News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cara Menggunakan AI agar Hasilnya Tak Memalukan saat Dipresentasikan, Praktisi Sebut Jangan Asal Generate!

Membuat presentasi berbasis AI terkadang kurang memuaskan, meski telah secara praktis didukung oleh kecanggihan kecerdasan buatan. Ternyata, salah satu masalah utamanya adalah kerangka perintah itu sendiri.
Senin, 17 November 2025 - 14:28 WIB
Praktisi AI sekaligus Guest Lecturer di Leiden University, Putu Hadi Purnama Jati, menjelaskan cara menggunaan AI secara tepat.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Pemanfaatan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) kini kian marak karena dianggap sebagai solusi cepat saat seseorang harus menyiapkan materi presentasi dalam waktu singkat.

Beragam platform seperti Canva, Gamma, hingga Beautiful.ai menawarkan pembuatan slide instan yang dianggap dapat memangkas waktu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, kenyataannya banyak pengguna justru kecewa karena slide yang dihasilkan tampak acak, tata letaknya tidak konsisten, dan pesan utamanya tidak tersampaikan. Situasi ini sering berujung pada pekerjaan tambahan dan keluhan yang sama: “AI kok gini amat?”

Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan tentang apa sebenarnya yang membuat hasil presentasi berbasis AI kurang memuaskan, meski teknologinya berkembang pesat. Pertanyaan itu pula yang kerap muncul di berbagai forum pengguna AI.

Terkait hal itu, Hadi Purnama Jati selaku praktisi AI  sekaligus Guest Lecturer di Leiden University, menyampaikan bahwa penyebab utama kualitas presentasi AI kerap mengecewakan bukan terletak pada aplikasinya.

“Masalahnya bukan pada tools-nya, tapi cara kita berpikir sebelum pakai AI,” ujar Mas Jati tegas, Jumat (14/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa banyak pengguna masih beranggapan AI adalah jalan pintas. Padahal, teknologi tersebut tetap membutuhkan arahan yang rinci, konteks yang kuat, dan struktur materi yang disiapkan sejak awal.

“AI itu cuma alat bantu mikir, bukan pengganti kepala kamu. Kalau kamu nggak tau siapa audiensmu, apa pesan utamamu, atau bagaimana alur yang bikin audiens betah, maka AI cuma bisa ngasih slide yang cepat, tapi kosong,” ungkap Mas Jati.

Pengalaman Hadi dalam melatih berbagai institusi besar memperlihatkan kecenderungan serupa, yang mana pengguna sering langsung menekan tombol generate tanpa menyiapkan kerangka berpikir terlebih dahulu.

Dari kondisi inilah ia mengembangkan sebuah framework presentasi yang kemudian ia ajarkan melalui Jagoprompt dan sejumlah workshop.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ide dasarnya adalah mengajari AI, memahami konteks secara spesifik. Bukan sekadar ‘buatin slide tentang marketing,’ tetapi ‘buatin slide buat Pak Direktur yang demen data, presentasi 10 menit, tone serius tapi nggak kaku,’” jelasnya.

Framework tersebut kini dibuka untuk publik melalui webinar AI Presentation Magic, yang menampilkan sesi demo langsung.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT