GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Inflasi RI Turun ke 2,88%, Tapi Harga Pertamax Jadi Sorotan BI di Tengah Perang Timur Tengah

Inflasi RI turun ke 2,88 persen pada Juli 2026, tetapi kenaikan harga Pertamax dan perang Timur Tengah membuat BI waspadai imported inflation.
Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:15 WIB
Pjs Gubernur BI Destry Damayanti
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Inflasi Indonesia melandai pada Juli 2026, tetapi tekanan harga energi masih menjadi perhatian Bank Indonesia (BI) di tengah gejolak global akibat perang di Timur Tengah. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat 2,88 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy), turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,34 persen.

Meski secara umum inflasi masih berada dalam sasaran BI, penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menjadi salah satu faktor yang mendorong inflasi kelompok harga yang diatur pemerintah atau administered prices (AP).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perang di Timur Tengah turut mendorong kenaikan harga minyak dan sejumlah komoditas dunia. BI pun mewaspadai risiko imported inflation atau inflasi yang berasal dari tekanan harga global dan kemudian merambat ke dalam negeri.

Inflasi Turun, Pertamax Masih Jadi Perhatian

BI mencatat inflasi IHK pada Juli 2026 sebesar 2,88 persen yoy. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi Juni 2026 yang berada di level 3,34 persen yoy.

Penurunan inflasi juga didukung oleh kondisi inflasi inti yang tetap terjaga. Pada Juli 2026, inflasi inti tercatat 2,76 persen yoy.

Namun, tekanan masih terlihat pada kelompok administered prices. Inflasi kelompok tersebut tercatat 3,58 persen yoy, salah satunya seiring dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax.

Di sisi lain, inflasi volatile food atau komponen harga pangan bergejolak melambat menjadi 2,52 persen yoy. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh masa panen sejumlah komoditas hortikultura, terutama aneka cabai dan bawang merah.

Dengan perkembangan tersebut, inflasi nasional masih berada dalam sasaran BI sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen untuk 2026 dan 2027.

Perang Timur Tengah Bisa Picu Inflasi dari Luar Negeri

Meski inflasi domestik masih terkendali, BI melihat risiko dari kondisi perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian.

Berlanjutnya intensitas perang di Timur Tengah mendorong harga minyak dan komoditas dunia lainnya kembali naik. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan masih lemah, yakni sekitar 3 persen.

Tekanan inflasi global juga diperkirakan tetap tinggi di sekitar 4,5 persen pada 2026. Kondisi ini berpotensi membuat kebijakan moneter global lebih ketat.

Bank sentral Amerika Serikat juga diperkirakan menaikkan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) pada triwulan IV 2026. Imbal hasil atau yield US Treasury diperkirakan tetap tinggi seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan FFR dan masih lebarnya defisit anggaran Amerika Serikat.

Kondisi tersebut turut membuat dolar AS tetap kuat terhadap mata uang negara maju maupun negara berkembang. Bagi Indonesia, tekanan global tersebut perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi nilai tukar rupiah dan kemudian berdampak terhadap harga barang maupun komoditas dari luar negeri.

BI Perkuat Rupiah untuk Cegah Imported Inflation

Untuk mengantisipasi tekanan tersebut, BI terus memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah. Pada 18 Agustus 2026, rupiah tercatat berada di level Rp17.855 per dolar AS, menguat 0,78 persen dibandingkan posisi akhir Juli 2026.

BI akan mengoptimalkan strategi intervensi valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Stabilitas rupiah menjadi penting dalam menjaga inflasi karena pelemahan nilai tukar dapat meningkatkan biaya barang dan komoditas yang berasal dari luar negeri. Karena itu, BI terus memperkuat respons kebijakan untuk memitigasi dampak rambatan global atau imported inflation.

Selain intervensi valuta asing, BI juga memperluas transaksi underlying pendanaan luar negeri yang dapat memperoleh insentif pengurangan premi untuk swap jual lindung nilai maupun swap beli lindung nilai kepada BI sebesar 12,5 persen.

Kebijakan tersebut diperluas dari sebelumnya hanya mencakup transaksi portfolio inflows, menjadi juga mencakup pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment (FDI).

BI Tetap Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen

Di tengah tekanan global tersebut, BI memilih mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Agustus 2026.

BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen.

Keputusan tersebut diarahkan untuk memperkuat stabilitas rupiah dari dampak gejolak global, menjaga pencapaian sasaran inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

BI juga akan mengelola struktur suku bunga di pasar uang sejalan dengan BI-Rate dan instrumen operasi moneter pro-market. Kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan juga akan dijaga dengan memastikan pertumbuhan uang primer tetap lebih dari 10 persen atau double digit.

Inflasi Pangan Juga Diantisipasi

Selain tekanan energi dan nilai tukar, BI tetap mengantisipasi risiko inflasi pangan. Bank Indonesia memperkuat koordinasi dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID).

Koordinasi tersebut dilakukan melalui implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), terutama untuk mengendalikan harga pangan.

BI juga mengantisipasi risiko gangguan cuaca, termasuk potensi El Nino, yang dapat memengaruhi produksi dan harga pangan.

Langkah tersebut dilakukan agar penurunan inflasi yang terjadi pada Juli 2026 dapat terus terjaga. Dengan inflasi yang masih berada dalam sasaran, BI tetap berupaya menjaga stabilitas harga sambil mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen yoy, meski melambat dari pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,61 persen yoy. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 berada dalam kisaran 4,9-5,7 persen.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Awali Langkah dengan Kemenangan, Fajar/Fikri Menang Straight Game di Babak 32 Besar

Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Awali Langkah dengan Kemenangan, Fajar/Fikri Menang Straight Game di Babak 32 Besar

Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026 antara ganda putra andalan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang berjumpa pasangan Prancis, Eloi Adam/Leo Rossi.
Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia Abroad: Emil Audero Bikin Juventus Ubah Rencana Perekrutan Kiper

Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia Abroad: Emil Audero Bikin Juventus Ubah Rencana Perekrutan Kiper

Juventus resmi mendatangkan Guglielmo Vicario dari Tottenham Hotspur. Pergerakan tersebut berpotensi membuka jalan bagi Mattia Perin untuk meninggalkan Turin dan merapat ke Palermo. 
Kabar Baik Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Pemain Abroad Timnas Indonesia yang Sempat Cedera Siap Comeback

Kabar Baik Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Pemain Abroad Timnas Indonesia yang Sempat Cedera Siap Comeback

Kabar baik jelang FIFA ASEAN Cup 2026, kapten Timnas Indonesia dikabarkan pulih dari cedera dan siap kembali memperkuat skuad Garuda pada turnamen mendatang.
Pemerintah Usul Biaya Haji 2027 Sebesar Rp107 juta

Pemerintah Usul Biaya Haji 2027 Sebesar Rp107 juta

Pemerintah mengusulkan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2027 mendatang sebesar Rp107.340.172,02 per jamaah.
Merayakan Kemerdekaan Tanpa Khawatir Kolesterol, Ini Cara Tetap Kulineran dengan Lebih Sehat

Merayakan Kemerdekaan Tanpa Khawatir Kolesterol, Ini Cara Tetap Kulineran dengan Lebih Sehat

Perayaan kemerdekaan identik dengan kulineran. Kenali bahaya kolesterol tinggi, gejalanya, serta cara menikmati makanan favorit dengan lebih bijak
Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Tersingkir di 32 Besar, Rehan/Gloria Ungkap Biang Kerok Kekalahan atas Pasangan Taiwan

Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Tersingkir di 32 Besar, Rehan/Gloria Ungkap Biang Kerok Kekalahan atas Pasangan Taiwan

Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026 pada sektor ganda campuran yang mempertemukan pasangan Indonesia, Rehan Naufal/Gloria Widjaja vs Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan

Trending

Habib Bahar bin Smith Geruduk Pabrik Miras di Bogor: Kalau Nggak Tutup, Saya Bakar!

Habib Bahar bin Smith Geruduk Pabrik Miras di Bogor: Kalau Nggak Tutup, Saya Bakar!

Habib Bahar bin Smith geruduk pabrik miras di Bogor dan desak penutupan. Simak aksi, ultimatum, serta kesepakatan penghentian produksi selama tujuh hari.
Hati Berbunga-bunga, 5 Zodiak Ini Diprediksi Dapat Kabar Bahagia soal Cinta Besok 20 Agustus 2026

Hati Berbunga-bunga, 5 Zodiak Ini Diprediksi Dapat Kabar Bahagia soal Cinta Besok 20 Agustus 2026

Kabar manis soal asmara diprediksi menghampiri 5 zodiak besok 20 Agustus 2026. Siapa saja yang bakal dibuat berbunga-bunga?
Garuda Indonesia Ungkap Alasan Direktur Niaga Reza Aulia Hakim Diberhentikan Sementara

Garuda Indonesia Ungkap Alasan Direktur Niaga Reza Aulia Hakim Diberhentikan Sementara

Garuda Indonesia menjelaskan alasan pemberhentian sementara Direktur Niaga Reza Aulia Hakim dan menegaskan keputusan akhir menunggu RUPS.
Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun

Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun

Kapolri bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Menteri Pertanian RI, groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB.
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 14 Kg Ganja dari PNG, Tujuh WN Papua Nugini Kabur

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 14 Kg Ganja dari PNG, Tujuh WN Papua Nugini Kabur

TNI AL menggagalkan penyelundupan 14 kilogram ganja dari Papua Nugini menuju Jayapura di perairan Skouw Sae. Tujuh WN PNG melarikan diri.
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 20 Agustus 2026: Libra Panen Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 20 Agustus 2026: Libra Panen Uang Kaget

Ramalan keuangan zodiak pada Kamis, 20 Agustus 2026, membawa kabar menarik bagi sejumlah pemilik zodiak. Siapa saja zodiak yang bakal berlimpah cuan besok?
Update Kondisi Pria yang Pukuli Pengendara Motor di Lenteng Agung: Bukan ODGJ tapi Mabuk

Update Kondisi Pria yang Pukuli Pengendara Motor di Lenteng Agung: Bukan ODGJ tapi Mabuk

Pria yang pukuli pengendara motor secara acak di sekitar stasiun Lenteng Agung semalam berhasil diamankan. Menurut laporan, ia bukan ODGJ, melainkan mabuk.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT