Bitcoin Terjun ke US$60.000, Harga BTC Hari Ini Terlemah Sejak Trump Terpilih
- antara
Bitcoin Terlemah Sejak Oktober 2024
Level harga bitcoin hari ini menjadi perhatian karena menandai posisi terendah sejak Oktober 2024, satu bulan sebelum Donald Trump memenangkan Pilpres AS. Saat itu, Trump sempat menyampaikan dukungan terhadap pengembangan aset kripto dalam kampanye politiknya, yang memicu optimisme pasar.
Namun, sejak mencapai puncak pada awal Oktober lalu, Bitcoin justru mengalami koreksi berkelanjutan. Secara mingguan, Bitcoin diperkirakan mencatatkan penurunan sekitar 16 persen. Sementara secara year-to-date, harga Bitcoin sudah terkoreksi sekitar 27 persen.
Tekanan juga terlihat pada aset kripto lainnya. Ether, mata uang kripto terbesar kedua di dunia, sempat anjlok ke level terendah dalam 10 bulan di US$1.751,94 sebelum rebound ke US$1.891,27. Namun, secara mingguan Ether tetap mencatat penurunan sekitar 17 persen dan turun sekitar 36 persen sepanjang tahun berjalan.
Kapitalisasi Pasar Kripto Susut Tajam
Pelemahan harga BTC hari ini ikut menyeret total nilai pasar kripto global. Data CoinGecko menunjukkan kapitalisasi pasar kripto telah menyusut sekitar US$2 triliun sejak mencapai puncaknya di US$4,379 triliun pada awal Oktober.
Dalam satu bulan terakhir saja, lebih dari US$1 triliun nilai pasar kripto menguap. Kondisi ini mempertegas tekanan berat yang dialami sektor aset digital, seiring investor menarik dana dari instrumen berisiko di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Analis Deutsche Bank mencatat bahwa arus keluar dana dari produk investasi kripto juga meningkat signifikan. ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar lebih dari US$3 miliar pada Januari, setelah sebelumnya mengalami outflow sekitar US$2 miliar pada Desember dan US$7 miliar pada November.
Sentimen Investor Terhadap Bitcoin Mendingin
Melemahnya harga BTC hari ini juga menandakan mendinginnya sentimen investor terhadap aset digital. Reli kripto yang sempat terjadi pada paruh pertama tahun lalu kini tertahan oleh tekanan likuiditas global, ketidakpastian kebijakan moneter, serta koreksi di pasar saham teknologi.
Sejumlah pelaku pasar menilai Bitcoin kini kembali diuji sebagai aset lindung nilai alternatif. Namun, koreksi tajam menunjukkan bahwa kripto masih sangat sensitif terhadap pergerakan aset berisiko lainnya.
Load more