IHSG Ngegas di Awal Pekan! Pasar Menanti Arah Baru Tarif AS, Investor Mulai Kembali Akumulasi
- istimewa - antaranews
Kewajiban Free Float Jadi Sentimen Tambahan
Selain faktor global, pasar juga mencermati kebijakan otoritas yang mewajibkan 267 emiten meningkatkan porsi saham beredar di publik (free float) dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
Kebijakan ini dinilai dapat:
-
Meningkatkan likuiditas perdagangan saham
-
Memperdalam pasar keuangan domestik
-
Mendorong transparansi dan tata kelola emiten
-
Menarik lebih banyak investor institusi global
Namun dalam jangka pendek, penyesuaian tersebut berpotensi memicu volatilitas karena adanya aksi korporasi dari perusahaan yang harus memenuhi ketentuan baru.
Data Ekonomi AS Jadi Penentu Arah Selanjutnya
Dari sisi makroekonomi, sejumlah indikator AS menunjukkan perlambatan. Produk domestik bruto (PDB) AS tercatat hanya tumbuh 1,4 persen pada kuartal IV-2025, turun dari 4,4 persen pada kuartal sebelumnya.
Di sisi lain, inflasi berbasis Personal Consumption Expenditures (PCE) justru naik menjadi 2,9 persen secara tahunan pada Desember 2025.
Kombinasi pertumbuhan melambat dan inflasi yang masih tinggi menciptakan dilema kebijakan moneter, yang pada akhirnya memengaruhi arus modal global ke negara berkembang seperti Indonesia.
Bursa Global Kompak Menguat, Asia Bergerak Variatif
Pada penutupan akhir pekan lalu, mayoritas bursa saham Eropa dan Wall Street mencatatkan penguatan. Indeks-indeks utama menunjukkan optimisme investor terhadap meredanya ketegangan tarif dan peluang stabilisasi ekonomi global.
Namun pergerakan bursa Asia pada Senin pagi terlihat lebih beragam. Sebagian indeks mengalami pelemahan akibat aksi ambil untung, sementara lainnya menguat mengikuti sentimen global.
Variasi ini menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase penyesuaian terhadap arah kebijakan ekonomi dunia.
Investor Mulai Kembali Selektif Masuk Pasar
Penguatan IHSG di awal pekan mencerminkan strategi investor yang mulai kembali melakukan akumulasi, terutama pada saham berfundamental kuat yang sebelumnya tertekan sentimen eksternal.
Pelaku pasar kini cenderung:
-
Memilih saham berbasis kinerja dan valuasi
-
Menghindari sektor dengan sensitivitas tinggi terhadap gejolak global
-
Memanfaatkan koreksi sebagai momentum masuk bertahap
Jika stabilitas global terus terjaga, IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan dengan dukungan aliran dana asing dan perbaikan sentimen risiko.
Load more