IHSG Ditutup Menguat ke Level 8.936, Sentimen Global dan Optimisme Domestik Jadi Penopang
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Jumat sore dengan penguatan, ditopang kombinasi sentimen positif dari dalam negeri maupun global. Pergerakan IHSG yang konsisten di zona hijau sejak pembukaan mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi ke depan.
IHSG ditutup menguat 11,28 poin atau 0,13 persen ke posisi 8.936,75. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut naik 0,40 poin atau 0,05 persen ke level 868,02.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus atau Nico, menilai penguatan IHSG didukung oleh kombinasi sentimen eksternal dan internal yang cukup solid. Menurutnya, pelaku pasar merespons positif berbagai data ekonomi yang memberi sinyal pemulihan daya beli dan stabilitas ekonomi.
“Sentimen eksternal dan internal menopang laju IHSG,” ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.
Sentimen Global Dorong Bursa Asia
Dari mancanegara, mayoritas bursa saham di kawasan Asia bergerak menguat. Salah satu sentimen utama datang dari Jepang, setelah data menunjukkan pengeluaran rumah tangga pada November 2025 meningkat secara tak terduga. Kenaikan ini memunculkan optimisme bahwa konsumsi domestik Jepang mulai pulih, sekaligus memberi sentimen positif bagi pasar regional.
Dari China, Biro Statistik Nasional merilis data inflasi Desember 2025 yang menunjukkan perbaikan. Inflasi tahunan tercatat sebesar 0,8 persen, sementara secara bulanan mencapai 0,2 persen, berbalik arah dari penurunan 0,1 persen pada bulan sebelumnya. Data ini dinilai mencerminkan mulai pulihnya permintaan domestik dan membaiknya daya beli masyarakat di Negeri Tirai Bambu.
Di sisi lain, investor global masih bersikap hati-hati sambil menanti rilis laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) periode Desember 2025. Data tersebut dinilai krusial untuk membaca kondisi pasar tenaga kerja dan arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve.
Pelaku pasar juga mencermati potensi putusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas kebijakan tarif yang diberlakukan pada era pemerintahan Presiden Donald Trump. Putusan tersebut berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan global dan sentimen pasar keuangan.
Optimisme Konsumen Jadi Penopang Domestik
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari laporan Bank Indonesia (BI) terkait Indeks Keyakinan Konsumen (IKK). Pada Desember 2025, IKK tercatat di level 123,5, yang menunjukkan konsumen tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi.
Capaian ini mencerminkan keyakinan masyarakat terhadap stabilitas ekonomi nasional serta efektivitas kebijakan fiskal pemerintah dalam menjaga daya beli dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Optimisme konsumen tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan IHSG di tengah ketidakpastian global.
Pergerakan Sektoral dan Saham Unggulan
Sejak dibuka menguat, IHSG mampu bertahan di zona positif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks kembali bergerak stabil di teritori hijau hingga akhir perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, mayoritas sektor mencatatkan penguatan. Sembilan sektor ditutup di zona hijau, dengan sektor barang konsumen non primer memimpin penguatan sebesar 3,30 persen. Disusul sektor barang baku yang naik 2,38 persen dan sektor properti yang menguat 2,18 persen.
Sementara itu, dua sektor tercatat melemah. Sektor infrastruktur menjadi yang tertekan paling dalam dengan penurunan 1,40 persen, diikuti sektor keuangan yang turun 1,07 persen.
Untuk saham individual, sejumlah emiten mencatatkan kenaikan signifikan. Saham-saham yang menguat terbesar antara lain:
-
KOCI
-
HILL
-
APLN
-
PPRE
-
MINA
Adapun saham-saham yang mengalami penurunan terdalam meliputi OPMS, CRSN, SMLE, ISMKM, dan MBSS.
Aktivitas Perdagangan dan Bursa Regional
Aktivitas perdagangan saham terbilang ramai. Frekuensi transaksi mencapai 3.468.511 kali, dengan total volume perdagangan sebanyak 57,02 miliar lembar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp27,45 triliun.
Secara keseluruhan, sebanyak 359 saham menguat, 318 saham melemah, dan 137 saham stagnan.
Di kawasan regional, bursa Asia kompak menguat pada penutupan sore hari. Indeks Nikkei melonjak 822,59 poin atau 1,61 persen ke level 51.939,89. Indeks Hang Seng naik 82,47 poin atau 0,32 persen ke 26.231,78, indeks Shanghai menguat 37,45 poin atau 0,92 persen ke 4.120,43, sementara indeks Strait Times naik 5,90 poin atau 0,12 persen ke posisi 4.744,66. (ant/nsp)
Load more