Saham BNBR Tiba-Tiba Ngebut, Terbang 25% Usai Laba Melejit dan Keluar dari Papan Pantauan
- SCMP
Jakarta, tvOnenews.com — Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mendadak menjadi sorotan pasar. Pada perdagangan Kamis, saham BNBR melonjak tajam 25,47 persen atau naik Rp41 ke level Rp202 per saham hingga pukul 11.00 WIB. Lonjakan ini terjadi di tengah kabar kinerja keuangan yang melonjak signifikan serta keluarnya BNBR dari papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia.
Pergerakan agresif saham BNBR tak lepas dari laporan laba bersih perseroan yang melonjak sepanjang 2025. BNBR mencatat laba bersih Rp502,74 miliar, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp336,04 miliar. Kenaikan laba ini langsung tercermin pada peningkatan laba per saham (EPS), yang menjadi salah satu indikator utama yang dicermati investor.
Keluar dari Papan Pantauan, Sentimen Saham Menguat
Lonjakan harga saham BNBR juga sejalan dengan keputusan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang resmi mengeluarkan saham BNBR dari papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme full call auction (FCA) mulai perdagangan pagi ini.
Keluarnya BNBR dari papan tersebut menjadi sinyal positif bagi pasar. Saham yang sebelumnya berada dalam pengawasan ketat kini kembali diperdagangkan secara normal, membuka ruang likuiditas yang lebih luas dan mendorong minat beli investor.
Pasar menilai, kombinasi antara perbaikan kinerja laba dan normalisasi status perdagangan menjadi katalis kuat yang memicu lonjakan harga saham dalam waktu singkat.
Laba Naik, Tapi Pendapatan Turun
Menariknya, lonjakan laba BNBR tidak sepenuhnya ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional. Berdasarkan laporan kinerja keuangan yang dirilis di BEI, pendapatan perseroan justru turun tipis menjadi Rp3,74 triliun pada 2025, dibandingkan Rp3,86 triliun pada tahun sebelumnya.
Tekanan juga terlihat pada laba usaha yang melemah signifikan dari Rp282,87 miliar menjadi Rp116,86 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa kinerja operasional inti BNBR belum sepenuhnya pulih.
Namun, pasar menaruh perhatian pada komponen lain yang menjadi penopang utama laba bersih perseroan tahun ini.
Faktor Kunci: Keuntungan Non-Operasional
Lonjakan laba BNBR terutama didorong oleh dua pos non-operasional yang nilainya sangat besar. Pertama, keuntungan dari pengukuran kembali atas kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya senilai Rp422,37 miliar. Kedua, keuntungan dari pembelian dengan diskon (bargain purchase) yang mencapai Rp320,12 miliar.
Load more