News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Geber Teknologi Carbon Capture and Storage (CSS), IICCS Forum 2025 Bakal Kumpulkan Ratusan Pemain Karbon Global: RI Punya Potensi Menjanjikan

Melihat potensi besar Indonesia di sektor Carbon Capture and Storage (CCS), The 3rd IICCS Forum 2025 akan hadirkan ratusan pemain karbon global untuk membahas pengembangan teknologi CCS.
Senin, 21 April 2025 - 17:47 WIB
Executive Director Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) Belladonna Troxylon Maulianda dan Ketua Panitia Pelaksana The 3rd IICCS Forum 2025 Evan Lukas.
Sumber :
  • ICCSC

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia saat ini sedang mengebut transisi menuju ekonomi hijau melalui pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture and Storage (CCS).

Oleh karena itu, Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) akan mengumpulkan ratusan pemangku kepentingan global di sektor teknologi carbon capture and storage (CCS) melalui The 3rd International & Indonesia CCS Forum 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Acara berskala global yang puncaknya dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 8 Oktober 2025 itu, akan dihadiri lebih dari 100 pembicara terkemuka dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, industri, akademisi, dan investor akan turut ambil bagian dalam forum tersebut. 

Melalui forum ini, ICCSC berharap dapat mempercepat penerapan CCS sebagai pilar penting dalam menekan emisi karbon sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Melalui konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (21/4/2025), Executive Director ICCSC Belladonna Troxylon Maulianda menjelaskan bahwa forum ini digelar sebagai ajang strategis untuk mempertemukan para pemangku kepentingan lintas sektor dan negara. 

“CCS memiliki peran krusial dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung pencapaian target net-zero Indonesia. Melalui forum ini, kami ingin memperkuat kolaborasi global untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang pengembangan CCS,” ujar Belladonna.

Ia juga menyampaikan bahwa tema forum tahun ini, “Advancing Indonesia as a CCS Hub Leader in the Asia Pacific: Achieving Net Zero and Economic Growth”, akan menjadi cerminan dari semangat bersama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui energi bersih.

“Kami berharap acara ini dapat menghasilkan solusi inovatif dan rekomendasi kebijakan yang mendukung percepatan pengembangan CCS di Indonesia dan dunia,” tambahnya.

Potensi Menjanjikan RI di Sektor CCS

Belladonna menyampaikan, Indonesia mempunyai peluang bisnis selama 200 tahun dari penyimpanan karbon lintas negara atau carbon capture and storage (CCS) cross border.

Pasalnya, Indonesia digadang memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang cukup besar. Mengacu pada data Kementerian ESDM, RI memiliki potensi penyimpanan CO₂ mencapai 577,62 giga ton

Potensi itu dari depleted oil & gas reservoir sebesar 4,85 giga ton dan saline aquifer sebesar 572,77 giga ton.

Bahkan, jika hanya digunakan untuk menyimpan emisi domestik, potensi penyimpanan karbon Indonesia bisa bertahan hingga seribu tahun.

“Jika emisi domestik kita sekitar 600 juta ton per tahun, maka 600 giga ton potensi penyimpanan itu cukup untuk sekitar 1.000 tahun,” ujarnya.

Oleh karena itu, Belladonna optimistis potensi besar ini akan menciptakan multiplier effect yang signifikan, termasuk pembukaan lapangan kerja hijau hingga 170 ribu tenaga kerja per tahun.

“Kita juga bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan PDB. Menurut perhitungan kami, kontribusinya bisa mencapai 0,8% hingga 1%,” ujarnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, telah ada investasi untuk tiga proyek CCS yang rencananya akan beroperasi pada 2030, dengan nilai investasi total mencapai kurang lebih US$38 miliar.

“Investasi ini berasal dari perusahaan multinasional maupun nasional. Salah satunya adalah Exxon, yang akan membangun fabric tech global, yaitu pabrik petrokimia yang sejak hari pertama sudah terintegrasi dengan CCS,” terangnya.

Director of Indonesia Advocacy & Policy Development at ExxonMobil Low Carbon, Evan Lukas, memaparkan bahwa IICCS tahun ini akan diisi dengan berbagai kegiatan strategis, mulai dari diskusi panel tingkat tinggi, pameran teknologi, hingga sesi jejaring dengan para pelaku utama industri CCS.

“Forum ini tidak hanya menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga tempat lahirnya kemitraan strategis dan solusi inovatif untuk tantangan global dalam pengembangan CCS,” kata Evan yang juga Ketua Panitia Pelaksana The 3rd IICCS Forum 2025.

“Kami mengundang semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam forum ini. Bersama-sama, kita dapat membangun jaringan CCS hub regional menuju masa depan rendah karbon dan mendukung transisi energi,”* imbuhnya.

ICCSC meyakini bahwa forum ini akan menjadi pendorong penting dalam mengokohkan posisi Indonesia sebagai pusat jaringan CCS regional yang mampu mendekarbonisasi sektor industri berat, tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan energi nasional.

Di sisi lain, dukungan penuh juga telah datang dari pemerintah. Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Elen Setiadi, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan forum tersebut.

“Pemerintah mendukung penuh acara ini sebagai bagian dari upaya mencapai target energi transisi dan net-zero emission. CCS adalah salah satu kunci utama dalam transisi energi bersih di Indonesia,”* kata Elen.

Tak hanya menjadi ajang diskusi, The 3rd International & Indonesia CCS Forum 2025 juga membuka kesempatan bagi peserta untuk bertemu langsung dengan para pemimpin industri, pembuat kebijakan, dan pakar CCS dari berbagai negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pameran teknologi CCS terkini pun akan menjadi daya tarik utama, menampilkan berbagai inovasi mutakhir dari perusahaan-perusahaan global.

Intinya, ICCSC mengajak seluruh mitra strategis, asosiasi industri, perwakilan pemerintah, dan media untuk berpartisipasi aktif dalam forum yang bukan sekadar panggung bertukar pikiran, tetapi juga momentum untuk mengambil langkah nyata menuju masa depan energi yang bersih dan berkelanjutan. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Piala Dunia 2026: Reaksi Kecewa Pelatih Arab Saudi usai Dihancurkan Spanyol 4-0, Akui Timnya Kalah Kualitas

Piala Dunia 2026: Reaksi Kecewa Pelatih Arab Saudi usai Dihancurkan Spanyol 4-0, Akui Timnya Kalah Kualitas

Pelatih Arab Saudi, Georgios Donis, tak menutupi kekecewaannya usai kalah dari Spanyol 0-4 di Piala Dunia 2026. Ia mengakui The Green Falcons kalah kualitas.
Ramalan Karier 12 Zodiak Besok 23 Juni 2026: Leo Tampil Menonjol, Scorpio Siap Ambil Langkah Strategis

Ramalan Karier 12 Zodiak Besok 23 Juni 2026: Leo Tampil Menonjol, Scorpio Siap Ambil Langkah Strategis

Ramalan karier 12 zodiak besok, 23 Juni 2026: Leo tampil menonjol, Scorpio siap ambil langkah strategis, hingga Gemini bersinar lewat komunikasi.
Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Dedi Mulyadi Akui Punya Usaha Pertanian, Peternakan hingga Content Creator

Jadi Responden Sensus Ekonomi 2026, Dedi Mulyadi Akui Punya Usaha Pertanian, Peternakan hingga Content Creator

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui memiliki sejumlah usaha di berbagai sektor saat jadi responden dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Lewati Rekor Messi usai Bawa Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0

Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Lewati Rekor Messi usai Bawa Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0

Lamine Yamal mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Wonderkid Barcelona itu mengukir rekor baru saat membantu Spanyol menghancurkan Arab Saudi dengan skor 4-0
Bus TransJakarta Tabrak Pembatas Jalan di Depan Halte Cikoko, Jalan Sempat Macet Cukup Panjang

Bus TransJakarta Tabrak Pembatas Jalan di Depan Halte Cikoko, Jalan Sempat Macet Cukup Panjang

Dari video yang beredar di media sosial tampak bus Transjakarta mengalami kerusakan cukup parah, terutama bagian samping kiri mobil hancur. 
Melihat Kondisi Korban Sangat Memprihatinkan, Atalia Desak Polda Jabar Segera Ringkus Pelaku Penyekapan di Cileunyi

Melihat Kondisi Korban Sangat Memprihatinkan, Atalia Desak Polda Jabar Segera Ringkus Pelaku Penyekapan di Cileunyi

Salah satunya datang dari anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya. Ia mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut.

Trending

Terungkap, Penyebab Utama Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindah ke Rutan Polda Metro

Terungkap, Penyebab Utama Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipindah ke Rutan Polda Metro

Ihwal kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7, Jokowi, masih menjadi perhatian publik. Terutama terkaiat perkembangan soal nasib Roy Suryo & dokter Tifa
Korban Dugaan Perselingkuhan Lapor ke Mabes Polri dan DPR RI

Korban Dugaan Perselingkuhan Lapor ke Mabes Polri dan DPR RI

Muhamad Alan yang mengaku menjadi korban dari dugaan perkara perselingkuhan seorang pejabat daerah memilih melaporkan peristiwa tersebut ke Mabes Polri.
Detik-detik Belasan Oknum TNI-Polri Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam di Surabaya

Detik-detik Belasan Oknum TNI-Polri Terjaring Razia di Tempat Hiburan Malam di Surabaya

Baru-baru ini beredar terkait kabar detik-detik 14 oknum TNI-Polri terjaring razia atau Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib)  di THM, Surabaya, pada Sabtu
Dokter Tifa Ajukan Praperadilan ke Mahkamah Agung, Ramdansyah: Penangkapan Excessive Power

Dokter Tifa Ajukan Praperadilan ke Mahkamah Agung, Ramdansyah: Penangkapan Excessive Power

Usai ditetapkan tersangka dan ditangkap Podal Metro Jaya dalam kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Jokowi. Kini pihak Dokter Tifa mengajukan praperadilan
Ayah Wapres Gibran Ultah ke 65, Grace Natalie Temui Jokowi di Solo: Semoga Terus Diberikan Kesehatan

Ayah Wapres Gibran Ultah ke 65, Grace Natalie Temui Jokowi di Solo: Semoga Terus Diberikan Kesehatan

Ayah Wapres Gibran, yang juga mantan Presiden ke-7 Jokowi berulang thaun (ultah) ke 65, pada Minggu (21/6). Kemudian dari pantauan awak media, sejumlah politisi
Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Mencoba "Surat Sakti" Ala Askar

Namanya, Brigadir Jenderal Yahya Mussa’id Azzahroni. Dia adalah pemimpin tertinggi askar Masjidil Haram. Brigjen Yahya ini berperawakan seperti kebanyakan orang Arab lainnya: hidung mancung, berjenggot tipis, dan sedikit beruban.
Buntut Insiden Dishub Tarik Motor Ojol di Trotoar, Pemprov DKI Bakal Sediakan Lahan Parkir Khusus Ojek Online

Buntut Insiden Dishub Tarik Motor Ojol di Trotoar, Pemprov DKI Bakal Sediakan Lahan Parkir Khusus Ojek Online

Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan komunitas ojol dan pengelola gedung untuk membahas penyediaan ruang parkir bagi ojol di kawasan komersial, perkantoran.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT