GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

APBN Saja Tak Akan Cukup Topang Ekonomi, DPR Ingatkan Jangan Hambat Swasta dengan Regulasi: Ini Mesin Pertumbuhan

Anggota DPR RI, Firman Soebagyo, mengingatkan bahwa negara maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan APBN saja, tapi dengan ekosistem swasta yang sehat.
Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:04 WIB
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo
Sumber :
  • Tim tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota DPR RI, Firman Soebagyo, menilai sejumlah kebijakan pemerintah belakangan ini berisiko mempersempit ruang gerak sektor swasta yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional.

Ia menegaskan pembangunan dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, keterlibatan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sektor swasta adalah mesin pertumbuhan yang sesungguhnya. Mereka menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan menyumbang penerimaan negara melalui pajak," ujar Firman dikutip dari Parlementaria, Sabtu (30/5/2026).

"Kalau regulasi justru mematikan usaha yang sudah berjalan, maka cita-cita pembangunan hanya akan jadi wacana,” jelasnya.

Firman menjelaskan kapasitas fiskal pemerintah memiliki keterbatasan sehingga APBN tidak mungkin membiayai seluruh kebutuhan pembangunan nasional.

Selain itu, sebagian besar anggaran negara telah dialokasikan untuk pendidikan, subsidi energi, belanja aparatur sipil negara, serta pembangunan infrastruktur.

“Dengan alokasi 20 persen untuk pendidikan, subsidi energi, gaji ASN, dan infrastruktur, ruang gerak APBN sangat terbatas. Karena itu, pemerintah harus memberi ruang lebih luas bagi sektor swasta untuk tumbuh,” kata politikus Fraksi Partai Golkar tersebut.

Ia menilai keberhasilan negara-negara maju tidak hanya ditopang oleh kekuatan anggaran negara, tetapi juga oleh terciptanya iklim usaha yang sehat dan mendukung pertumbuhan sektor swasta.

“Negara maju tidak dibangun dengan mengandalkan APBN semata, tapi dengan ekosistem swasta yang sehat. Pemerintah harus memposisikan diri sebagai fasilitator, bukan pesaing,” tegas Wakil Ketua Umum KADIN itu.

Lebih lanjut, Politisi Golkar ini mengatakan kalangan usaha saat ini membutuhkan kepastian hukum, regulasi yang lebih sederhana, serta insentif yang jelas agar dapat berkembang secara optimal. Menurutnya, kebijakan yang memunculkan ketidakpastian justru berpotensi menghambat investasi.

Karena itu, ia meminta pemerintah segera meninjau kembali berbagai kebijakan yang dinilai kurang mendukung iklim usaha dan investasi di dalam negeri.

“Kalau swasta tumbuh, pajak naik, lapangan kerja terbuka, daya beli masyarakat meningkat, dan APBN pun ikut sehat. Inilah sinergi yang harus dibangun,” ujar Anggota Badan Legislasi DPR RI tersebut.

Firman juga menyoroti penutupan sejumlah gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di beberapa daerah.

Ia menilai fenomena tersebut dapat menjadi indikator bahwa kondisi usaha di sejumlah sektor sedang menghadapi tekanan.

Menurutnya, ritel modern tidak hanya berperan sebagai penggerak investasi, tetapi juga menjadi sumber penyerapan tenaga kerja serta membuka peluang kemitraan bagi pelaku UMKM dan usaha menengah sebagai pemasok maupun mitra bisnis.

“Kalau usaha-usaha besar maupun menengah mulai tertekan hingga menutup gerai, dampaknya bukan hanya pada perusahaan, tapi juga pada pekerja, UMKM pemasok, hingga perputaran ekonomi daerah. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dan program hilirisasi industri nasional akan sulit direalisasikan apabila sektor swasta tidak mendapatkan dukungan yang memadai.

“Tanpa keberpihakan nyata pada sektor swasta, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan hilirisasi industri akan sulit tercapai,” pungkas Firman. (rpi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Berikut ini Amalan Sunnah Menyambut Tahun Baru Islam

Berikut ini Amalan Sunnah Menyambut Tahun Baru Islam

Berikut ini amalan sunnah dalam menyambut tahun baru islam 2026. Sebaiknya diamalkan insyaallah berkah
Semangat Iduladha, AIDA Kemlu Azerbaijan dan OIC Youth Indonesia Salurkan Ratusan Paket Kurban di Bogor dan Sukabumi

Semangat Iduladha, AIDA Kemlu Azerbaijan dan OIC Youth Indonesia Salurkan Ratusan Paket Kurban di Bogor dan Sukabumi

AIDA Kemlu Azerbaijan dan OIC Youth Indonesia melaksanakan program penyembelihan hewan kurban dan penyaluran daging di Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat
Disebut Tak Koperatif, Kubu Pemilik Kapal Tongkang Bantah Satgas PKH

Disebut Tak Koperatif, Kubu Pemilik Kapal Tongkang Bantah Satgas PKH

Satuan Tugas Penertiban Hutan (Satgas PKH) menyebut adanya dugaan penyelundupan mineral mengandung logam tanah jarang (LTJ) dan unsur radioaktif terkait kasus penahanan dan pembongkaran muatan bahan mineral di Kapal Tongkang Capicorn milik PT PMM.
Rekap Hasil Semifinal Singapore Open 2026: Fajar/Fikri Kalahkan Ganda Putra China Lewat Skor Afrika

Rekap Hasil Semifinal Singapore Open 2026: Fajar/Fikri Kalahkan Ganda Putra China Lewat Skor Afrika

Rekap hasil semifinal Singapore Open 2026, di mana hari ini ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke babak pamungkas.
Top 3 Timnas Indonesia: John Herdman Bikin Timnas Vietnam Tertekan, Jay Idzes Titip Pesan, hingga Alasan Stadion Pakansari untuk Piala AFF 2026

Top 3 Timnas Indonesia: John Herdman Bikin Timnas Vietnam Tertekan, Jay Idzes Titip Pesan, hingga Alasan Stadion Pakansari untuk Piala AFF 2026

Berikut rangkuman tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia jelang FIFA Matchday dan Piala AFF 2026 yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com. Simak!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siapkan Beasiswa untuk 40 Anak Papua Kuliah Gratis di Bandung: Biaya Hidup Kami Tanggung

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siapkan Beasiswa untuk 40 Anak Papua Kuliah Gratis di Bandung: Biaya Hidup Kami Tanggung

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) akan memberikan program beasiswa kepada 40 anak Papua agar kuliah gratis di Bandung. Pihaknya menanggung biaya hidup mereka.

Trending

Resmi! Persib Kena Sanksi Berat FIFA Usai Juara Super League, Maung Bandung Tak Bisa Lakukan Transfer Musim Depan

Resmi! Persib Kena Sanksi Berat FIFA Usai Juara Super League, Maung Bandung Tak Bisa Lakukan Transfer Musim Depan

Kabar mengejutkan datang dari Persib di tengah suasana perayaan gelar juara Super League musim 2025/2026. Maung Bandung malah resmi dijatuhi sanksi oleh FIFA.
PDIP Komentari Rencana Jokowi Blusukan ke Daerah: Supaya Masyarakat Yakin, Tunjukkan Ijazah Aslinya

PDIP Komentari Rencana Jokowi Blusukan ke Daerah: Supaya Masyarakat Yakin, Tunjukkan Ijazah Aslinya

Ketua DPP PDIP Djarot Djarot Saiful Hidayat berkomentar terkait rencana mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke sejumlah daerah, pada Sabtu.
Mitchell Baker dan Luke Vickery Hadir di TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Fix Dinaturalisasi buat Bela Garuda?

Mitchell Baker dan Luke Vickery Hadir di TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Fix Dinaturalisasi buat Bela Garuda?

Sejumlah wajah baru terpantau hadir dalam sesi latihan Timnas Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2026. Termasuk diaspora Mitchell Baker hingga Luke Vickery.
Persib Disanksi FIFA, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Maung Bandung agar Lolos dari Hukuman Transfer Ban Musim Depan

Persib Disanksi FIFA, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Maung Bandung agar Lolos dari Hukuman Transfer Ban Musim Depan

Persib hadapi situasi sulit setelah FIFA menjatuhkan sanksi larangan transfer kepada klub berjuluk Maung Bandung itu. Manajemen kini dituntut bergerak cepat.
Kode Keras untuk Klub-klub Super League? Begini Kata Shin Tae-yong Setelah Ditanya tentang Masa Depannya

Kode Keras untuk Klub-klub Super League? Begini Kata Shin Tae-yong Setelah Ditanya tentang Masa Depannya

Secara tidak langsung, eks Timnas Indonesia Shin Tae-yong menjawab rumor ketertarikan klub Super League ketika ditanya orang Korea mengenai karier melatihnya.
Sosok dan Kronologi Heru 'Jejak Si Gundul' Kena Bisa Ular Kobra: 18 Jam Tidak Bisa Melihat

Sosok dan Kronologi Heru 'Jejak Si Gundul' Kena Bisa Ular Kobra: 18 Jam Tidak Bisa Melihat

Akibat insiden itu, mata Heru Gundul mengalami kemerahan dan bengkak. Kondisi tersebut membuatnya tidak bisa membuka mata selama 18 jam. 
Walau Nilai Tukar Ringgit Menguat, PM Malaysia Beri Intruksi Jajaran untuk Berhemat

Walau Nilai Tukar Ringgit Menguat, PM Malaysia Beri Intruksi Jajaran untuk Berhemat

Walau nilai tukar Ringgit Malaysia menguat. PM Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim justru menginstruksikan jajaran pemerintahannya untuk melakukan penghematan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT