Meski Memiliki Cadangan Minyak Terbesar di Dunia, Krisis di Venezuela Belum Dorong Kenaikan Harga Minyak, Ekonom: Belum Ada Bonanza!
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com -Gejolak politik di Venezuela belum berdampak signifikan terhadap pergerakan harga minyak dunia. Tanpa tanda tanda rebound. harga minyak mentah masih berada di level rendah dengan koreksi mencapai 22 persen dalam satu tahun terakhir. Ekonom yang juga Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai gejolak geopolitik biasanya tercermin dari peralihan minat investor ke dolar AS sebagai aset aman (safe haven).
Meskipun Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, Bhima menyebut kondisi geopolitik yang biasanya memicu lonjakan harga komoditas energi kali ini belum tercermin di pasar global.
“Indeks dolar AS terhadap mata uang lain masih fluktuatif di level 98. Belum terlihat kepanikan investor global karena kejadian di Venezuela,” ujar Bhima.
Lebih lanjut, Bhima menilai imbas terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia juga relatif kecil.
Krisis di Venezuela, menurutnya, belum memicu bonanza atau lonjakan harga komoditas global, sehingga Indonesia tidak bisa mengandalkan tambahan penerimaan dari ekspor minyak, gas, batu bara, dan nikel hingga akhir 2026.
Krisis politik Venezuela semakin memanas setelah serangan militer Amerika Serikat terhadap instalasi sipil dan militer pada Sabtu (3/2) dini hari menimbulkan ledakan besar di sejumlah negara bagian.
Pemerintah Venezuela kemudian menetapkan keadaan darurat nasional.
Presiden AS Donald Trump membenarkan pihaknya melakukan serangan dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, yang langsung dibawa ke AS.
Trump menyatakan pemerintahannya akan sementara memimpin Venezuela hingga transisi kekuasaan berlangsung. Ia juga mengumumkan rencana investasi miliaran dolar oleh perusahaan minyak AS untuk memulihkan produksi minyak di negara Amerika Selatan tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia menyerukan agar semua pihak mengedepankan dialog, menahan diri, serta mematuhi hukum internasional.(ant)
Load more