News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Investor Masih Wait and See, Reksa Dana Pasar Uang ‘Sameday Redeem’ Jadi Alternatif saat Pasar Lesu

Reksa dana pasar uang dengan fasilitas pencairan dana di hari yang sama atau sameday redemption bisa menjadi produk investasi alternatif investor di tengah pasar yang bergejolak.
Kamis, 17 April 2025 - 15:50 WIB
Head of Wealth Management Mirae Asset, M. Arief Maulana, dalam Media Day di Jakarta, Kamis (17/4/2025).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Jakarta, tvOnenews.com - Ketidakpastian di pasar modal hari-hari ini membuat banyak investor memilih bersikap hati-hati dengan menahan sementara aktivitas investasi.

Pada kondisi seperti ini, dana menganggur akhirnya cenderung dibiarkan mengendap tanpa pergerakan yang produktif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia melihat peluang ini dan menyarankan pemanfaatan reksa dana pasar uang sebagai alternatif penempatan dana jangka pendek.

Instrumen yang dimaksud adalah reksa dana pasar uang dengan fasilitas pencairan dana di hari yang sama atau sameday redemption.

Fitur ini memungkinkan investor untuk mencairkan dana secara cepat, sehingga tetap siap merespons peluang pasar kapan pun momentum dianggap tepat.

Head of Wealth Management Mirae Asset, M. Arief Maulana, mengatakan bahwa opsi ini bisa menjadi pilihan, khususnya bagi investor yang masih menunggu pasar bergerak stabil.

“Saat pelaku pasar cenderung wait & see, dana menganggur bisa dimanfaatkan dengan berinvestasi ke instrumen jangka pendek seperti reksa dana pasar uang. Terlebih lagi, produk dengan likuiditas tinggi karena punya fasilitas sameday redemption,” kata Arief dalam Media Day: April by Mirae Asset, di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Ia menjelaskan, fitur sameday redeem memungkinkan investor mencairkan dana secara langsung begitu keputusan membeli saham diambil, tanpa terkendala oleh risiko gagal penyelesaian transaksi (settlement).

Reksa dana pasar uang sendiri merupakan jenis reksa dana yang ditempatkan pada instrumen utang berjangka kurang dari satu tahun serta produk pasar uang lainnya seperti deposito dan tabungan.

Karena itu, instrumen ini memiliki likuiditas lebih tinggi dan waktu pencairan yang lebih cepat dibanding reksa dana lain.

Umumnya, proses redemption memakan waktu H+1, namun dengan sameday redeem, pencairan bisa lebih cepat dari biasanya.

Arief menyebut, salah satu produk yang sudah menawarkan kemudahan tersebut adalah Capital Optimal Cash, yang merupakan reksa dana hasil kerja sama Mirae Asset dengan PT Capital Asset Management.

Produk ini menjadi bagian dari inovasi perusahaan dalam menjawab kebutuhan pasar akan instrumen yang fleksibel dan responsif terhadap dinamika pasar.

Keberadaan Capital Optimal Cash juga memperkuat layanan NAVI, platform reksa dana digital milik Mirae Asset Sekuritas.

Platform ini dikembangkan untuk memberi kemudahan akses investasi bagi investor ritel, dengan antarmuka ramah pengguna, kemitraan bersama manajer investasi terpercaya, serta penyediaan informasi pasar yang praktis.

Sebagai informasi, NAVI merupakan platform unggulan Mirae Asset yang menyediakan ratusan produk reksa dana dari puluhan manajer investasi ternama di Indonesia.

Layanan ini dapat diakses melalui situs web maupun aplikasi ponsel pintar melalui tautan: http://masi.id/download-navi.

Dalam acara yang sama, Head of Investment Capital Asset Management, Wisnu Karto, menekankan bahwa selain likuiditas tinggi, Capital Optimal Cash juga unggul dalam kemudahan akses, dikelola oleh manajer investasi profesional, dan memberikan hasil investasi yang kompetitif.

"Selama setahun terakhir, imbal hasil atau return Capital Optimal Cash mencapai 4,36%, di atas deposito perbankan acuan 3,25%."

Sementara itu, kondisi pasar modal Indonesia di kuartal pertama 2025 tercatat mengalami tekanan cukup berat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.510 per 27 Maret 2025, atau turun sekitar 8% dibandingkan akhir tahun lalu, tepat sebelum libur Lebaran.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, mengungkapkan bahwa sepanjang kuartal pertama terjadi arus keluar dana asing dari pasar saham sebesar Rp30,3 triliun (US$1,8 miliar).

Tekanan tersebut berlanjut hingga April dengan foreign outflow tambahan sebesar Rp15,5 triliun (US$927 juta), yang tidak hanya berasal dari saham, tetapi juga pasar obligasi.

“Kondisi tersebut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap tantangan ekonomi global dan domestik.”

Tak hanya itu, instrumen Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga terkena tekanan jual. Data BI periode 8–10 April 2025 mencatat adanya arus keluar sebesar Rp10,5 triliun hanya dalam tiga hari perdagangan.

“Prospek pertumbuhan negara berkembang Asia diperkirakan stagnan hingga 2026, terutama karena perlambatan ekonomi di Tiongkok dan AS yang diperburuk oleh meningkatnya tensi perang dagang. Sementara di dalam negeri, investor masih meragukan pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%,” jelas Rully.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Turut hadir dalam acara Media Day tersebut, Head of Fund Services Mirae Asset Francisca Gerungan serta Head of Investment Capital Asset Management Wisnu Karto, yang bersama-sama memaparkan strategi investasi jangka pendek di tengah ketidakpastian pasar.

Kehadiran produk seperti Capital Optimal Cash membuktikan bahwa pelaku industri terus berinovasi memberikan solusi relevan untuk menjaga momentum investasi, meskipun pasar sedang bergejolak. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

‎Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji menilai gaya membalap menjadi bagian yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi kualifikasi dan balapan Moto2 Mandalika.
Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Artis indonesia, Kirana Larasati menjadi sorotan di tengah kasus dugaan penipuan emas. Hal tersebut menuai perhatian publik, berikut klarifikasinya.
Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Kementerian Transmigrasi bersama BP Batam dan instansi terkait mempercepat penataan permukiman di Tanjung Banon, Pulau Rempang. Pada tahap ini, pemerintah fokus membangun 350 unit rumah permanen bagi warga terdampak.
Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Ryan Giigs menilai gestur berpelukan tersebut sangat berbeda dengan budaya persaingan yang dirasakannya ketika masih aktif bermain.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT