen UGM untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Prosedur penggunaan area
Permohonan penggunaan area Wisdom Park dapat diajukan melalui surat kepada Manajer Utama UGM Residence atau dengan mengisi formulir penggunaan area yang tersedia di kantor GOR Kebangsaan Wisdom Park.
Pengelola akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai prosedur, persyaratan, dan ketentuan tarif sesuai jenis kegiatan yang direncanakan.
UGM juga berkomitmen untuk terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan kegiatan yang mendukung pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan.
UGM mengapresiasi seluruh masukan masyarakat dan berkomitmen menjadikan masukan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kejelasan informasi, transparansi, dan kualitas pelayanan.
Melalui komunikasi yang terbuka dan pengelolaan yang berkelanjutan, Wisdom Park diharapkan terus menjadi ruang yang aman, nyaman, tertib, dan bermanfaat bagi sivitas maupun masyarakat luas.
"Masukan tersebut menjadi bagian penting UGM untuk meningkatan kualitas komunikasi, pelayanan dan pengelolaan kawasan agar dapat memberikan manfaat bagi sivitas maupun masyarakat luas," ucap Made.
Isu penarikan tarif viral seusai warganet curhat di media sosial. Pengguna akun threads @elraflukha. Peristiwa terjadi ketika dirinya mengadakan acara komunitas di Wisdom Park.
Sebelumnya, dia membuat acara serupa di lokasi yang sama dan tidak ada pungutan biaya. Namun saat kejadian, ia tiba-tiba didatangi satpam yang mengatakan bila menggunakan space semacam tikar saat ini berbayar.
"Kalian tahu gak ngomongnya berapa ?Rp129.500 per jam bilangnya. Berlaku baru-baru aja katanya. 1 jam cuma pakai space doang, mending ke kafe gak sih yang dapat AC, fasilitas speaker dan proyektor juga kadang-kadang. Padahal kita juga alumni UGM dan masih ada mahasiswa UGM juga. Padahal cuma acara piknik kumpul-kumpul santai," tulisnya.
Postingan itu menuai komentar dari warganet yang juga resah dengan persoalan tersebut.
"Komunitasku juga sempat mau membuat acara di wisdom. Baca buku doang dan rencananya akan merajut. Mereka bahkan gak bertanya apakah akan berbayar atau gak, tiba-tiba langsung ditodong harga tersebut. Dikiranya komunitas bikin acara untung banyak kali ya," tulis @beingdyarayu. (scp/buz)
Load more