Sosok Addin Jauharudin: Dari Aktivis PMII hingga Komisaris BSI, Ini Profil, Karier, dan Total Kekayaannya
- tvOnenews.com/Eko Hadi
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Addin Jauharudin kembali menjadi sorotan setelah resmi menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Pengangkatan tersebut efektif berlaku sejak 11 Maret 2026 setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Penunjukan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025, sekaligus menandai langkah baru dalam perjalanan karier panjang Addin di dunia organisasi dan korporasi, khususnya di lingkungan BUMN.
Berawal dari Aktivis Mahasiswa hingga Pimpinan Organisasi Nasional
Addin Jauharudin lahir di Cirebon pada 27 April 1980. Ia dikenal sebagai sosok yang tumbuh dari dunia aktivisme mahasiswa. Karier organisasinya mulai menonjol saat dipercaya menjadi Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2011–2014.
Pengalaman tersebut menjadi batu loncatan penting dalam membangun jejaring dan kepemimpinan nasional. Kariernya kemudian berlanjut di organisasi kepemudaan yang lebih besar.
Pada tahun 2024, Addin terpilih sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) periode 2024–2029. Ia menggantikan Yaqut Cholil Qoumas dalam Kongres XVI GP Ansor yang digelar secara unik di atas KM Kelud dan dihadiri sekitar 1.700 kader dari seluruh Indonesia.
Menariknya, Addin terpilih secara aklamasi, menandakan kuatnya dukungan internal terhadap kepemimpinannya.
Karier di BUMN: Langganan Komisaris Independen
Tak hanya aktif di organisasi, Addin juga memiliki rekam jejak panjang di dunia korporasi, khususnya di perusahaan pelat merah. Ia dikenal sebagai sosok yang kerap dipercaya mengisi posisi komisaris independen di berbagai BUMN.
Berikut perjalanan kariernya di sektor korporasi:
-
Komisaris Independen PT Waskita Karya Tbk (2023–2025)
-
Komisaris Independen PT Pos Indonesia (2018–2023)
-
Komisaris Independen PT Garam (2014–2018)
Posisi tersebut memperlihatkan konsistensi Addin dalam bidang pengawasan dan tata kelola perusahaan. Pengalamannya ini menjadi salah satu alasan kuat dirinya dipercaya masuk ke jajaran komisaris BSI.
Latar Pendidikan dan Karya Tulis
Dari sisi akademik, Addin juga memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia meraih gelar doktor (S3) bidang Manajemen Strategis dari Universitas Brawijaya pada 2019.
Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Trisakti, serta menempuh pendidikan sarjana di Institut Agama Islam Al-Aqidah.
Load more