Hadapi Krisis Energi Global, Menteri ESDM Dorong B50 dan E20 untuk Diversifikasi dan Kemandirian Nasional
- Sekretariat Presiden
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong percepatan implementasi program biodiesel B50 dan bioetanol E20 sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi nasional.
Ia menjelaskan, diversifikasi energi melalui bahan bakar nabati menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam merespons potensi krisis energi global.
“Ada tiga hal yang harus kita lakukan dalam menghadapi krisis energi dunia sekarang. Yang pertama kita harus mengoptimalkan lifting kita," kata Bahlil di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/4/2026).
"Yang kedua adalah mencari diversifikasi seperti B50. B50 itu kan mengurangi impor solar kita. Yang ketiga adalah kita harus dorong ke E untuk bensin, etanol. E20," jelasnya.
Selain itu, peningkatan produksi minyak dan gas bumi juga menjadi prioritas yang telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Di luar pengembangan bioenergi, pemerintah juga tengah mengkaji pemanfaatan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif untuk menekan ketergantungan terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG).
Saat ini, sebagian besar kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari luar negeri.
“Sekarang lagi masih dalam pembahasan yang tadi saya laporkan adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan. Saya harus finalisasi dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita dari sektor LPG bisa dapat kita lakukan,” ujar Bahlil.
Menteri ESDM mengungkapkan konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi domestik hanya mampu memenuhi sekitar 1,6 hingga 1,7 juta ton.
Kondisi ini mendorong pemerintah mencari solusi substitusi energi yang lebih optimal.
Meski tantangan impor masih ada, Bahlil memastikan ketersediaan energi nasional dalam jangka pendek tetap aman. Ia menyebutkan kualitas BBM yang beredar saat ini juga telah melampaui standar minimum nasional.
“Baik dari sisi BBM produk, baik solar maupun bensin. Dari semua spek, Alhamdulillah semuanya di atas standar minimum nasional. Jadi, Alhamdulillah sudah dua bulan, hampir dua bulan ketika kejadian geopolitik di Timur Tengah dengan Selat Hormuz, kita masih stabil,” ucapnya.
Load more