News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Paylater Meroket Tajam saat Daya Beli Menurun, Pembiayaan Tembus Rp6,81 Triliun: Apa Dampaknya pada Ekonomi?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peningkatan yang signifikan dalam penyaluran pembiayaan melalui layanan paylater. Bahkan angkanya tembus Rp6,81 triliun.
Kamis, 12 September 2024 - 10:30 WIB
Ilustrasi - Utang masyarakat Indonesia melalui sistem pembiayaan paylater atau beli sekarang bayar nanti semakin tinggi setiap tahunnya.
Sumber :
  • IST

Jakarta, tvOnenews.com - Layanan "buy now, pay later" (BNPL) atau dikenal dengan istilah paylater di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Paylater kian diminati karena kemudahan akses dan fleksibilitas dalam pembayaran. Alhasil, konsumen semakin mengandalkan paylater dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Layaknya utang, layanan paylater memungkinkan konsumen untuk menunda pembayaran hingga waktu yang ditentukan, serta biasanya dibayar dengan tambahan bunga.

Pertumbuhan Pesat Paylater Menurut Data OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya peningkatan yang signifikan dalam penyaluran pembiayaan melalui layanan paylater.

Menurut laporan OJK, nilai pembiayaan buy now pay later dari perusahaan pembiayaan (PP) mencapai Rp6,81 triliun per Mei 2024, tumbuh 33,64% secara tahunan (yoy).

Angka ini menunjukkan betapa besarnya potensi pasar untuk layanan paylater di Indonesia, seiring dengan pertumbuhan ekonomi berbasis digital.

Layanan ini semakin diminati masyarakat yang melihat kepraktisan dalam bertransaksi tanpa harus membayar langsung.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyoroti bahwa pertumbuhan paylater ini juga ditunjukkan oleh rasio Non-Performing Financing (NPF) gross dan netto. "NPF gross tercatat di angka 3,22%, sedangkan NPF netto berada di level 0,84%," ujarnya.

Meski layanan paylater terus berkembang, Agusman menekankan pentingnya pengawasan yang ketat agar tidak menjadi ancaman bagi stabilitas keuangan. Ia menambahkan bahwa aturan terkait layanan ini harus ditegakkan dengan baik.

Beberapa aspek yang masih dalam kajian OJK meliputi persyaratan bagi perusahaan pembiayaan, kepemilikan sistem informasi, serta perlindungan data pribadi.

Selain itu, pembahasan mengenai audit, sistem keamanan, serta kerja sama dengan pihak lain untuk manajemen risiko juga terus dilakukan demi menjaga integritas layanan ini.

Mengapa Paylater Diminati?

Layanan paylater tidak hanya menjadi tren di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain.

Faktor-faktor seperti perkembangan teknologi, literasi keuangan, dan regulasi pemerintah mempengaruhi karakteristik layanan ini di berbagai negara.

Di Tiongkok, misalnya, paylater berkembang pesat melalui platform digital seperti Alipay dan WeChat Pay, yang sangat populer di kalangan generasi muda. Di negara ini, layanan paylater telah mendorong pertumbuhan e-commerce dan ekonomi digital secara keseluruhan.

Sementara itu, di negara-negara seperti Swedia, layanan ini sangat transparan dalam hal biaya dan syarat pembayaran. Konsumen diberikan informasi yang jelas sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan tersebut, memastikan adanya perlindungan konsumen yang lebih baik.

Di Amerika Serikat, pasar paylater juga sangat kompetitif, dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Affirm dan Afterpay yang mendominasi. Layanan ini sangat populer di kalangan generasi muda yang memiliki akses kredit terbatas.

Tantangan dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Pertumbuhan pesat paylater di Indonesia, khususnya di tengah penurunan daya beli masyarakat akibat kenaikan harga barang dan jasa, menimbulkan tantangan tersendiri bagi lembaga keuangan.

Risiko kredit macet akibat ketidakmampuan nasabah membayar cicilan menjadi perhatian utama.

Oleh karena itu, penting bagi regulator seperti OJK untuk terus memperketat regulasi guna melindungi konsumen dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Pemerintah juga terus mengkampanyekan literasi keuangan agar masyarakat lebih memahami risiko dan manfaat dari layanan ini.

Lembaga keuangan yang menyediakan layanan paylater diharapkan memiliki sistem manajemen risiko yang kuat untuk mengantisipasi potensi kerugian.

OJK juga mendorong adanya kolaborasi antara lembaga keuangan, fintech, dan pemerintah untuk membangun ekosistem paylater yang sehat dan berkelanjutan.

Layanan paylater menawarkan fleksibilitas dan kemudahan bagi konsumen, namun juga membawa tantangan tersendiri bagi penyedia layanan dan regulator.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan pengawasan yang ketat, manajemen risiko yang baik, dan literasi keuangan yang kuat, layanan ini dapat berkembang dengan lebih aman dan berkelanjutan di masa depan.

Bagi konsumen, penting untuk memahami syarat dan ketentuan sebelum menggunakan layanan paylater, serta memastikan kemampuan untuk membayar cicilan tepat waktu. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal MotoGP Indonesia 2026: Persaingan Gelar Juara Memanas! Marc Marquez vs Jorge Martin Berebut Puncak Klasemen di Mandalika

Jadwal MotoGP Indonesia 2026: Persaingan Gelar Juara Memanas! Marc Marquez vs Jorge Martin Berebut Puncak Klasemen di Mandalika

Jadwal MotoGP Indonesia 2026 yang berlangsung sepanjang akhir pekan ini diprediksi akan menjadi panggung lanjutan perebutan gelar MotoGP 2026 yang kian sengit.
Tiga Gol dalam Sepuluh Menit Akhir, Kecerdasan Adaptasi Pemain Persib Dipuji Igor Tolic

Tiga Gol dalam Sepuluh Menit Akhir, Kecerdasan Adaptasi Pemain Persib Dipuji Igor Tolic

Lebih dulu ketinggalan satu gol, Persib Bandung membalas lewat tiga gol di menit-menit akhir pertandingan.
Respons Berkelas John Herdman soal Suporter yang Meneriakkan Nama STY

Respons Berkelas John Herdman soal Suporter yang Meneriakkan Nama STY

John Herdman akhirnya merespons dengan tenang setelah sejumlah suporter meneriakkan nama Shin Tae-yong (STY) usai Timnas Indonesia ditahan imbang Malaysia 0-0.
Bye CapCut! Cuma Modal 8 Langkah, ChatGPT Kini Bisa Edit Video Otomatis

Bye CapCut! Cuma Modal 8 Langkah, ChatGPT Kini Bisa Edit Video Otomatis

Berikut cara edit video lewat aplikasi artificial intelligence (AI) dari ChatGPT tanpa menggunakan aplikasi editor video, seperti ChapCut, Adobe Premiere, dll.
Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Segini Harta Kekayaan dan Bisnis La Pulga

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Segini Harta Kekayaan dan Bisnis La Pulga

Lionel Messi resmi menutup perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina setelah 22 tahun. Namun, babak baru justru menanti sang megabintang, punya lini baru.
Danantara Kejar Merger 4 BUMN Karya Rampung November 2026, Utang Rp34 Triliun Jadi Sorotan

Danantara Kejar Merger 4 BUMN Karya Rampung November 2026, Utang Rp34 Triliun Jadi Sorotan

Danantara dan BP BUMN menargetkan merger empat BUMN Karya rampung akhir November 2026. Simak skema merger, penyehatan utang, hingga nasib WIKA dan Waskita

Trending

Cara Cari Duit Pakai AI 2026: 10 Ide Cuan yang Bisa Dimulai dari Konten, Freelance hingga Trading

Cara Cari Duit Pakai AI 2026: 10 Ide Cuan yang Bisa Dimulai dari Konten, Freelance hingga Trading

Cara cari duit pakai AI 2026 makin beragam, dari freelance, konten, desain, chatbot hingga trading. Simak peluang AI dan risikonya. AI mulai berubah menjadi
Lima Penetapan Perkara Pailit PT Kedap Sayaaq Diminta Ditelusuri, Ini Respons PN Surabaya

Lima Penetapan Perkara Pailit PT Kedap Sayaaq Diminta Ditelusuri, Ini Respons PN Surabaya

Proses kepailitan PT Kedap Sayaaq kembali menjadi perhatian menyusul permintaan kuasa hukum perusahaan untuk menelusuri sejumlah dokumen penetapan yang berkaitan dengan proses pengurusan dan pemberesan harta pailit.
Profil Nazmi Nasaruddin, Wasit Asal Malaysia yang Batalkan Penalti Mariano Peralta di Laga Persib Bandung vs Port FC

Profil Nazmi Nasaruddin, Wasit Asal Malaysia yang Batalkan Penalti Mariano Peralta di Laga Persib Bandung vs Port FC

Profil Nazmi Nasaruddin, pengadil lapangan laga Persib Bandung vs Port FC di ASEAN Club Championship 2026 di Thammasat Stadium, Pathum Thani, Kamis (8/10/2026).
Gokil, Cuma Baca Buku Dibayar Rp1,6 Juta? Jasa Joki Ini Viral karena Bikin Orang Terlihat Intelek

Gokil, Cuma Baca Buku Dibayar Rp1,6 Juta? Jasa Joki Ini Viral karena Bikin Orang Terlihat Intelek

Joki baca buku viral di Threads dengan tarif hingga Rp1,6 juta. Layanan ini menyasar orang yang ingin terlihat sebagai bookworm di media sosial.
Danantara Kejar Merger 4 BUMN Karya Rampung November 2026, Utang Rp34 Triliun Jadi Sorotan

Danantara Kejar Merger 4 BUMN Karya Rampung November 2026, Utang Rp34 Triliun Jadi Sorotan

Danantara dan BP BUMN menargetkan merger empat BUMN Karya rampung akhir November 2026. Simak skema merger, penyehatan utang, hingga nasib WIKA dan Waskita
Disangka Rawat Cabai Ternyata Tanam Ganja, Aksi Licik Dua Pemuda di Tasikmalaya Terancam Bui Seumur Hidup

Disangka Rawat Cabai Ternyata Tanam Ganja, Aksi Licik Dua Pemuda di Tasikmalaya Terancam Bui Seumur Hidup

Upaya dua pemuda mengelabui warga dengan menyembunyikan budidaya ganja di tengah perkebunan cabai berakhir di tangan Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya Kota.
Bye CapCut! Cuma Modal 8 Langkah, ChatGPT Kini Bisa Edit Video Otomatis

Bye CapCut! Cuma Modal 8 Langkah, ChatGPT Kini Bisa Edit Video Otomatis

Berikut cara edit video lewat aplikasi artificial intelligence (AI) dari ChatGPT tanpa menggunakan aplikasi editor video, seperti ChapCut, Adobe Premiere, dll.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT