Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Pusat Data, Kebutuhan Listrik Diproyeksikan Bertambah 20 GW
- Istimewa
BP Batam menyebut kapasitas kontrak tersebut setara sekitar 450 megawatt (MW). Angka itu merupakan kapasitas dalam perjanjian pasokan listrik, bukan bukti bahwa seluruh daya telah digunakan.
Pada kesempatan yang sama, BP Batam dan PLN Batam menandatangani nota kesepahaman pengembangan PLTS terapung berkapasitas 200 MWp. Kerja sama ini menjadi bagian dari persiapan penyediaan energi bersih bagi pertumbuhan kawasan.
Secara nasional, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 memuat tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 GW.
Rencana tersebut mencakup pengembangan beragam sumber energi untuk menopang pertumbuhan kebutuhan listrik.
Bahlil mengatakan pemerintah akan meminta informasi rencana lokasi dari calon investor pusat data agar kebutuhan energi dapat disiapkan sesuai lokasi pengembangan.
Bahlil turut menyiapkan aturan untuk mendorong keterlibatan pengusaha nasional dan daerah dalam investasi tersebut.
“Kita harus sharing dengan pengusaha lokal. Jangan juga semuanya dikerjain oleh mereka sendiri,” tegasnya.
Pemerintah ingin pertumbuhan pusat data turut membuka peluang usaha di daerah dengan persiapan pasokan dan lokasi yang terkoordinasi.
Kesiapan infrastruktur serta kemitraan lokal menjadi bagian dari agenda menjadikan Indonesia tujuan investasi digital regional.
Load more