GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hadapi Era Perang Dagang, Kadin dan Kemenlu Dorong 31 Dubes Baru Cari Alternatif Pasar Ekspor

Ketum Kadin Anindya Bakrie mengatakan dalam era perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang belum dapat diprediksi, sehingga Indonesia perlu mencari alternatif pasar.
Jumat, 25 April 2025 - 22:45 WIB
Ketum Kadin Anindya Novyan Bakrie dalam acara sosialisasi 31 Dubes, Menara Kadin, Jakarta Pusat, Kamis (24/4/2025).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menggelar acara sosialisasi bersama 31 duta besar yang baru dilantik guna berbagi pandangan mengenai kepentingan dunia usaha dalam kaitannya dengan tugas para Dubes tersebut di negara tempat mereka bertugas.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie mengatakan dalam era perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang belum dapat diprediksi akan berapa lama berdampak pada Indonesia, sehingga Indonesia perlu mencari keseimbangan dan alternatif pasar lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nah, itulah alasan Indonesia ingin bergabung dengan BRICS (Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan), OECD (Organization for Economic Cooperation and Development), dan lain-lain," ujar Anin sapaan akrabnya di Menara Kadin Indonesia, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 24 April 2025.

Anin menegaskan bahwa ke-31 negara tempat masing-masing Dubes itu akan bertugas, nantinya akan menjadi suatu outlet bagi pemerintah Indonesia untuk berdagang dan menangkap peluang investasi.

"Pasar alternatif secara kasat mata tentunya akan lebih baru buat teman-teman Indonesia. Tapi kalau negara lain, apalagi kalau negara tetangga di ASEAN juga berkiprah, maka kita mesti melihat apa yang kita bisa lakukan," kata Anin.

Dalam sosialisasi ini, turut hadir pula sejumlah perusahaan asli Indonesia seperti Indofood, Mayora, dan lain sebagainya, yang selama ini telah memiliki pangsa pasarnya masing-masing di luar negeri.

Mereka, lanjut dia, mempresentasikan keunggulan dan kekuatan produk-produk yang dijual di negara-negara luar, guna memberikan gambaran soal soft power yang dimiliki Indonesia dari hal-hal semacam itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi kami di Kadin tentu senang bisa berbagi, dan supaya gayung bersambut. Karena untuk mendapatkan investasi pada saat ini butuh kerja keras. Supaya ujungnya bisa membawa 8 persen (pertumbuhan) ekonomi, masyarakat happy, dan lebih sejahtera," ujar Anin.

"Dan juga pada saat ini kita justru melihat bahwa di (perang dagang) Trump 2.0 ini, kalau kita pandai, mungkin sekitar 1,5 tahun ini akan ada transisi, mesti ada adjustment. Tapi ujungnya kita punya kesempatan untuk bisa menyalip dalam tikungan," pungkasnya. (rpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gempa Sekuat 5,9 M di Manado, Diakibatkan Aktivitas Lempeng Laut Maluku

Gempa Sekuat 5,9 M di Manado, Diakibatkan Aktivitas Lempeng Laut Maluku

Gempa sekuat 5,9 M yang mengguncang wilayah Kota Manado - sekitarnya pada Jumat pagi, diakibatkan oleh aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku.
Kebakaran Hebat Hanguskan Ruko Travel Haji dan Toko Oleh-Oleh di Mojoagung Jombang, Kerugian Capai Rp250 Juta

Kebakaran Hebat Hanguskan Ruko Travel Haji dan Toko Oleh-Oleh di Mojoagung Jombang, Kerugian Capai Rp250 Juta

Kebakaran hebat melanda sebuah rumah toko (ruko) di Dusun Mojolegi, Desa Mojolegi, Kecamatan Mojoagung, Kamis (21/5/2026) sore. Kerugian ditaksir Rp250 juta.
Bekali Keterampilan Wastra, Dekranas Gelar Bimtek bagi UMKM Alor

Bekali Keterampilan Wastra, Dekranas Gelar Bimtek bagi UMKM Alor

Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian secara resmi menutup Bimtek Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang wastra, Selasa (19/5/2026). 
Penuhi Bahan Baku Kosmetik Global, Bontang Siap Produksi Asam Lemak

Penuhi Bahan Baku Kosmetik Global, Bontang Siap Produksi Asam Lemak

Asam lemak (fatty acid) yang merupakan bahan baku penting pembuatan industri manufaktur mulai kosmetik, sabun, detergen, plastik, tekstil, pelumas, hingga produk perawatan pribadi, akan diproduksi.
Rupiah Masih Melemah di Rp 17.700, Investor Waspadai Risiko Pengetatan Aturan Ekspor SDA via DSI

Rupiah Masih Melemah di Rp 17.700, Investor Waspadai Risiko Pengetatan Aturan Ekspor SDA via DSI

Kehati-hatian juga meningkat menjelang data neraca transaksi berjalan kuartal I-2026 yang akan dirilis Jumat, menyusul defisit kuartal IV-2025 yang didorong oleh kesenjangan harga minyak yang lebih lebar. 
IHSG Dibuka Anjlok 1,64 Persen ke Level 5.995 Jumat Pagi, Bursa Asia dan Wall Street Menguat

IHSG Dibuka Anjlok 1,64 Persen ke Level 5.995 Jumat Pagi, Bursa Asia dan Wall Street Menguat

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tanpa sengaja bertemu dua remaja yang mengalami luka akibat kecelakaan di Lembang, Bandung Barat dan dilarikan ke rumah sakit
Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Model atau MUA Ansy Jan De Vries menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, pada Kamis (21/5) terkait kebohongan soal dirinya menjadi korban begal hingga mengalami luka bacok di kepala.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT