Harga Cabai Merah Melonjak Tembus Rp124 Ribu, Mendag: Faktor Cuaca
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Lonjakan harga komoditas cabai belakangan ini menjadi sorotan masyarakat. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa biang keladi dari kenaikan harga cabai ini adalah faktor cuaca ekstrem.
Kemarau panjang yang terjadi belakangan ini mengakibatkan produktivitas petani menurun drastis.
“Memang cabai rawit, kemudian cabai keriting, cabai rawit merah sedikit mengalami kenaikan. Itu karena memang faktor cuaca,” jelas Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/11).
Berdasarkan catatan hingga awal November 2026, harga cabai rawit merah sempat melonjak hingga Rp124.400 per kilogram (kg), atau naik 23,72 persen.
Angka ini jauh melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang dipatok sebesar Rp57.000 per kg.
Tak hanya cabai rawit, cabai merah keriting juga ikut naik 21,17 persen menjadi kisaran Rp101.900-Rp105.600 per kg, serta cabai merah besar di harga Rp91.250 per kg.
Sementara, harga cabai rawit hijau justru mengalami penurunan tipis ke angka Rp52.500 per kg.
Meski ada lonjakan, Budi menegaskan bahwa secara nasional pasokan pangan sebenarnya relatif stabil.
Masalah utamanya terletak pada distribusi yang belum merata ke seluruh pelosok daerah.
Untuk mengatasinya, pemerintah bergerak cepat dengan skema "subsidi silang" pasokan, yakni mengirim stok dari daerah yang surplus ke daerah yang kekurangan.
“Walaupun demikian kan tetap ada yang surplus, karena cabai ini diproduksi di daerah tertentu. Makanya kemarin yang kita lakukan adalah dengan membantu pengiriman,” tuturnya.
Sebagai langkah nyata, Kemendag telah mengirimkan 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera.
"Kemarin kita ngirim (cabai) ke Halmahera ya, kan kita ngirim 7 ton dari Jawa Timur, karena Jawa Timur surplus cabai. Jadi kerja sama kita dengan Bappanas, kerja sama dengan BI dan pemerintah daerah,” tambahnya.
Strategi serupa juga diterapkan pada komoditas telur ayam ras. Meskipun stok nasional surplus dengan harga rata-rata Rp26.400 per kg (di bawah HAP Rp30.000), distribusi yang tersendat di wilayah tertentu membuat harga sempat tinggi.
Data Terkini
Kabar baiknya, per 3 November 2026, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia menunjukkan sinyal penurunan.
Harga cabai rawit merah kini berada di level Rp90.850 per kg, turun 9,47 persen dari hari sebelumnya.
Cabai merah keriting kini dihargai Rp85.100 per kg, dan cabai merah besar turun ke Rp67.400 per kg.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa melonjaknya harga cabai dan tomat menjadi faktor utama pemicu inflasi bulan Oktober 2026 sebesar 0,22 persen (mtm).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, merinci kelompok makanan dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 0,51 persen.
“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini terutama cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,13 persen. Berikutnya cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,05 persen, serta tomat dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen,” kata Ateng. (ant/dpi)
Load more