News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2024 Bisa Lebih Rendah dari Tahun Ini, Sri Mulyani Beritahu Penyebabnya

Menkeu Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia 2024 bisa lebih rendah dari tahun ini, yakni 2023. Selain itu, Dana Moneter Internasional
Selasa, 7 November 2023 - 06:33 WIB
Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2024 Bisa Lebih Rendah dari Tahun Ini, Sri Mulyani Beritahu Penyebabnya
Sumber :
  • tim tvOne - Julio

Jakarta, tvOnenews.com - Menkeu Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia 2024 bisa lebih rendah dari tahun ini, yakni 2023.

Selain itu, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada tahun depan bakal melambat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan ditambah lagi laju inflasi tahun depan juga diprediksi masih  tinggi.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah dirangkaikan dengan Penyerahan Insentif Fiskal Pengendalian Inflasi Daerah Periode III tahun 2023, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (6/11/2023).

"IMF menunjukkan perekonomian 2024 itu akan melemah sama atau bahkan lebih lemah dari 2023. Sementara dari sisi inflasi masih relatif tinggi tahun 2024 di level dunia," jelasn Menkeu Sri Mulyani.

"Kalau inflasi lebih tinggi maka prediksinya nilai tukar maupun suku bunga di Amerika Serikat menjadi higher for longer, ini yang banyak mempengaruhi negara di dunia," sambungnya menjelaskan.

Di samping itu, Menkeu katakan, kondisi perekonomian dunia dan laju inflasi global juga akan bergantung pada kondisi perekonomian Amerika Serikat, China dan Uni Eropa.

Bahkan, perekonomian dunia saat ini diliputi ketidakpastian karena sejumlah faktor, salah satunya rantai pasok komoditas yang terganggu.

"Dunia memang sedang dalam dinamika yang luar biasa sangat volatile. Negara-negara besar seperti Amerika, RRT dan Eropa itu sedang di dalam situasi untuk mengendalikan atau mengelola ekonominya secara tidak mudah, dan itu dampaknya ke seluruh dunia. Karena 3 daerah ini mempengaruhi dunia lebih dari 40 persen," ungkap Sri Mulyani.

Kemudian, Sri Mulyani mencontohkan, setelah perekonomian Amerika Serikat mengalami inflasi tinggi pada beberapa waktu belakangan, bank sentral The Fed langsung menaikkan suku bunganya secara ekstrem.

Dalam kurun 14 bulan, The Fed menaikkan suku bunganya sebesar 5 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini telah menyebabkan capital outflow (aliran modal) dari seluruh negara, artinya modal itu kembali ke Amerika disedot dengan kenaikkan suku bunga tinggi. Dan ini menyebabkan seluruh dunia mengalami depresiasi dari mata uangnya," ungkap Sri Mulyani.

"Pasti depresiasi itu mempengaruhi inflasi yakni imported inflation, atau inflasi yang terjadi pada barang-barang impor terkena dampak dari kebijakan di Amerika Serikat," lanjutnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Progres Signifikan MRT Jakarta Fase 2A: Anggaran Rp25,3 Triliun, Terowongan HI-Kota Terhubung

Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. 
BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

BNN Sita Aset Bos Gendut Gembong Narkoba di Kampung Bahari Capai Rp39 Miliar, Diduga Hasil TPPU

Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.
Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Tampil pada leg kedua babak kualifikasi ketiga Liga Konferensi Eropa, skor akhir 2-2 ini membawa Ajax tetap melaju ke putaran akhir sebelum kompetisi setelah menang agregat 3-5 dari Shelborne FC. 
Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Walau Patrick Kluivert Didukung Legenda Dampingi Xavi Hernandez, KNVB Buka Peluang Nama Lain Sebagai Asisten Pelatih Timnas Belanda

Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.

Trending

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Tren Pelari Indonesia ke Ajang Internasional Kian Menguat, Singapura Jadi Salah Satu Tujuan Favorit

Minat masyarakat Indonesia untuk mengikuti ajang lari internasional terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi Kenang Momen saat Mampu Beli Berlian Pertama, Ceritanya Relate untuk Banyak Orang

Anggun C Sasmi mengenang masa ketika ia mulai memberikan hadiah untuk dirinya sendiri sebagai hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun.
Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Mendes Yandri Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Bareskrim Polri, Ini Alasannya

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Periksa Pengelola Wisma Atlet Diperiksa Terkait Kasus Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pengelola wimas atlet, Pademangan, Jakarta Barat terkaiit kasus suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai.
John Herdman Full Senyam! Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers Akhirnya Diterima Kembali Berlatih di FC Twente

John Herdman Full Senyam! Bek Timnas Indonesia Mees Hilgers Akhirnya Diterima Kembali Berlatih di FC Twente

Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, resmi kembali menjalani latihan bersama FC Twente usai berbulan-bulan mangkir dari tim
Bisnis Tumbang Imbas Berkonflik dengan Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Tak Menampik Kini Banting Setir Jualan Sayur

Bisnis Tumbang Imbas Berkonflik dengan Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Tak Menampik Kini Banting Setir Jualan Sayur

Pengusaha muda asal Medan, Insanul Fahmi, mengungkap perubahan besar dalam perjalanan hidup dan bisnisnya setelah konflik rumah tangganya dengan Wardatina Mawa.
Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Koalisi Buruh Bakal Studi Banding Isu Ketenagakerjaan ke Empat Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkap sejumlah serikat buruh akan melakukan studi banding ke empat negara bahas isu ketenagakerjaan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT