News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemerintah Tuntaskan 4.263 Huntara Pascabencana di Sumatera, Ini Rinciannya

Pemerintah menuntaskan 4.263 unit huntara pascabencana di Sumatera. Simak progres pembangunan di Aceh, Sumut, Sumbar, serta penyaluran Dana Tunggu Hunian.
Minggu, 1 Februari 2026 - 08:52 WIB
Korban Bencana di Aceh Tamiang Sudah Tinggal di Hunian Sementara (Huntara).
Sumber :
  • Dokumentasi BPMI Istana Negara

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera telah merampungkan pembangunan sebanyak 4.263 unit hunian sementara (huntara). Jumlah tersebut setara sekitar 24 persen dari total rencana pembangunan huntara di tiga provinsi terdampak bencana yang mencapai 17.499 unit.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan kebutuhan huntara terbesar. Dari total 15.934 unit huntara yang direncanakan, hingga akhir Januari 2026 sebanyak 3.248 unit telah selesai dibangun atau sekitar 20 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pembangunan huntara ini tersebar di sejumlah kabupaten dan kota yang terdampak banjir, banjir bandang, serta tanah longsor,” ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Selain Aceh, progres pembangunan huntara juga tercatat di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Di Sumatera Utara, pemerintah telah menyelesaikan 539 unit huntara dari total target 947 unit, atau sekitar 57 persen. Sementara itu, Sumatera Barat mencatat capaian tertinggi secara persentase, dengan 476 unit huntara rampung dari total 618 unit yang direncanakan, atau sekitar 77 persen.

Perbedaan capaian pembangunan huntara antarprovinsi tersebut, menurut Tito, dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari besarnya kebutuhan di masing-masing daerah, kesiapan lahan, hingga akses logistik ke wilayah terdampak. Meski demikian, pemerintah memastikan percepatan pembangunan terus dilakukan secara merata di seluruh wilayah yang terdampak bencana.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan pembangunan huntara berjalan cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar kelayakan hunian sementara,” ujarnya.

Percepatan pembangunan huntara dilakukan melalui kolaborasi antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, TNI/Polri, BUMN, serta mitra nonpemerintah dan lembaga filantropi. Kolaborasi ini ditujukan agar proses pembangunan dapat berlangsung efektif sekaligus menjamin kualitas hunian sementara yang layak bagi masyarakat terdampak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain pembangunan fisik huntara, pemerintah juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama masa transisi menuju hunian tetap. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi keluarga yang belum dapat menempati huntara maupun hunian tetap.

Bantuan DTH diberikan sebesar Rp600.000 per bulan per kepala keluarga untuk jangka waktu tiga bulan. Hingga akhir Januari 2026, tercatat sebanyak 5.448 kepala keluarga telah menerima DTH dari total 18.043 keluarga terdampak di tiga provinsi, atau sekitar 30 persen.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT