Multiplier Effect Proyek Kilang Balikpapan, UMKM hingga Tenaga Kerja Langsung Ikut Terangkat
- Pertamina
Jakarta, tvOnenews.com - Pembangunan Infrastruktur Energi Terintegrasi di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, menjadi salah satu komitmen pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) untuk menghadirkan dampak berganda bagi perekonomian nasional.
Proyek dari hulu hingga hilir ini mencakup Pipa Gas Senipah, fasilitas tangki penyimpanan besar di Lawe-lawe, Crude Distillation Unit (CDU), fasilitas RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) Complex, serta Terminal BBM Tanjung Batu yang disiapkan sebagai penopang distribusi energi kawasan Indonesia Timur.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa keberadaan proyek strategis nasional di Kalimantan Timur memberikan kontribusi signifikan terhadap pembukaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Pada tahap konstruksi, proyek ini telah menyerap sekitar 24 ribu tenaga kerja, yang mayoritas merupakan tenaga kerja dalam negeri. Sementara pada fase operasional, kilang Balikpapan diperkirakan melibatkan sekitar 2.000 tenaga kerja secara langsung, serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja tidak langsung di berbagai sektor pendukung.
“Proyek yang dibangun dan dikembangkan Pertamina tidak hanya berfokus pada penguatan ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan multiplier effect yang nyata bagi masyarakat,” kata Baron, Kamis (15/1/2026).
Ia menambahkan, keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok proyek, penyediaan jasa pendukung, serta kebutuhan logistik dan konsumsi selama masa pembangunan dan operasional turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur secara luas.
Selain memperkuat pasokan energi, proyek tersebut turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Dampak ini dirasakan langsung oleh Yanti, pemilik warung makan di sekitar area kilang. Warung yang menyajikan menu rumahan itu setiap hari melayani para pekerja proyek.
Selama masa pembangunan, jumlah pelanggan meningkat dan pendapatan yang diperoleh mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, kita bersyukur. Untuk sehari-hari perputaran ada. Mudah-mudahan pekerja Pertamina, Pertamina Hulu Mahakam, dan yang makan siang tetap bisa datang ke warung sekitar sini walau proses pembangunan telah selesai,” harap Yanti.
Manfaat serupa juga dialami pelaku UMKM lainnya, seperti Ibu Tuti, pemilik Warung Kube Mandiri di Mekar Sari, Kalimantan Timur. Ia menyebut aktivitas usahanya meningkat signifikan, terutama saat jam makan siang ketika pekerja proyek memadati warungnya.
“Makan siang ramai sekali, kadang tempat duduknya juga kurang. Lumayan sekali ada proyek itu dan sangat membantu. Harapannya proyek bisa terus berjalan sehingga yang makan semakin banyak,” ujarnya.
Pengalaman para pelaku usaha tersebut mencerminkan bahwa pembangunan Infrastruktur Energi Kilang Balikpapan turut menggerakkan perekonomian daerah, khususnya melalui peningkatan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar proyek.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina juga menjaga realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di kisaran 35 persen. Kebijakan tersebut mencerminkan keberpihakan terhadap industri nasional, baik manufaktur maupun jasa, agar mampu tumbuh seiring proyek strategis negara. Optimalisasi TKDN diharapkan memperkuat ekosistem industri dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing nasional. (rpi)
Load more