IHSG Rebound 4,16 Persen, Analis: Dipicu Buyback Saham hingga Kebijakan Otoritas
- Julio Trisaputra-tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound 208,02 poin atau 4,16 persen ke posisi 5.204,63 pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (20/10/2026).
Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 31,27 poin atau 6,40 persen ke posisi 519,73.
Dalam kajiannya, Analis BRI Danareksa Sekuritas Helmy Kristanto menyebut sejumlah sentimen mendorong rebound IHSG.
Sejumlah sentimen itu di antaranya aksi pembelian kembali (buyback) saham oleh sejumlah emiten hingga sejumlah inisiasi kebijakan otoritas bursa untuk merespons evaluasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
“Resistance 5.318-5.400, area ini menjadi target rebound sekaligus pengujian awal untuk menilai kekuatan pemulihan," katanya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Dia pun memaparkan berbagai sentimen yang mendorong penguatan IHSG
Pertama, sejumlah emiten yang telah menyiapkan dana buyback sehingga berpotensi menopang permintaan saham di tengah volatilitas pasar.
Kedua, kebijakan BEI yang berencana memperluas keterbukaan informasi afiliasi pemegang saham di atas 1 persen dan mengeluarkan saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.
Ketiga, inisiasi Danantara yang siap menambah kepemilikan saham-saham BUMN telah mendukung optimisme terhadap saham-saham bank BUMN.
Keempat, komitmen reformasi OJK dan pemerintah terkait dengan penegakan aturan terhadap dugaan coordinated trading dan peningkatan transparansi yang menjadi katalis sentimen positif.
Untuk diketahui, berdasarkan data penutupan perdagangan sesi I hari ini, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,63 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 39,30 miliar lembar saham senilai Rp17,13 triliun.
Sebanyak 654 saham naik 137 saham menurun, dan 172 tidak bergerak nilainya.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas sektor menguat dipimpin sektor transportasi dan logistik yang menguat 6,49 persen diikuti sektor barang baku dan sektor properti yang naik masing-masing sebesar 4,63 persen dan 4,55 persen. (ant/nsi)
Load more