Givri Taj Comeback Lewat 2 Single Harapan Cinta dan Allah Ya Kareem
- Ist
"Pembuatan single Harapan Cinta itu singkat banget. Hari pertama mencari lokasi, hari kedua proses shooting, hari ketiga pengeditannya, hari keempat langsung rilis. Lagunya sendiri pun saya ciptain satu malam," ungkapnya.
"Lagu Allah Ya Kareem juga sama, singkat banget. Hari ini saya buat lagunya, besoknya take vocal, kemudian buat video klip, dan editing. Alhamdulillah semuanya dilancarkan. Jadi satu single itu lima hari," jelas Givri.
Givri kembali mengibarkan sayapnya di blantika musik Indonesia dengan nama panggung yang baru. Kini, nama belakangnya diganti 'Taj' sehingga menjadi Givri Taj.
"Yang diganti bagian belakangnya saja, depannya tetap sama Givri. Jadi dulu nama belakang saya banyak, tergantung saya berada di manajemen mana. Kalau nama-nama sebelumnya masukan dari orang lain, kalau Givri Taj ini saya yang cari sendiri," ujarnya.
Givri membeberkan alasan dibalik penambahan Taj pada nama belakangnya. Taj yang berarti mahkota, dimaknai Givri sebagai harapan agar karirnya di dunia musik dapat mencapai titik tertinggi sebagaimana letak mahkota di atas kepala.
"Saya kasih nama itu selain artinya bagus, kita nyari hoki juga. Kenapa Givri Taj? Saya ambilnya, ingat Taj Mahal. Terlepas dari Taj Mahal, Taj sendiri artinya mahkota. Mahkota itu adanya di atas. Jadi saya berharap dengan nama ini saya bisa berada atau sampai di atas (karir)," terangnya.
Givri Taj yang dulunya dikenal sebagai penyanyi dangdut, kini membawakan lagu dalam berbagai genre musik, seperti pop dan melayu.
Namun, hal itu bukanlah sesuatu yang asing bagi penyanyi kelahiran Sibolga, Sumatra Utara 3 Januari 1992 itu.Â
Pasalnya, sebelum terkenal sebagai penyanyi dangdut, Givri kecil ternyata telah menjajal berbagai jenis aliran musik.Â
"Untuk genre, Givri 'makan' semua. Mau dangdut, pop, melayu, Givri makan semua. Kenapa bisa begitu? Karena memang dari kecilnya sudah seperti itu adanya, apapun lagunya Givri nyanyiin. Jadi Givri bisa nyanyiin lagu dengan genre apa aja," bebernya.
"Tapi kembali lagi, pada saat Givri berkarir, yang menaikkan nama Givri itu adalah di ajang pencarian bakat dangdut, jadi tidak bisa dipungkiri nama besar itu Givri dapat dari situ (ajang dangdut). Tapi setelah ajang itu selesai, Givri akan kibarin lagi sayapnya, balik lagi tidak terpatok dengan dangdut," jelas Givri.
Load more