Dari Kebun ke Pasar Digital: Rahasia UMKM Perkebunan Tembus Omzet Maksimal
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis komoditas perkebunan didorong untuk meningkatkan daya saing dan perluasan akses pasar.
Langkah itu dilakukan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dengan menggelar Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode III bertema 'Dari Kebun ke Keranjang: Membangun Brand dan Menembus Pasar Digital'.
Diskusi tersebut menyoroti pentingnya kesiapan pelaku UMKM dalam mengembangkan produk agar mampu menjangkau konsumen yang tepat.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah mengatakan, pihaknya terus mengambil peran aktif untuk mendukung peningkatan kualitas produk UMKM perkebunan melalui pengembangan kapasitas dan penyediaan ruang promosi.
“BPDP akan terus mendukung agar produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di pasar. Kami memiliki ruang dan fasilitas, salah satunya Roemah UMKM BPDP di SMESCO Indonesia, yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk mempromosikan produk UMKM berbasis komoditas perkebunan, seperti kelapa sawit, kelapa, dan kakao, sekaligus menjadi tempat untuk belajar dan mempraktikkan pengembangan produk,” kata Helmi, Jakarta, Minggu (18/10).
Selain itu, Helmi mengaku pihaknya juga mendorong keterlibatan generasi muda untuk mengenal potensi komoditas perkebunan dan mengembangkannya menjadi produk bernilai tambah.
Melalui berbagai kegiatan di Roemah UMKM, mahasiswa diajak mempelajari pemanfaatan komoditas perkebunan, termasuk kelapa sawit, menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan daya tarik bagi konsumen.
Helmi menilai keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong lahirnya inovasi dan wirausaha baru di sektor perkebunan.
Dalam kegiatan sebelumnya, Roemah UMKM juga dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran bagi mahasiswa dari sejumlah kampus.
“Kami berharap lahir lebih banyak Shadli dan Alma baru yang mampu berinovasi, menciptakan produk bernilai tambah, dan memperluas pasar produk perkebunan Indonesia,” ujarnya.
Tak hanya itu, pembahasan turut mengaitkan pengembangan wirausaha berbasis komoditas perkebunan dengan The Plantationpreneurs Festival 2026.
Program ini berbeda dari Inkubasi Bisnis UKMK Sawit BPDP bersama Universitas Andalas yang dilaksanakan pada 2021.
Melalui The Plantationpreneurs Festival 2026, BPDP berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia mahasiswa didorong untuk mengembangkan ide usaha berbasis komoditas perkebunan agar lebih siap dipromosikan dan dikembangkan di pasar.
Di sisi lain, diskusi itu turut membagikan kisah seorang alumni Inkubasi Bisnis UKMK Sawit BPDP, Muhammad Abdu Shadli dalam mengembangkan produk lidi sawit melalui CV Surya Agro Nusantara.
Shadli mengaku engembangan UMKM perkebunan menyoroti pentingnya pentingnya menjaga ketersediaan bahan baku, konsistensi kualitas, dan kesiapan memenuhi kebutuhan pembeli dalam mengembangkan UMKM perkebunan. (raa/dpi)
Load more