News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Peta Penguatan Pendidikan, Sains, dan Teknologi, serta Digitalisasi di Era Prabowo-Gibran

Beginilah kinerja Prabowo-Gibran yang belum genap satu bulan menjabat dalam melakukan gebrakan di bidang pendidikan, sains dan teknologi, serta digitalisasi.
Jumat, 8 November 2024 - 06:47 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Penguatan di bidang pendidikan, sains, dan teknologi, serta digitalisasi menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka selama 2024-2029.

Selain sering ditekankan oleh Prabowo, sektor tersebut telah tertuang dalam salah satu dari 8 misi atau Asta Cita yang dicanangkan untuk mencapai visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demi mewujudkannya, maka kebijakan pemerintah dalam mendukung bidang pendidikan, sains dan teknologi, serta digitalisasi diyakini sebagai keharusan.

Lantas, bagaimana kinerja Prabowo dan Gibran yang belum genap satu bulan ini dalam melakukan gebrakan di sektor-sektor tersebut?

Prabowo dan Anggaran Pendidikan Tertinggi dalam Sejarah

Gebrakan awal yang dilakukan oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran di bidang pendidikan bisa dilihat dari alokasi anggaran di sektor tersebut.

Dalam Rapat Kabinet Perdananya di Istana Negara, Jakarta, para Rabu, 22 Oktober 2024 lalu, Prabowo menegaskan bahwa sektor pendidikan akan menjadi prioritas tertinggi dalam pemerintahannya.

Bahkan, alokasi anggaran di sektor pendidikan pada tahun 2025 saka menjadi yang tertinggi dalam sejarah.

"Pendidikan prioritas tinggi. Komitmen kita alokasi dalam anggaran 2025 salah satu tertinggi dalam sejarah kita. Untuk pertama kali kita sudah 20 persen. Jadi pendidikan harus kuat," kata Prabowo.

Diketahui, belanja pendidikan yang dialokasikan APBN 2025 mencapai Rp742,26 triliun atau 20% dari total belanja negara yang dipatok Rp3.621 triliun. Dengan anggaran tersebut, harapan besarnya adalah supaya penyelenggaraan pendidikan lebih inklusif serta lagi anak putus sekolah karena masalah biaya pendidikan.

Secara kebijakan, Prabowo-Gibran akhirnya memecah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menjadi tiga kementerian.

Ketiga kementerian tersebut Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah; Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; serta Kementerian Kebudayaan.

Meski nantinya tiga kementerian itu tetap akan saling terkait, salah satu alasan positif pemisahaan tersebut adalah agar orientasi pengembangan dan pemecahan masalah pendidikan menjadi lebih terfokus dan detail. Apalagi jika 3 kementerian tersebut diampu oleh Menteri dengan kompetensi, pengalaman, dan kapabilitas yang tepat.

Reformasi Regulasi Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Diutus langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Prof. Satryo Brodjonegoro selaku  Menteri Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) mengungkapkan rencana reformasi besar-besaran di sektor pendidikan tinggi.

Dalam wawancara bersama Rosi di Kompas TV, Kamis (7/11/2024), Satryo Brodjonegoro ingin mengalihkan fokus perguruan tinggi dari kejaran peringkat dunia ke kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri nasional.

Mantan Dirjen Dikti itu menegaskan akan membereskan masalah regulasi yang dinilai terlalu berorientasi pada prestasi internasional yang tidak selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Menurut Prof. Satryo, regulasi yang ada selama ini terlalu mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan peringkat dunia tanpa mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

“Banyak sekali regulasi yang dibuat oleh Kementerian selama ini terlalu banyak yang menuntut perguruan tinggi untuk berprestasi dalam pengertian pencapaian ranking dunia,” ujar Prof. Satryo.

“Padahal, hal itu mengakibatkan kampus kita fokus ke sana tapi lupa kepada masyarakat,” tambahnya.

Gebrakan yang dilakukan Mendikti Saintek ini akan lebih mendorong kampus-kampus untuk mengembangkan proyek-proyek berbasis terapan yang bisa mendukung sektor-sektor seperti industri, pangan, energi, dan air bersih.

“Kalau bidang terapan, mengapa kita tidak membuat industri Indonesia? Sekarang ini industri teknologi kita hebat-hebat, kenapa tidak bikin pabrik Indonesia? Kita bisa kok. Listrik, misalnya, kita bisa bikin,” ujar Prof. Satryo.

Prof. Satryo juga menyoroti perlunya mengubah cara pengukuran kinerja perguruan tinggi agar tidak melulu berfokus pada publikasi internasional.

Ia menilai, penelitian yang berdampak nyata bagi masyarakat sering kali tidak dihargai dalam penilaian internasional seperti Scopus, yang menjadi standar penilaian banyak perguruan tinggi.

Lebih jauh, Prof. Satryo juga akan membenahi Key Performance Indicator (KPI) untuk dosen, yang selama ini memicu komersialisasi kampus dan peningkatan biaya kuliah. Dengan KPI yang menuntut perguruan tinggi untuk mencari pendapatan sendiri, banyak kampus menaikkan SPP mahasiswa demi mendapatkan akreditasi yang baik dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT).

Prof. Satryo berkomitmen untuk mengubah regulasi dan KPI agar dosen dapat bekerja dengan nyaman tanpa tuntutan komersial yang berlebihan.

“KPI kita ubah semua supaya dosen-dosen bekerja dengan nyaman, tenang. Tidak ada masalah, mau di bidang pertanian, mau di bidang fisika murni, dua-duanya bagus. Meskipun tidak Scopus, tidak apa-apa, yang penting ada karya nasional, karya untuk masyarakat,” jelasnya.

Melalui kebijakan ini, Prof. Satryo berharap perguruan tinggi di Indonesia akan lebih berorientasi pada pengembangan inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat dan mampu menghidupkan industri nasional. “Not only that, tidak hanya itu, kita mesti menciptakan industri yang bagus, startup yang kuat,” tegasnya.

Sebelumnya, Wamendikti Saintek Stella Christie menyatakan bahwa hilirisasi tidak akan terjadi tanpa inovasi dan sains teknologi.

Oleh sebab itu, Stella menegaskan bahwa kementeriannya bakal fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan mengeluarkan inovasi-inovasi baru sesuai dengan arahan Presiden Prabowo.

"Hilirisasi tidak akan terjadi tanpa inovasi dari sains dan teknologi. Itu adalah satu yang sangat penting yang kami harus galakkan," kata Stella di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 21 Oktober 2024 lalu.

Perubahan di Pendidikan Dasar yang Dijanjikan

Di pihak lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan akan melakukan perubahan kebijakan pendidikan dengan tetap melanjutkan program yang sudah memiliki dasar baik. Hal ini ia sampaikan saat silaturahmi dengan sejumlah pimpinan redaksi media nasional di Jakarta, Selasa, 5 November 2024. 

"Yang sudah baik dasar-dasarnya akan kita lanjutkan, yang belum baik akan dievaluasi," ungkapnya.

Abdul Mu'ti menegaskan, kebijakan di eranya akan selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto, termasuk tiga komitmen utama di bidang pendidikan: peningkatan kualitas pendidikan, terutama di sains dan teknologi; akses pendidikan berkualitas yang merata; dan peningkatan kesejahteraan serta kualitas guru. "Ini bagian tagline besar kami: pendidikan bermutu untuk semua," kata Mu'ti, menggarisbawahi komitmennya terhadap pendidikan inklusif dan merata.

Selain itu, ia juga menekankan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru serta kualifikasi dan kompetensi mereka. "Pemenuhan kualifikasi guru, ternyata masih banyak guru yang belum D4 atau S1," ujar Mu'ti, mengacu pada perlunya peningkatan melalui sertifikasi dan pelatihan.

Komdigi Ujung Tombak Digitalisasi

Sejalan dengan Asta Cita yang diusung Prabowo-Gibran, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di tubuh Kabinet Merah Putih memberikan perhatian atas percepatan digitalisasi di Indonesia.

Tak hanya di sektor pendidikan dan sains, Prabowo-Gibran terus menekankan pentingnya digitalisasi di segala lini.

Menteri Komdigi Meutya Hafid menjelaskan bahwa selama 100 pertama, Prabowo-Gibran akan memberikan perhatian secara khusus pada digitalisasi pemerintahan, persoalan judi online, ekonomi digital, hingga pemerataan akses internet.

Dalam pemaparannya di Rapat Kerja dengan Komisi I DPR baru-baru ini, Meutya Hafid menjelaskan sejumlah rancangan program dan program jangka pendek kementeriannya.

Rancangan program dibagi menjadi tiga bagian yakni inclusive, empowering, serta trusted dan sovereign.

Untuk inklusif, Meutya menjelaskan hal itu akan diwujudkan dalam konektivitas. Mulai dari terkait konektivitas broadband, Seperti konektivitas broadband, penyiaran, layanan pos, dan komunikasi khusus.

Terkait konektivitas broadband, ini juga terkait manajemen spektrum frekuensi, peningkatan akses kualitas keterjangkauan, mendorong industri perangkat digital dalam negeri dan memastikan industri telekomunikasi yang berkelanjutan.

Empowering atau memberdayakan yang dimaksud adalah terkait ekosistem digital, yakni pertumbuhan ekonomi digital, SDM digital nasional berdaya saing, dan masyarakat digital produktif. Sedangkan Trusted dan Sovereign ialah terkait dengan pemerintah digital, ruang digital produktif, serta informasi dan komunikasi publik.

"Prinsip memberdayakan, diarahkan untuk membentuk ekosistem digital yang mampu menumbuhkan ekonomi digital melalui peningkatan nilai transaksi digital dan daya saing bisnis, mewujudkan sumber daya manusia digital, mewujudkan masyarakat digital dan selanjutnya prinsip dipercaya dan berdaulat," jelas Meutya. (rpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dikalahkan Yunani, Jurgen Klopp Pastikan Bakal Rombak Starting Line-up Timnas Jerman

Dikalahkan Yunani, Jurgen Klopp Pastikan Bakal Rombak Starting Line-up Timnas Jerman

Pelatih Timnas Jerman, Jurgen Klopp, memastikan untuk merombak starting line-up pada saat menghadapi Serbia. Hal ini beriringan dengan kekalahan dari Yunani di UEFA Nations League.
Atlet BMX Racing Indonesia Jasmine Azzahra Raih Medali Perunggu di Asian Games 2026

Atlet BMX Racing Indonesia Jasmine Azzahra Raih Medali Perunggu di Asian Games 2026

Atlet BMX Racing Indonesia, Jasmine Azzahra Setyobudi berhasil meraih medali perunggu di Asian Games 2026. Ia berhasil tampil gemilang meski tak memiliki banyak persiapan pada Senin (28/9/2026).
Dendam Kesumat Anak ke Ibu Tiri di Panyileukan Bandung, Tempelkan Alat Kejut Listrik hingga Korban Tewas

Dendam Kesumat Anak ke Ibu Tiri di Panyileukan Bandung, Tempelkan Alat Kejut Listrik hingga Korban Tewas

Aksi pembunuhan terjadi di Jalan Pamitran VI, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Minggu (27/9/2026). Pelaku gunakan alat kejut listrik.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 29 September 2026: Ada yang Banjir Rezeki dan Dapat Kabar Baik

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 29 September 2026: Ada yang Banjir Rezeki dan Dapat Kabar Baik

Berikut 5 zodiak paling hoki pada 29 September 2026: Ada yang banjir rezeki dan dapat kabar baik.
Olok-olokan Netizen Malaysia soal Hasil Laga Melawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Bergson Naik Barracuda

Olok-olokan Netizen Malaysia soal Hasil Laga Melawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Bergson Naik Barracuda

Duel Timnas Indonesia kontra Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 mulai memanaskan media sosial. Netizen Malaysia bahkan melontarkan olok-olokan jelang laga.
Timnas Indonesia Vs Malaysia di SUGBK, Sandy Walsh Minta Tim Asuhan John Herdman Lakukan Ini

Timnas Indonesia Vs Malaysia di SUGBK, Sandy Walsh Minta Tim Asuhan John Herdman Lakukan Ini

Bek Persib Bandung, Sandy Walsh memberikan dukungan penuh bagi Timnas Indonesia di laga kedua FIFA ASEAN Cup 2026. Duel sengit kontra Malaysia akan diselenggarakan, Senin (28/9/2026) malam.

Trending

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Pacitan mendapat sorotan terkait pengadaan seragam siswa setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dan kegiatan pembelajaran telah berlangsung.
Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Timnas Indonesia akan melakoni laga derbi melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sayangnya, John Herdman terancam tanpa dua pemain andalannya.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri di musim ketiga hingga wejangan para seniornya.
5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 shio diprediksi hoki soal karier besok 29 September 2026. Ada peluang kerja baru, kepercayaan dari atasan, hingga kesempatan menunjukkan kemampuan.
Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI. Sebab, FIFA ASEAN Cup 2026 membantu mereka persiapkan diri jelang Piala Asia 2027.
Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Siap-siap ketiban hoki! 5 zodiak ini diprediksi beruntung soal karier besok, 29 September 2026. Ada yang dapat peluang, perhatian, hingga kepercayaan!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT