GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kolaborasi Sains dan Spiritualitas, Wujud Peran Sentral Tokoh Agama dalam Menjaga Hutan dan Masyarakat Adat

Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia bersama Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH SDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI) meng-
Sabtu, 12 Juli 2025 - 15:32 WIB
Kolaborasi Sains dan Spiritualitas, Wujud Peran Sentral Tokoh Agama dalam Menjaga Hutan dan Masyarakat Adat
Sumber :
  • Ammar Ramzi

Jakarta, tvOnenews.com – Ancaman krisis iklim dan kerusakan hutan tropis semakin mengkhawatirkan bagi kelangsungan bumi. Menangani persoalan ini tidak cukup hanya bergantung pada pendekatan ilmiah dan teknologi. 

Nilai-nilai spiritual dan peran tokoh agama serta lembaga keagamaan diyakini memiliki potensi besar dalam menggerakkan aksi kolektif masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menyadari pentingnya kerja sama lintas sektor tersebut, Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia bersama Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH SDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Memadukan Sains dan Spiritualitas: Peran Pemuka Agama dalam Perlindungan Hutan dan Masyarakat Adat” pada Sabtu (12/7/2025) di Gedung MUI Pusat, Jakarta.

Acara ini juga disiarkan secara daring melalui Zoom dan diikuti peserta dari berbagai wilayah.

Kolaborasi Sains dan Spiritualitas, Wujud Peran Sentral Tokoh Agama dalam Menjaga Hutan dan Masyarakat Adat
Kolaborasi Sains dan Spiritualitas, Wujud Peran Sentral Tokoh Agama dalam Menjaga Hutan dan Masyarakat Adat
Sumber :
  • Ammar Ramzi

 

Dalam kesempatan itu Fasilitator Nasional IRI Indonesia Dr. Hayu Prabowo yang menjadi narasumber utama menjelaskan bahwa krisis iklim dan rusaknya hutan tropis memerlukan pendekatan yang menyeluruh dari berbagai aspek.

“Sains memberi kita peta jalan, data, dan teknologi. Tapi untuk benar-benar menggerakkan perubahan perilaku, kita membutuhkan suara moral yang kuat. Di sinilah peran pemuka agama dan majelis keagamaan menjadi sangat penting,” ungkap Hayu.

Ia menambahkan bahwa kerusakan lingkungan turut mendorong meningkatnya bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, longsor, hingga badai. Di Indonesia lebih dari 95 persen bencana berkaitan langsung dengan krisis iklim yang diperburuk oleh deforestasi dan degradasi hutan.

“Gerakan lintas agama ini dilakukan untuk mengembangkan konservasi berbasis kearifan lokal, memperkuat kapasitas analisis kebijakan untuk menyusun policy brief berbasis sains dan etika agama untuk kehidupan berkelanjutan,” katanya.

Rangkaian pembekalan seperti ini akan diselenggarakan di semua majelis agama, dimulai dari MUI, lalu menyusul Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), PGI, KWI, PHDI, Permabudhi, dan Matakin.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Pusat Bidang Kesehatan dan Lingkungan Dr. KH. Sodikun menegaskan bahwa isu lingkungan hidup menyentuh seluruh aspek kehidupan dan merupakan masalah bersama.

Menurutnya menjaga kelestarian bumi merupakan perintah agama yang menolak kerusakan di muka bumi.

“Pelestarian lingkungan adalah ibadah. Merusak hutan berarti merusak kehidupan generasi mendatang,” ujar Sodikun.

Sementara itu Dr. Suhardin selaku anggota Advisory Council IRI Indonesia sekaligus Sekretaris LPLH SDA MUI Pusat menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pembangunan gerakan moral dan spiritual yang berkelanjutan.

“Kita ingin memperkuat kapasitas pemuka agama agar mampu menjadi katalis perubahan di tingkat akar rumput. Sinergi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan akan menghasilkan solusi yang lebih holistik,” jelasnya.

Deputi Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bidang Politik dan Hukum Erasmus Cahyadi menyoroti bahwa masyarakat adat masih menghadapi diskriminasi, konflik wilayah, dan lemahnya pengakuan hukum akibat tumpang tindih kebijakan sektor serta kurangnya perlindungan hukum.

Ia mengkritisi investasi yang masuk ke wilayah adat karena kerap mengabaikan hak masyarakat, merusak ruang hidup, serta memicu kriminalisasi dan kerusakan budaya.

“UU Masyarakat Adat harus menjadi pijakan keadilan dan pengakuan sejati bagi komunitas adat di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Kolaborasi Sains dan Spiritualitas, Wujud Peran Sentral Tokoh Agama dalam Menjaga Hutan dan Masyarakat Adat
Kolaborasi Sains dan Spiritualitas, Wujud Peran Sentral Tokoh Agama dalam Menjaga Hutan dan Masyarakat Adat
Sumber :
  • Ammar Ramzi

 

Selain diskusi kebijakan kegiatan ini juga menghadirkan pembekalan ilmiah dari BMKG dan BRIN. Materi mencakup teknologi penginderaan jauh, prakiraan cuaca dan iklim, serta pemanfaatan data ilmiah dalam mendukung kebijakan kehutanan berbasis komunitas.

Ketua Tim Informasi Iklim BMKG Siswanto, PhD menyampaikan komitmen BMKG dalam mendukung pembangunan yang tangguh terhadap iklim lewat layanan berbasis sains, observasi, dan proyeksi jangka panjang.

BMKG kini mengoperasikan lebih dari 180 stasiun pemantauan dilengkapi teknologi satelit dan pemodelan numerik untuk menyediakan informasi prakiraan cuaca harian, peringatan dini cuaca ekstrem, hingga prediksi iklim dekade mendatang.

Inovasi seperti aplikasi API Khatulistiwa menjadi bagian dari sistem peringatan kebakaran hutan berbasis risiko yang memperkuat FDRS. BMKG juga turut aktif secara global dalam program pemantauan gas rumah kaca seperti GAW dan IG3IS WMO demi mencapai target Net Zero Emission tahun 2060.

Selain itu melalui inisiatif seperti Sekolah Lapang Iklim, BMKG terus mendorong peningkatan pemahaman dan kapasitas adaptasi masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Dalam sesi ilmiah berikutnya, Kepala Pusat Riset Penginderaan Jauh BRIN Dr. Rahmat Arief menuturkan bahwa teknologi penginderaan jauh sangat membantu dalam memperkuat peran pemuka agama dalam perlindungan hutan dan lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa teknologi ini dapat memantau bumi secara luas dan hampir real-time, mulai dari mendeteksi kebakaran hutan, kekeringan, hingga emisi karbon dari lahan gambut.

Dengan memanfaatkan data satelit dan platform seperti Global Forest Watch, SiPongi, dan BRIN Hotspot, pemuka agama dapat memperkuat dakwah lingkungan berbasis sains, menjalin kolaborasi dengan lembaga penelitian dan pemerintah, serta menjadi agen perubahan demi keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari iman.

Kegiatan ini juga menjadi momen peluncuran dua dokumen penting: Panduan Ajaran Agama tentang Hutan Tropis dan Pedoman Peran Rumah Ibadah dalam Perlindungan Hutan. 

Kedua dokumen tersebut akan menjadi referensi bagi tokoh agama dalam menyampaikan pesan lingkungan lewat khotbah, pendidikan, hingga kegiatan sosial.

IRI Indonesia meyakini bahwa keterlibatan pemuka lintas agama adalah strategi kunci dalam membentuk kesadaran publik, mendorong perubahan kebijakan, dan menumbuhkan aksi nyata di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini bukan hanya tentang menyelamatkan pohon, tetapi tentang mewariskan bumi yang layak huni kepada anak cucu kita,” tegas Hayu Prabowo.

Acara ini diharapkan menjadi fondasi dari kolaborasi lebih luas antara sektor keimanan dan keilmuan, untuk menciptakan dunia yang adil, berkelanjutan, dan penuh berkah.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemerintah Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 27 Mei 2026, Menteri Agama Ajak Umat Perbanyak Puasa Sunah

Pemerintah Tetapkan Idul Adha Jatuh pada 27 Mei 2026, Menteri Agama Ajak Umat Perbanyak Puasa Sunah

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama secara resmi menetapkan bahwa awal Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. 
Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler Kemarin: Sherly Tjoanda Kirim 100 Ekor Sapi, KDM Minta Ubah Pandangan soal Situs Sunda, Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak

Terpopuler kemarin: Sherly Tjoanda kirim 100 ekor sapi, KDM minta ubah pandangan soal situs Sunda, hingga reaksi warganet atas sikap tegas SMAN 1 Pontianak.
Resmi! I.League Hapus Regulasi Pemain U-23 di Super League 2026-2027

Resmi! I.League Hapus Regulasi Pemain U-23 di Super League 2026-2027

Keputusan untuk menghapus regulasi pemain U-23 di Super League 2026-2027 ini langsung menjadi sorotan, mengingat aturan tersebut selama ini menjadi bagian penting dalam pengembangan pemain muda di Indonesia.
Dedi Mulyadi Salut dengan Bocah Penjual Kue Ini, Dagangannya Langsung Diborong dan Banjir Pesanan

Dedi Mulyadi Salut dengan Bocah Penjual Kue Ini, Dagangannya Langsung Diborong dan Banjir Pesanan

Dedi Mulyadi terharu bertemu Rezda, bocah penjual kue yang rela sekolah paket demi bantu ibunya, lalu memborong dagangannya lebih mahal. Simak kisahnya!
Reaksi Tak Biasa Nate Diaz Usai Conor McGregor Resmi Comeback Lawan Max Holloway di UFC 329

Reaksi Tak Biasa Nate Diaz Usai Conor McGregor Resmi Comeback Lawan Max Holloway di UFC 329

Nate Diaz bereaksi atas pengumuman laga comeback Conor McGregor melawan Max Holloway di UFC 329, dengan menyebut duel tersebut sebagai pertarungan yang sudah.
Kemenag RI Tetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H Jatuh pada Senin 18 Mei 2026, Ini Daftar Amalan di Bulan Haji

Kemenag RI Tetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H Jatuh pada Senin 18 Mei 2026, Ini Daftar Amalan di Bulan Haji

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Berikut daftar amalan di bulan Haji.

Trending

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

KDM Tiba-Tiba Minta Maaf ke Warga Jawa Barat usai Puncak Kirab Mahkota Binokasih di Bandung: Saya Mohon Maaf

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) tiba-tiba minta maaf ke warga Jawa Barat usai puncak Kirab Mahkota Binokasih di Kota Bandung. Ada apa?
Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Shindy Lutfiana Angkat Bicara Usai Diserang Netizen Imbas Lomba Cerdas Cermat Kalbar: DM-nya Bawa-bawa Fisik dan Anak

Buntut polemik Lomba Cerdas Cermat yang digelar di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian publik. Pernyataan yang dilontarkan MC dinilai memperkeruh suasana
Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Sherly Tjoanda Ungkap Alasan Selalu Tampil Cantik di Hadapan Publik: Almarhum Suami Saya Suka Tanya Soal Ini

Gubernur Sherly Tjoanda ungkap alasan selalu tampil cantik di hadapan publik, bahkan katanya almarhum suaminya suka menanyakan soal itu.
LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional

LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional

Publik masih memberi perhatian pada polemik Lomba Cerdas Cermat diselenggarakan oleh MPR RI. Amarah publik meluap saat Dewan Juri tidak memberi permohonan maaf
Dedi Mulyadi Kena Semprot DPRD! Perayaan Milangkala Tatar Sunda Disebut Tak Sesuai Sejarah, Pemprov Jabar Diminta Tanggung Jawab

Dedi Mulyadi Kena Semprot DPRD! Perayaan Milangkala Tatar Sunda Disebut Tak Sesuai Sejarah, Pemprov Jabar Diminta Tanggung Jawab

Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi terkait perayaan Milangkala Tatar Sunda menuai kritik pedas dari parlemen. 
Alasan Dedi Mulyadi Minta Mahkota Binokasih dan Prasasti Batutulis Segera Dikaji Secara Ilmiah

Alasan Dedi Mulyadi Minta Mahkota Binokasih dan Prasasti Batutulis Segera Dikaji Secara Ilmiah

Pandangan masyarakat terhadap benda-benda bersejarah yang sering dianggap keramat atau mistis kini ingin diubah oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
Gelaran Nobar Film Dokumenter Pesta Babi Bagi Kaum Muda Banjir Dukungan

Gelaran Nobar Film Dokumenter Pesta Babi Bagi Kaum Muda Banjir Dukungan

Film dokumenter 'Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita' tengah menjadi sorotan hangat publik dengan berbagai kontroversinya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT