Saham SMDR Mulai Bangkit, Masih Murah dan Direkomendasikan Trading Buy
- Antara
Prospek Industri Pelayaran 2026
Sementara itu, PintarSaham.id memproyeksikan industri pelayaran akan menghadapi dinamika yang lebih menantang sekaligus menarik sepanjang tahun 2026. Ketidakpastian global, pergerakan harga komoditas, serta arus perdagangan internasional diperkirakan masih akan memengaruhi kinerja sektor ini.
Namun, emiten pelayaran dengan model bisnis terdiversifikasi dinilai memiliki daya tahan yang lebih baik. Salah satunya adalah Samudera Indonesia.
SMDR memiliki portofolio usaha yang cukup lengkap, mulai dari:
-
Kapal kontainer
-
Kapal curah
-
Jasa pelabuhan
-
Logistik terintegrasi
Model bisnis yang tidak bergantung pada satu jenis muatan dinilai mampu menghasilkan arus kas yang lebih stabil, terutama di tengah fluktuasi volume perdagangan global.
Kinerja Keuangan Masih Solid
Dari sisi kinerja keuangan, Samudera Indonesia juga mencatatkan hasil yang cukup kuat. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025 (9M2025), SMDR membukukan:
-
Pendapatan jasa (omzet): US$ 571,55 juta
-
Setara sekitar Rp 9,52 triliun
-
-
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk:
-
US$ 43,08 juta
-
Setara sekitar Rp 718,1 miliar
-
Capaian tersebut mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga profitabilitas di tengah kondisi industri yang dinamis.
Dengan valuasi yang masih murah, likuiditas perdagangan yang tinggi, serta prospek industri yang tetap menjanjikan, saham SMDR dinilai masih menarik untuk dicermati, terutama bagi trader jangka pendek maupun investor yang mengincar saham berbasis fundamental solid.
Namun demikian, pelaku pasar tetap disarankan mencermati sentimen global dan pergerakan teknikal, mengingat sektor pelayaran cukup sensitif terhadap dinamika ekonomi internasional. (nsp)
Load more