IHSG Ambruk Jelang Cuti Bersama Lebaran 2026, Ini Deretan Saham yang Layak Diborong Saat Diskon
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam menjelang periode cuti bersama Lebaran 2026. Pada penutupan perdagangan Jumat (13/3/2026), IHSG tercatat anjlok 3,05 persen ke level 7.137,21.
Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa pasar sedang berada dalam tekanan, baik dari sentimen global maupun domestik. Menjelang cuti bersama Lebaran 2026, banyak investor memilih keluar dari pasar sehingga tekanan jual semakin besar.
Namun di balik pelemahan IHSG, kondisi ini justru membuka peluang bagi investor untuk memburu saham-saham potensial dengan harga diskon.
Tekanan Pasar Dipicu Sentimen Global
Pelemahan IHSG tidak terjadi tanpa sebab. Sentimen global menjadi faktor utama, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kekhawatiran terhadap potensi serangan terhadap fasilitas minyak Iran serta lonjakan inflasi di Amerika Serikat membuat pasar global ikut tertekan.
Dampaknya, aliran dana asing keluar dari pasar saham Indonesia. Tercatat, investor asing melakukan net sell Rp221,84 miliar di pasar reguler.
Tekanan ini semakin terasa menjelang cuti bersama Lebaran 2026, di mana aktivitas perdagangan menjadi lebih terbatas.
Ada Saham yang Tetap Menguat
Meski IHSG anjlok, beberapa saham justru mampu bertahan dan mencatatkan kenaikan.
Di antaranya:
-
Sinar Mas Multiartha (SMMA) naik 2,04%
-
Adaro Minerals Indonesia (ADMR) naik 3,19%
-
Adaro Andalan Indonesia (AADI) naik 1,97%
Kinerja saham-saham ini menunjukkan bahwa di tengah tekanan pasar, masih ada sektor atau emiten yang memiliki fundamental kuat.
Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari saham seperti:
-
Dian Swastatika Sentosa (DSSA) turun 11,47%
-
Amman Mineral Internasional (AMMN) turun 10,41%
-
DCI Indonesia (DCII) turun 7,89%
Momentum Berburu Saham Jelang Libur Panjang
Menjelang cuti bersama Lebaran 2026, kondisi IHSG yang melemah justru sering dimanfaatkan investor berpengalaman untuk melakukan akumulasi.
Harga saham yang turun membuka peluang untuk membeli di harga lebih rendah, terutama pada saham dengan fundamental kuat.
Namun, strategi ini tetap perlu dilakukan dengan perhitungan matang karena volatilitas pasar masih tinggi.
Rekomendasi Saham yang Bisa Dibeli Hari Ini
Berikut deretan saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan saat IHSG anjlok jelang cuti bersama Lebaran 2026:
1. BUKA (Bukalapak)
-
Buy: 133–136
-
Target Price: 138–141
-
Stop Loss: 127
Saham BUKA menunjukkan perbaikan kinerja signifikan dengan laba bersih mencapai Rp3,14 triliun pada 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan pendapatan, terutama dari sektor gaming.
Secara teknikal, saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan.
2. AMRT
-
Buy: 1435–1450
-
Target Price: 1480–1520
-
Stop Loss: 1390
AMRT menjadi salah satu saham ritel yang cukup stabil dan menarik untuk dikoleksi saat pasar melemah.
3. TBIG
-
Buy: 1460–1470
-
Target Price: 1520–1570
-
Stop Loss: 1390
Saham infrastruktur telekomunikasi ini dinilai memiliki prospek jangka panjang yang solid.
4. SSMS
-
Buy: 1300–1305
-
Target Price: 1345–1385
-
Stop Loss: 1235
SSMS bisa menjadi pilihan di sektor komoditas, terutama di tengah pergerakan harga global yang dinamis.
5. ENRG
-
Buy: 1380–1390
-
Target Price: 1430–1465
-
Stop Loss: 1300
ENRG menarik di tengah sentimen kenaikan harga energi akibat konflik global.
Aksi Korporasi Jadi Katalis Positif
Selain rekomendasi saham, terdapat sentimen positif dari aksi korporasi.
Salah satunya datang dari Astra International (ASII) yang berencana melakukan buyback saham dengan nilai maksimal Rp2 triliun.
Aksi ini dijadwalkan berlangsung mulai 16 Maret hingga 15 Juni, dan dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi pergerakan saham ASII.
Strategi Investor Jelang Cuti Bersama Lebaran 2026
Dengan hanya dua hari perdagangan sebelum cuti bersama Lebaran 2026, investor dihadapkan pada pilihan strategis.
Sebagian memilih melakukan profit taking untuk menghindari risiko selama libur panjang, sementara lainnya memanfaatkan momentum untuk membeli saham di harga bawah.
Namun, penting untuk diingat bahwa kondisi pasar saat ini masih dipengaruhi sentimen global yang kuat, sehingga pergerakan harga saham bisa sangat fluktuatif.
Tetap Waspada dan Bijak Berinvestasi
Meski banyak peluang muncul saat IHSG anjlok, investor tetap harus berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Analisis fundamental dan teknikal tetap menjadi kunci utama dalam menentukan pilihan investasi, terutama menjelang cuti bersama Lebaran 2026.
Sebagai catatan, seluruh rekomendasi saham ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan. (nsp)
Load more