News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Harga Minyak Dunia Melonjak, Dorongan Percepat B50 Menguat untuk Tekan Beban Impor Energi

Lonjakan harga minyak dunia dorong percepatan B50. Indonesia dinilai siap kurangi impor energi dan tekan beban APBN di tengah konflik Timur Tengah.
Selasa, 17 Maret 2026 - 14:15 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak, Dorongan Percepat B50 Menguat untuk Tekan Beban Impor Energi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk mempercepat implementasi kebijakan biodiesel 50 persen (B50). Langkah ini dipandang krusial guna menekan beban impor energi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute, Tungkot Sipayung, menegaskan bahwa percepatan mandatori biodiesel dari B40 ke B50 atau lebih tinggi menjadi solusi realistis menghadapi tekanan harga energi global yang terus meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lonjakan Harga Minyak Bebani APBN

Menurut Tungkot, kenaikan harga minyak mentah dunia memiliki dampak langsung terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia mengingatkan bahwa setiap kenaikan harga minyak sebesar US$10 per barel dapat meningkatkan beban negara secara signifikan.

“Setiap kenaikan US$10 per barel, tambahan beban APBN bisa mencapai Rp20 hingga Rp30 triliun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat Indonesia masih bergantung pada impor energi fosil untuk memenuhi kebutuhan domestik. Ketergantungan tersebut membuat ekonomi nasional rentan terhadap gejolak global.

Konflik Timur Tengah Picu Risiko Energi

Tungkot menjelaskan bahwa kawasan Timur Tengah, khususnya jalur distribusi energi di Selat Hormuz, memiliki peran vital dalam pasokan energi dunia. Sekitar 20 hingga 30 persen kebutuhan energi fosil global bergantung pada jalur ini, termasuk pasokan untuk Indonesia.

Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut berpotensi mengganggu distribusi energi dan mendorong harga minyak semakin tinggi. Akibatnya, negara importir seperti Indonesia harus membayar lebih mahal untuk memenuhi kebutuhan energi.

“Negara importir seperti Indonesia bisa membayar dua kali lipat harga impor akibat konflik ini,” jelasnya.

B50 Jadi Solusi Kurangi Ketergantungan Impor

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam situasi tersebut, pengembangan energi terbarukan dinilai menjadi langkah strategis, salah satunya melalui percepatan implementasi B50. Program ini mengombinasikan 50 persen solar dengan 50 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit.

Tungkot menilai, Indonesia memiliki modal kuat untuk menjalankan kebijakan ini. Pengalaman panjang dalam implementasi mandatori biodiesel sejak 2009 menjadi fondasi penting untuk melangkah ke tahap B50.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Limpahkan Berkas Perkara ke Tahap Penuntutan Terhadap Tiga Pejabat Ditjen Bea Cukai Soal Kasus Suap Importasi Barang

KPK Limpahkan Berkas Perkara ke Tahap Penuntutan Terhadap Tiga Pejabat Ditjen Bea Cukai Soal Kasus Suap Importasi Barang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara milik tiga pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terkait kasus dugaan suap importasi barang.
Boni Hargens Nilai Polri Semakin Lakukan Pendekatan Humanis

Boni Hargens Nilai Polri Semakin Lakukan Pendekatan Humanis

Intitusi Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai semakin humanis dalam mengawal rentetan aksi unjuk rasa yang terjadi disejumlah wilayah belakangan waktu ini.
Mantan Staf Ahli Heri Gunawan Mangkir Lagi Dari Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Dana CSR BI-OJK

Mantan Staf Ahli Heri Gunawan Mangkir Lagi Dari Panggilan KPK Terkait Kasus Korupsi Dana CSR BI-OJK

Model sekaligus mantan staf ahli anggota DPR RI Heri Gunawan, Fitri Assiddikki (FA) kembali mangkir dari pemanggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat membongkar peredaran obat keras daftar G ilegal yang terjadi dalam periode Mei 2026 di wilayah hukumnya.
Hanya Satu Tersangka Kasus Suap Bea Cukai yang Masih Dilakukan Penyidikan KPK, Ini Sosoknya

Hanya Satu Tersangka Kasus Suap Bea Cukai yang Masih Dilakukan Penyidikan KPK, Ini Sosoknya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan penyidikan terhadap satu tersangka yakni Budiman Bayu Prasojo (BBP) di kasus suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai.
Penelitian Final Tim PKPE FT UGM Ungkap Jejak PVC pada Residu Pembakaran di Rumah Api Seyegan Sleman

Penelitian Final Tim PKPE FT UGM Ungkap Jejak PVC pada Residu Pembakaran di Rumah Api Seyegan Sleman

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM merampungkan penelitiannya terkait fenomena kemunculan api yang terjadi secara berulang di Sleman

Trending

Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Debutan Kembali Bikin Geger, Giliran Tanjung Verde yang Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026

Skor akhir 0-0 membuat Tanjung Verde sukses mencuri perhatian dunia setelah menahan imbang raksasa Eropa, Spanyol pada laga Grup H, Senin (15/6/2026) waktu setempat.
Penelitian Final Tim PKPE FT UGM Ungkap Jejak PVC pada Residu Pembakaran di Rumah Api Seyegan Sleman

Penelitian Final Tim PKPE FT UGM Ungkap Jejak PVC pada Residu Pembakaran di Rumah Api Seyegan Sleman

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM merampungkan penelitiannya terkait fenomena kemunculan api yang terjadi secara berulang di Sleman
KPK Pastikan Tersangka di Kasus Bea Cukai Akan Bertambah, Buru Pihak Lain

KPK Pastikan Tersangka di Kasus Bea Cukai Akan Bertambah, Buru Pihak Lain

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku bahwa kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai tidak akan berhenti pada tujuh tersangka.
Wisatawan dari Berbagai Kota di Indonesia Menikmati Waktu Libur dengan Forest Wellness Experience di Purworejo

Wisatawan dari Berbagai Kota di Indonesia Menikmati Waktu Libur dengan Forest Wellness Experience di Purworejo

Belasan wisatawan dari berbagai kota di Indonesia manfaatkan waktu libur mereka merasakan Forest Wellness Experience di DeLoano Glamping, 13 hingga 14 Juni 2026
Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Polisi Bongkar Peredaran Ribuan Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Tersangka Ditangkap

Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat membongkar peredaran obat keras daftar G ilegal yang terjadi dalam periode Mei 2026 di wilayah hukumnya.
Elkan Baggott Resmi Dipertahankan Ipswich Town untuk Musim 2026-2027, Kesempatan Pemain Timnas Indonesia Pertama di Liga Inggris Terbuka Lebar

Elkan Baggott Resmi Dipertahankan Ipswich Town untuk Musim 2026-2027, Kesempatan Pemain Timnas Indonesia Pertama di Liga Inggris Terbuka Lebar

Elkan Baggott sempat dirumorkan menjadi pemain yang hengkang dari klub setelah kepergian sang manajer tim, Kieran McKenna dari Ipswich Town. 
Hanya Satu Tersangka Kasus Suap Bea Cukai yang Masih Dilakukan Penyidikan KPK, Ini Sosoknya

Hanya Satu Tersangka Kasus Suap Bea Cukai yang Masih Dilakukan Penyidikan KPK, Ini Sosoknya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan penyidikan terhadap satu tersangka yakni Budiman Bayu Prasojo (BBP) di kasus suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT