Dompet Selalu Kosong Sebelum Tanggal Gajian? Begini Cara Cerdas Mengelola Gaji 4 Juta Biar Nggak Bokek di Akhir Bulan
- pexels/bangunstockproduction
tvOnenews.com - Gaji 4 juta rupiah mungkin terasa pas-pasan, tetapi jika diatur dengan baik, uang tersebut bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus kehabisan sebelum tanggal gajian berikutnya. Â
Dilansir dari Bank Muamalat, metode pengelolaan gaji yang efektif adalah dengan membaginya dalam tiga kategori utama, yaitu 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan serta investasi.
Dengan menerapkan prinsip ini, keuangan bisa lebih terkontrol dan tetap stabil hingga akhir bulan. Berikut cara pembagian gaji 4 juta agar tetap cukup.
Alokasikan 50% (Rp2.000.000) untuk Kebutuhan Pokok
Kebutuhan pokok mencakup biaya yang wajib dikeluarkan setiap bulan, seperti:Â Â
- Biaya makan (Rp900.000): Jika dalam sehari menghabiskan sekitar Rp30.000 untuk makan, maka dalam sebulan butuh Rp900.000. Â
- Sewa atau cicilan tempat tinggal (Rp700.000): Jika tinggal di kos atau kontrakan sederhana. Â
- Listrik dan air (Rp200.000): Bergantung pada pemakaian, bisa lebih hemat dengan penggunaan yang bijak. Â
- Transportasi (Rp200.000): Untuk biaya bensin atau transportasi umum jika bekerja di dalam kota. Â
Total pengeluaran untuk kebutuhan pokok ini Rp2.000.000. Jika ada kelebihan, bisa dialihkan ke tabungan atau dana darurat. Â
Alokasikan 30% (Rp1.200.000) untuk Keinginan
Bagian ini untuk pengeluaran non-esensial yang tetap penting bagi kualitas hidup, seperti:Â Â
- Hiburan dan gaya hidup (Rp500.000): Misalnya untuk langganan streaming, nongkrong, atau hobi. Â
- Belanja pakaian atau skincare (Rp300.000): Bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Â
- Makan di luar atau jajan (Rp400.000): Jika seminggu sekali makan di restoran atau membeli camilan favorit.Â
Total pengeluaran untuk keinginan ini Rp1.200.000. Jika ingin lebih hemat, bisa mengurangi bagian ini dan menambah tabungan. Â
Alokasikan 20% (Rp800.000) untuk Tabungan dan Investasi
Dana ini sangat penting untuk persiapan masa depan, termasuk:Â Â
- Tabungan dana darurat (Rp300.000): Minimal memiliki tabungan 3–6 bulan pengeluaran sebagai cadangan. Â
- Investasi jangka panjang (Rp300.000): Bisa dalam bentuk reksa dana, emas, atau saham dengan risiko rendah. Â
- Asuransi atau dana pensiun (Rp200.000): Jika memungkinkan, memiliki perlindungan finansial untuk jangka panjang. Â
Dengan alokasi ini, seseorang tetap bisa menabung meskipun gajinya tidak terlalu besar. Jika ada penghasilan tambahan, sebaiknya langsung dialihkan ke tabungan atau investasi. (adk)
Load more