News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saat LG Angkat Kaki dari Proyek Baterai EV Indonesia senilai Rp130 Triliun, Erick Thohir: Membuka Luas untuk Amerika Serikat

Erick Thohir memandang mundurnya LG dari proyek EV ratusan triliun rupiah tidak akan memengaruhi arah kebijakan nasional terkait pengembangan kendaraan listrik.
Selasa, 22 April 2025 - 20:24 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa keputusan LG untuk cabut dari proyek rantai pasok baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia tidak akan menghambat upaya pemerintah dalam membangun ekosistem industri tersebut.

Ia justru menyampaikan, proses percepatan pengembangan rantai nilai baterai EV akan terus dilanjutkan dengan berbagai mitra strategis lainnya yang masih aktif berkomitmen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan LG untuk mundur dari proyek EV ratusan triliun rupiah seolah dinilai tidak memengaruhi arah kebijakan nasional, khususnya dalam pengembangan kendaraan listrik yang tengah digarap secara menyeluruh.

"Ya tentu, keputusan dari LG tidak mengurangi percepatan kami mendorong pembangunan rantai pasok (supply chain) yang menguntungkan ekosistem di Indonesia," ujar Erick Thohir di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Erick tampak percaya diri bahwa Indonesia tetap melanjutkan kolaborasi dengan berbagai perusahaan global dalam membangun industri baterai EV.

Saat ini, kerja sama dengan Volkswagen (Jerman), perusahaan asal Tiongkok CBL, dan raksasa otomotif asal Amerika Serikat, Ford Motor, masih berjalan seperti biasa.

"Tinggal lahan yang memang tadinya Korea Selatan berkenan, kita bisa tawarkan lagi kepada berbagai pihak," kata Erick.

Erick menyebut, pemerintah tengah menjajaki peluang kerja sama baru dengan negara-negara lain. Sejumlah calon mitra potensial berasal dari Timur Tengah dan Asia Timur, seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Jepang, hingga Amerika Serikat.

"Dan juga tentu kita membuka luas kerja sama dengan Amerika Serikat, apalagi sedang ada pembicaraan bagaimana hubungan dagang Indonesia-Amerika. Kita terbuka, yang penting percepatan daripada momentum," ujar Erick.

Sebelumnya, konsorsium asal Korea Selatan yang dipimpin oleh LG resmi memutuskan mundur dari proyek pengembangan rantai pasok baterai EV senilai 11 triliun won atau setara Rp130,7 triliun.

Konsorsium itu terdiri dari beberapa perusahaan besar, yakni LG Energy Solution, LG Chem, LX International Corp, dan sejumlah mitra lainnya.

Mereka sebelumnya bekerja sama dengan pemerintah Indonesia serta perusahaan-perusahaan milik negara untuk menciptakan rantai nilai industri baterai yang menyeluruh.

Proyek tersebut, semula dirancang untuk mencakup seluruh proses produksi hulu ke hilir, mulai dari penyediaan bahan baku, pembuatan prekursor dan bahan katode, hingga produksi sel baterai.

Posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia awalnya memang dinilai sangat strategis dalam industri baterai EV global.

Namun demikian, salah satu pertimbangan utama batalnya investasi LG dan sejumlah mitra disebut-sebut karena adanya perubahan dinamika industri kendaraan listrik global, termasuk fenomena yang disebut sebagai "jurang EV", yakni perlambatan sementara dalam permintaan pasar EV.

"Mempertimbangkan kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah memutuskan untuk keluar dari proyek tersebut," kata seorang pejabat dari LG Energy Solution sebagaimana diberitakan Antara yang mengutip Kantor Berita Yonhap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Namun, kami akan melanjutkan bisnis kami yang ada di Indonesia, seperti pabrik baterai Hyundai LG Indonesia Green Power (HLI Green Power), usaha patungan kami dengan Hyundai Motor Group," katanya.

Meski begitu, keputusan LG untuk angkat kaki dari proyek rantai pasok EV dengan alasan tersebut perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah, utamanya karena terkait kepercayaan investor. (ant/rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

AI Bawa Risiko Ancaman Siber Semakin Nyata, Masyarakat Diminta Perkuat Literasi Digital

AI Bawa Risiko Ancaman Siber Semakin Nyata, Masyarakat Diminta Perkuat Literasi Digital

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya mendorong inovasi dan produktivitas, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam keamanan siber.
Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati Sudewo Memanas, Camat Blak-blakan soal Ancaman Copot hingga Nominal Mahar Jabatan Perangkat Desa

Sidang Bupati Pati nonaktif Sudewo mengungkap dugaan ancaman terhadap camat yang menolak pengisian perangkat desa. Saksi juga menyebut adanya syarat uang hingga ratusan juta.
Kurangi Ketergantungan APBN, ATI Dorong Peran Swasta Ikut Pembiayaan Pembangunan Jalan Tol

Kurangi Ketergantungan APBN, ATI Dorong Peran Swasta Ikut Pembiayaan Pembangunan Jalan Tol

Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) mendorong peran besar sektor swasta dalam upaya mengurangi ketergantungan pembangunan jalan tol terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

BAKTI Komdigi mulai menyiapkan strategi keluar (exit strategy) dari sejumlah wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang telah memiliki tingkat kematangan konektivitas tertentu.
Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Upaya Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, diprediksi menghadapi jalan yang tidak mudah. Apa alasannya?
Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo rampung, namun penyebab kematiannya belum terungkap. Dokter forensik masih menunggu hasil histopatologi, toksikologi dan DNA.

Trending

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Babak Baru Konflik Ruben Onsu Vs Sarwendah, Minta Audit Nafkah Anak: Masuk Akal Gak di Bawah Umur Pengeluaran Rp200 Juta?

Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, pihak Ruben meminta dilakukan audit terhadap uang nafkah anak yang selama ini disalurkan ke Sarwendah.
Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Idap HIV, Pelaku Mutilasi Depok Rutin Kontrol hingga Ikut Kajian

Fakta baru ditemukan dalam kasus mutilasi Depok. Fakta barunya, yakni pelaku mengidap HIV. Selama ini dia rutin kontrol dan membeli obat.
Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Pengembalian Uang Raja Juli Kurang 2.000 Dolar Singapura, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan dan Kapolres Kuansing

Uang yang dikembalikan Raja Juli ke KPK ternyata kurang 2.000 dolar Singapura. Padahal, pemberian amplop dari Suhardiman kepada Menhut sebesar 14.000 Dolar Singapura.
Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

Pemerintah Dorong Wilayah 3T Lepas dari Ketergantungan Program Internet Bersubsidi

BAKTI Komdigi mulai menyiapkan strategi keluar (exit strategy) dari sejumlah wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang telah memiliki tingkat kematangan konektivitas tertentu.
Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin, Jasaraharja Putera Tinjau Kondisi Korban

Insiden kebakaran melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, pada Rabu (12/8/2026).
Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Praktisi Hukum Prediksi Ruben Onsu Sulit Rebut Hak Asuh Anak, Soroti Bukti yang Dibawa ke Pengadilan

Upaya Ruben Onsu untuk mendapatkan hak asuh anak dari mantan istrinya, Sarwendah, diprediksi menghadapi jalan yang tidak mudah. Apa alasannya?
Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo Belum Ungkap Penyebab Kematian, 3 Tes Laboratorium Jadi Penentu

Ekshumasi Sutrimo rampung, namun penyebab kematiannya belum terungkap. Dokter forensik masih menunggu hasil histopatologi, toksikologi dan DNA.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT