Pakar Keuangan: Cara Mengelola Uang Lebih Penting daripada Nominalnya
- pixabay
Jakarta, tvOnenews.com - Memiliki penghasilan besar sering dianggap sebagai kunci mencapai kondisi keuangan yang sehat. Namun, sebuah eksperimen menunjukkan bahwa cara seseorang mengelola uang justru bisa menjadi faktor yang lebih menentukan dibanding besarnya nominal yang dimiliki.
Temuan itu terlihat dalam sebuah Reality Challenge yang melibatkan 10 peserta dari latar belakang profesi dan tujuan keuangan yang berbeda. Seluruh peserta menerima tambahan dana dengan jumlah yang sama, yakni Rp10 juta, untuk dikelola selama 30 hari.
Menariknya, sebelum tantangan dimulai, 8 dari 10 peserta mengaku lebih memilih memiliki lebih banyak uang dibanding memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik. Namun setelah menjalani tantangan selama sebulan, pilihan mereka berubah.
Sebanyak 8 peserta yang sebelumnya mengutamakan jumlah uang akhirnya menyatakan lebih memilih memiliki kemampuan mengelola uang dibanding sekadar memperoleh dana yang lebih besar.
Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, mengatakan perubahan tersebut menunjukkan bahwa kondisi finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga kemampuan seseorang menentukan prioritas penggunaan uang.
“Sebelum Reality Challenge dimulai, peserta diberikan pertanyaan sederhana, yaitu ´Jika diberi pilihan, mana yang akan dipilih, memiliki lebih banyak uang atau menjadi lebih jago mengelola uang?.´ Hasilnya menunjukkan perubahan cara pandang yang menarik. Ketika setiap orang menerima jumlah uang yang sama yang lebih menentukan adalah bukan nominal uangnya tetap cara mengelola uang sesuai tujuan, prioritas, dan hidup masing-masing orang,” tutur Michael dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/7/2026).
Dalam tantangan tersebut, para peserta tidak diberi arahan mengenai bagaimana dana tersebut harus digunakan. Mereka bebas menentukan strategi sesuai kebutuhan masing-masing, mulai dari mengembangkan usaha, membangun dana darurat, membantu keluarga, hingga mengejar target keuangan jangka panjang.
Selama proses berlangsung, para peserta juga mendapatkan pendampingan dari Certified Financial Planner Annisa Steviani untuk membantu mengevaluasi keputusan finansial yang diambil.
Salah satu peserta, Andini, memanfaatkan tambahan dana tersebut untuk mendukung impiannya mengembangkan bisnis di bidang wellness. Sementara peserta lain, Caesario, mengalokasikan uang dengan tujuan mempersiapkan konser musik sekaligus membantu mewujudkan rencana memberangkatkan orang tuanya menunaikan ibadah umrah.
Peserta lainnya pun menunjukkan pola pengelolaan yang berbeda-beda. Ada yang lebih fokus memperkuat dana darurat, sebagian mengutamakan kebutuhan keluarga, dan ada pula yang secara disiplin menyisihkan dana untuk pendidikan maupun rencana liburan ke luar negeri.
Salah satu peserta, Fadlu, mengaku pengalaman tersebut memberikan pelajaran yang lebih dari sekadar mengatur anggaran.
"Mungkin untuk Bank Jago ini adalah challenge, tetapi buat saya ini adalah pembentukan karakter," ujar Fadlu, peserta Reality Challenge.
Michael menjelaskan bahwa tidak ada satu pola pengelolaan keuangan yang cocok untuk semua orang karena setiap individu memiliki prioritas yang berbeda.
“Setiap orang memiliki tujuan dan cara mengelola uang yang berbeda, untuk itu kami menghadirkan Inspirasi Kantong untuk membantu pengguna menemukan ide komposisi kantong yang sesuai dan relevan dengan situasi dan keuangan personal mereka di Aplikasi Jago," ungkapnya.
Melalui fitur tersebut, pengguna diminta menjawab beberapa pertanyaan sederhana mengenai aspirasi, kebiasaan finansial, kapasitas keuangan, hingga tingkat kepercayaan diri dalam mengelola uang. Berdasarkan hasilnya, sistem akan memberikan rekomendasi susunan "kantong" yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Michael menegaskan bahwa tujuan utama program bukan semata memperkenalkan fitur baru, melainkan mengajak masyarakat melihat pentingnya pengelolaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
"Melalui Inspirasi Kantong dan Reality Challenge ini, Bank Jago ingin mengajak lebih banyak masyarakat melihat bahwa mengelola uang bukan hanya tentang memiliki lebih banyak tetapi tentang menempatkan uang sesuai Kantongnya agar tujuan finansial dapat tercapai," tutup Michael. (cmi)
Load more