News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Indosolar 2026 Digelar, Ekosistem Energi Surya Indonesia Mau Terus Didorong agar Semakin Kuat

Indosolar 2026 akan digelar untuk memperkuat ekosistem energi surya Indonesia. Forum akan menyorot isu investasi, teknologi, PLTS, pembiayaan, dan peluang transisi energi nasional.
Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:18 WIB
Konferensi pers Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) terkait gelaran Indosolar 2026.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia memiliki komitmen untuk mempercepat transisi energi dengan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional.

Hal itu terlihat dari langkah pemerintah yang telah menetapkan target pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melalui RUPTL 2025–2034, dengan energi surya menjadi salah satu sumber energi yang memperoleh porsi pengembangan signifikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Besarnya potensi energi surya perlu diikuti kesiapan ekosistem agar dapat diterjemahkan menjadi proyek yang dapat direalisasikan.

Mencakup aspek kebijakan, industri, investasi, pembiayaan, teknologi, sumber daya manusia, hingga kebutuhan pengguna energi.

Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) pun menilai pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat di antara berbagai pemangku kepentingan.

Penguatan ekosistem dinilai penting agar pengembangan energi surya tidak hanya berhenti pada target kapasitas, tetapi dapat diwujudkan dalam proyek nyata.

Atas kebutuhan tersebut, AESI kembali menggelar Indosolar 2026 pada 19–20 Agustus 2026 di Fairmont Hotel, Jakarta. 

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, acara tersebut mengusung tema "Building the Future of Indonesia's Solar Energy" dan berlangsung bersamaan dengan Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026.

Indosolar 2026 diklaim menjadi forum yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, lembaga keuangan, akademisi, mitra pembangunan, hingga penyedia teknologi.

Forum ini membahas berbagai tantangan sekaligus peluang pengembangan energi surya serta mendorong terbentuknya kolaborasi untuk mempercepat implementasinya di Indonesia.

Ketua Umum AESI Mada Ayu Habsari mengatakan, pengembangan energi surya di Indonesia mendapat dukungan yang semakin kuat. Kondisi tersebut terlihat dari target pemerintah yang tinggi serta besarnya potensi pasar energi surya di dalam negeri.

Mada menilai penguatan ekosistem tetap diperlukan agar seluruh pihak dapat bergerak secara terintegrasi, mulai dari pengembangan proyek hingga pembiayaan, teknologi, industri, dan sumber daya manusia.

"Dukungan terhadap pengembangan energi surya di Indonesia semakin kuat, ditandai dengan target pemerintah yang ambisius dan potensi pasar yang besar. Di sisi lain, kita perlu memastikan bahwa seluruh bagian dari ekosistem dapat bergerak bersama, mulai dari kesiapan proyek, akses pembiayaan, teknologi, hingga kapasitas industri dan sumber daya manusia. Dengan ekosistem yang semakin terhubung, kita dapat mendorong lebih banyak proyek yang bankable dan mempercepat implementasi energi surya di Indonesia," ujar Mada dalam konferensi pers, Selasa (18/8/2026).

Indosolar 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda, seperti plenary sessions, technical breakout sessions, exhibition, dan B2B matchmaking.

Berbagai sesi tersebut membahas perkembangan industri energi surya dari sisi kebijakan, investasi, teknologi, rantai pasok, hingga sumber daya manusia.

Sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian. Di antaranya peta jalan percepatan energi surya nasional, peluang quick wins 10 GW hingga 2028, pengembangan PLTS Atap dan PLTS Terapung, serta penggunaan microgrid dan sistem hybrid untuk mendukung program de-dieselisasi di daerah yang belum terjangkau jaringan listrik.

Dari perspektif industri, pembahasan mencakup penguatan rantai pasok dan daya saing industri surya nasional. Forum tersebut juga membahas perbaikan skema pengadaan Independent Power Producer (IPP) serta peluang perdagangan dan investasi listrik surya lintas negara.

Sementara bagi pengguna energi, pembahasan diarahkan pada pemanfaatan PLTS Atap di kawasan industri. Energi surya juga dinilai berpotensi mendukung kebutuhan green data center seiring dengan pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Kolaborasi dengan ISEW 2026 membuat pembahasan mengenai transisi energi menjadi semakin luas. Kerja sama Indonesia dan Jerman dalam bidang transisi energi yang telah berlangsung selama tiga dekade turut menjadi salah satu konteks dalam kegiatan tersebut.

"Kerja sama Indonesia - Jerman dalam topik transisi energi telah berlangsung selama 30 tahun yang tidak hanya berfokus pada kebijakan, namun juga mendorong implementasi dan kerja sama ekonomi. Transisi energi membutuhkan hubungan yang kuat antara pembuat kebijakan, investor, penyedia teknologi, dan pelaku industri," ujar Atiek Puspa Fadhilah, Private Sector Cooperation Lead - Energy Programme, GIZ Indonesia & ASEAN.

"Hal ini untuk mendukung investasi yang tepat dan teknologi yang mampu menjawab tantangan operasional di lapangan. Penyelenggaraan ISEW bersama Indosolar tahun ini menguatkan komitmen kerja sama dalam mewujudkan target transisi energi. Dalam kegiatan ini, akan dilakukan 3 sesi bersama, exhibition, serta business matchmaking dalam 2 format, yang melibatkan penyedia teknologi, pemilik proyek, dan institusi keuangan. Kami optimis kolaborasi ini dapat menguatkan langkah Indonesia dalam melaksanakan inisiatif transisi energi yang lebih berkelanjutan," imbuhnya,

Selain membahas kondisi dalam negeri, Indosolar 2026 menghadirkan sesi Global Insight bersama sejumlah mitra, termasuk PwC, IRENA, dan Asian Photovoltaic Industry Association (APVIA).

Sesi tersebut mengangkat perkembangan pasar energi surya global, arah investasi, tren biaya teknologi, serta pengalaman pengembangan energi surya di berbagai negara. Perspektif internasional ini diharapkan dapat menjadi pembanding bagi pelaku industri nasional dalam menentukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi Indonesia.

Energy, Utilities & Resources and Energy Transition Leader PwC Indonesia, Sacha Winzenried, mengatakan peluang pengembangan energi surya Indonesia perlu dilihat secara lebih luas. Menurutnya, peningkatan kapasitas harus berjalan beriringan dengan penguatan daya saing industri dan kemampuan menarik investasi.

"Indonesia memiliki peluang yang besar untuk mempercepat pengembangan energi surya nasional. Untuk mewujudkan potensi tersebut, diperlukan kesiapan ekosistem, mulai dari ketersediaan pendanaan, proyek yang bankable, kepastian regulasi, hingga kolaborasi yang erat antara pemerintah, investor, dan pelaku industri. Sebagai knowledge partner Indosolar 2026, PwC menghadirkan perspektif dan best practice dari berbagai pasar global, sekaligus mendorong diskusi yang konstruktif mengenai langkah-langkah konkret yang diperlukan untuk mempercepat pengembangan ekosistem energi surya yang berkelanjutan di Indonesia," ujar Sacha. (rpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Yasin Ayari Jadi Perhatian AC Milan, Performa di Brighton dan Timnas Swedia Bikin Rossoneri Kepincut

Yasin Ayari Jadi Perhatian AC Milan, Performa di Brighton dan Timnas Swedia Bikin Rossoneri Kepincut

AC Milan mulai memantau perkembangan gelandang Brighton, Yasin Ayari. Pemain asal Swedia itu menarik perhatian setelah tampil impresif bersama klub dan timnas.
Bursa Transfer AC Milan: Pato Ungkap Gerry Cardinale Pernah Coba Datangkan Endrick dari Real Madrid

Bursa Transfer AC Milan: Pato Ungkap Gerry Cardinale Pernah Coba Datangkan Endrick dari Real Madrid

Alexandre Pato mengungkap upaya Gerry Cardinale mendatangkan Endrick ke AC Milan. Pernyataan tersebut disampaikan Pato saat menghadiri Festival dello Sport.
Penggerebekan Densus 88 Gegerkan Warga Antapani Bandung, Terduga Teroris Baru Tinggal Kurang dari Sebulan

Penggerebekan Densus 88 Gegerkan Warga Antapani Bandung, Terduga Teroris Baru Tinggal Kurang dari Sebulan

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan seorang pria yang diduga kuat terlibat dalam jaringan terorisme di wilayah Cibodas, RW 23, ..
Cristiano Ronaldo Bikin Heboh, Diam-diam 'Like' Video yang Sindir Portugal usai Berseteru dengan Jorge Jesus

Cristiano Ronaldo Bikin Heboh, Diam-diam 'Like' Video yang Sindir Portugal usai Berseteru dengan Jorge Jesus

Konflik Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus makin panas usai akun Instagram CR7 menyukai video Felipe Melo yang membela sang megabintang dan mengkritik Portugal.
Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 4 Oktober 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Ramalan Zodiak Cinta Besok Minggu 4 Oktober 2026: Libra Full Senyum Dapat Kejutan Romantis, Scorpio Stop Curiga Tanpa Bukti

Berdasarkan pergerakan rasi bintang zodiak, esok hari Minggu, 4 Oktober 2026, membawa energi yang menuntut keseimbangan antara empati dan keterbukaan. Beberapa
Ruben Amorim Minta Fans AC Milan Tak Terlalu Fokus pada Starting XI: Pemain Pengganti Juga Penting

Ruben Amorim Minta Fans AC Milan Tak Terlalu Fokus pada Starting XI: Pemain Pengganti Juga Penting

Ruben Amorim meminta suporter AC Milan tidak terlalu terpaku pada starting XI. Menurutnya, kekuatan Rossoneri juga terlihat dari pemain yang tersedia di bench.

Trending

MU Murka, Siapkan Langkah Hukum demi Cegah JJ Gabriel Dibajak Real Madrid dan Bayern Munich

MU Murka, Siapkan Langkah Hukum demi Cegah JJ Gabriel Dibajak Real Madrid dan Bayern Munich

MU mempertimbangkan langkah hukum setelah JJ Gabriel ingin pergi. Real Madrid dan Bayern Munich ikut memantau wonderkid berusia 15 tahun itu.
Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Timnas Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil pahit. The Lions dihajar Malaysia enam gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat.
Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Catatan Sepak Bola Reva Deddy Utama: "Misi Belum Selesai"

Lolos ke final bukan sekadar prestasi, juga membawa 'angin tenang' di luar lapangan.
Belum Keluar Keringat, Timnas Indonesia Sudah Unggul Telak Atas Thailand dalam Daftar 10 Pemain Termahal

Belum Keluar Keringat, Timnas Indonesia Sudah Unggul Telak Atas Thailand dalam Daftar 10 Pemain Termahal

Jelang final kontra Thailand, Timnas Indonesia menempatkan sembilan pemain dalam daftar 10 termahal, dipimpin Kevin Diks dengan nilai sekitar Rp100 miliar.
FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

FIFA Tak Perlu Klarifikasi, Malaysia Bisa Cek IFAB untuk Perubahan Tambahan Waktu di Laga Timnas Indonesia Vs Bangladesh

Malaysia yang sama-sama berjuang ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 dijegal Timnas Indonesia di detik terakhir dalam penyisihan Grup A. 
Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Cetak Gol Debut, Striker Kelahiran Liverpool Sebut Vietnam Vs Malaysia Layaknya Final FIFA ASEAN Cup 2026

Gol debut itu pun memastikan kemenangan 4-2 Vietnam atas Pakistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/10/2026). 
Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Akui Sudah Fokus Lawan Timnas Indonesia di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pelatih Thailand Terkejut Atas Kekalahan dari Filipina

Thailand sudah lebih dahulu memastikan finis sebagai juara grup dan menantang Timnas Indonesia di babak final FIFA ASEAN Cup sebelum akhirnya kalah dari Filipina
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT