Mentrans Jajaki Riset dengan Peking University untuk Kembangkan Kawasan Transmigrasi
- Dokumentasi Kementerian Transmigrasi
Beijing, tvOnenews.com - Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak Peking University, Tiongkok, menjajaki riset bersama di satu atau dua kawasan transmigrasi untuk mengidentifikasi peluang investasi, pengembangan industri, dan penciptaan lapangan kerja.
Usulan tersebut disampaikan Iftitah dalam kuliah umum bertajuk Industrialisation Beyond Java: Transmigration and Indonesia’s New Growth Centres di Institute of South-South Cooperation and Development (ISSCAD), Peking University, Beijing, Senin (12/10/2026).
Iftitah mengatakan, penelitian tersebut perlu berorientasi pada solusi konkret, mulai dari pemetaan potensi ekonomi dan rantai nilai, identifikasi hambatan pembangunan, hingga kebutuhan keterampilan tenaga kerja.
“Saya ingin kita memilih satu atau dua kawasan nyata dan mengerjakannya bersama. Petakan rantai nilainya, identifikasi hambatannya, dan pelajari kesenjangan keterampilannya,” kata Iftitah, pada rilis yang diterima tvOnenews.com, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, hingga sumber daya mineral. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terhubung dengan industri pengolahan, akses pasar, teknologi, dan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri.
Salah satu kawasan yang disoroti adalah Salor dan Wanam di Merauke, Papua Selatan. Iftitah menyinggung peluang kerja sama Indonesia dan Tiongkok di kedua kawasan tersebut, khususnya dalam riset pertanian, pemanfaatan teknologi, peningkatan keterampilan, dan pengembangan sistem produksi pangan.
Hasil penelitian Tim Ekspedisi Patriot sebelumnya mengidentifikasi sejumlah kendala produktivitas pertanian di Salor, seperti kualitas bibit, pengendalian hama, irigasi, dan akses jalan usaha tani.
"Pengembangan kawasan transmigrasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui peningkatan produktivitas, pendapatan petani, dan keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri," katanya.
Ia berharap penjajakan tersebut dapat ditindaklanjuti bersama ISSCAD dan Peking University untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. (*)
Load more