Kelas Menengah ke Bawah Jadi Korban Pertama Imbas Tekanan Rupiah: Ancaman PHK Mengintai
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak hanya menjadi persoalan di pasar keuangan, tetapi mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Kalangan menengah ke bawah dinilai menjadi kelompok yang paling rentan terdampak akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, melemahnya daya beli, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), rupiah dibuka melemah 0,33 persen ke level Rp17.864 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.805 per dolar AS. Pelemahan tersebut terjadi di tengah menguatnya dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, dampak pelemahan rupiah akan langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada stabilitas harga kebutuhan sehari-hari.
“Di sisi lain pun juga kita melihat bahwa dampak dari pelemahan mata uang rupiah ini ya kemungkinan besar ya bukan kemungkinan besar ini berdampak terhadap kelas menengah ke bawah,” kata Ibrahim saat dihubungi tvOnenews.com, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, tekanan terhadap nilai tukar berpotensi memicu kenaikan harga barang sekaligus memperberat kondisi sektor industri yang selama ini menjadi penopang lapangan kerja.
“Harga-harga relatif lebih tinggi ya kemudian perusahaan-perusahaan berbasis padat karya pun juga mengalami satu stagnasi dan kemungkinan besar akan terjadi PHK,” ujarnya.
Ibrahim menjelaskan sejumlah komoditas strategis yang masih bergantung pada impor akan menjadi sektor yang paling rentan terdampak. Kenaikan biaya impor akibat pelemahan rupiah berpotensi diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga yang lebih mahal.
“Ya barang-barang impor seperti kacang kedelai kemudian jagung ya pupuk ya ini pun juga pasti akan berdampak negatif,” katanya.
Ia menambahkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor membuat gejolak nilai tukar cepat merembet ke berbagai sektor ekonomi.
“Kita harus tahu bahwa semua barang-barang di dalam negeri ini kebanyakan adalah impor sehingga apa pada saat rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS, terhadap dolar Singapura, ini akan berdampak terhadap semua apa kebutuhan ya, kebutuhan pokok dari kelas menengah sampai kelas ke bawah,” jelasnya.
Load more