Prabowo: Penantian 28 Tahun, Proyek LNG Abadi Masela Tak Boleh Lagi Terhambat
- Youtube - Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela harus dipercepat setelah hampir tiga dekade tertunda.
Bagi pemerintah, dimulainya konstruksi proyek energi raksasa di Laut Arafuru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan cadangan energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Dalam sambutannya secara virtual pada acara groundbreaking LNG Abadi Masela, Kamis (16/7), Prabowo menyebut proyek tersebut merupakan salah satu proyek energi paling strategis yang telah lama dinantikan bangsa Indonesia.
“Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting. Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu. Tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu,” kata Prabowo.
Menurut dia, dimulainya pembangunan menjadi titik balik setelah penantian panjang sejak proyek pertama kali direncanakan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak memastikan proses konstruksi berjalan cepat tanpa kembali mengalami hambatan.
“Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegasnya.
Prabowo menilai proyek LNG Abadi Masela merupakan bukti besarnya potensi sumber daya alam Indonesia yang harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Ia mengingatkan bahwa cadangan energi di wilayah Maluku telah diketahui sejak hampir tiga dekade lalu dan kini saatnya diwujudkan menjadi kekuatan ekonomi nasional.
“Dengan demikian kita sadar, bangsa Indonesia sadar bahwa kita diberi karunia yang luar biasa oleh Yang Maha Kuasa. Buktinya antara lain bahwa kita sudah paham bahwa di perairan kita, di Tanimbar, di Maluku ini, kita memiliki cadangan energi yang sangat besar. Kita sudah sadar ini 28 tahun yang lalu,” ujarnya.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga keberlanjutan proyek hingga akhirnya memasuki tahap konstruksi.
Penghargaan secara khusus disampaikan kepada mitra internasional yang tetap berkomitmen menanamkan investasi di Indonesia.
“Dan kita menghargai semua unsur, kita apresiasi, kita harus memberi suatu penghargaan sekali lagi kepada semua unsur yang telah memungkinkan proyek ini terwujud,” kata Prabowo.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada INPEX dari Jepang dan Petronas dari Malaysia yang bersama Pertamina menjadi pengembang proyek tersebut.
“Kita hargai dari kawan-kawan kita dari Jepang yang investasi di sini, dari INPEX. Kita juga berterima kasih saudara-saudara kita dari Malaysia, Petronas juga ikut di sini,” ujarnya.
Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd., Pertamina, dan Petronas dengan nilai investasi sekitar US$20,9 miliar.
Fasilitas tersebut dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan sekitar 35.000 barel kondensat per hari guna memperkuat pasokan energi nasional.
Setelah melalui proses pengembangan sejak penandatanganan kontrak pada 1998, proyek akhirnya memasuki tahap konstruksi.
Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen, melampaui target yang ditetapkan, dengan pemerintah menargetkan Final Investment Decision (FID) dapat dicapai pada akhir 2026. (agr/dpi)
Load more