News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Hipertensi di Indonesia Terus Meningkat

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengungkapkan kasus hipertensi di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Senin, 18 Mei 2026 - 20:15 WIB
Controlling Hypertension Together dalam rangka World Hypertension Day.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengungkapkan kasus hipertensi di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Menurut Nadia, berdasarkan data International Health Metrics, hipertensi konsisten menjadi penyakit dengan beban tertinggi sejak 2009 hingga 2023.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dari tahun 2009 sampai 2023, tren hipertensi terus meningkat. Tahun 2009 angkanya sekitar 18 persen, sekarang sudah mencapai sekitar 30 persen,” ujar Nadia saat kampanye nasional bertema Controlling Hypertension Together dalam rangka World Hypertension Day yang digelar kerja sama Indonesian Society of Hypertension bersama Beurer, dengan dukungan Kementerian Kesehatan RI di Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia terbaru, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31 persen.

“Artinya, sekitar 50 hingga 60 juta penduduk Indonesia menderita tekanan darah tinggi,” katanya.

Nadia mengatakan peningkatan kasus hipertensi juga diiringi melonjaknya penyakit penyerta seperti jantung, stroke, hingga gagal ginjal.

“Kalau kasus hipertensi meningkat, maka kasus jantung, stroke, dan gagal ginjal juga ikut meningkat. Dari sisi pembiayaan BPJS, peningkatannya luar biasa,” ujarnya.

Melihat tingginya angka hipertensi, pemerintah pada 10 Februari 2025 meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut mencakup 18 jenis pemeriksaan kesehatan sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular, termasuk hipertensi dan diabetes melitus.

Menurut Nadia, hipertensi disebut sebagai “silent killer” karena sering tidak menimbulkan gejala sehingga banyak masyarakat tidak sadar dirinya memiliki tekanan darah tinggi. Dari hasil pelaksanaan CKG tahun lalu terhadap sekitar 70 juta masyarakat Indonesia, ditemukan sekitar 15 juta orang mengalami hipertensi. 

“Kami juga menemukan peningkatan tekanan darah pada anak usia SMA. Ini masih kami evaluasi penyebabnya,” ungkapnya.

Ia menilai rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan besar dalam pengendalian hipertensi. Banyak orang enggan memeriksa tekanan darah karena takut diketahui sakit.

“Banyak masyarakat tidak mau datang cek kesehatan karena berpikir daripada ketahuan darah tinggi, lebih baik tidak tahu,” kata Nadia.

Selain itu, kepatuhan minum obat juga masih rendah. Banyak pasien menghentikan konsumsi obat ketika merasa tubuhnya sudah sehat.

“Kalau tidak pusing, obatnya tidak diminum. Padahal tekanan darahnya masih tinggi. Ada juga yang membagi obat hipertensinya kepada orang lain karena merasa dirinya sudah sehat,” ujarnya.

Nadia menegaskan hipertensi tidak bisa dianggap sepele karena dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak dikontrol secara rutin.

Ia juga menyoroti perubahan pola penderita hipertensi yang kini banyak menyerang usia produktif.

“Dulu hipertensi identik dengan orang yang sudah pensiun. Sekarang yang belum pensiun juga sudah banyak terkena tekanan darah tinggi,” katanya.

Kementerian Kesehatan menilai pola makan masyarakat Indonesia menjadi salah satu faktor utama meningkatnya hipertensi. Konsumsi garam berlebih, makanan asin, gorengan, hingga pola hidup sedentari disebut menjadi pemicu utama.

“Orang Indonesia suka makanan asin, gorengan, ikan asin. Semakin asin, makin suka. Ini perilaku yang harus kita ubah,” ujarnya.

Selain hipertensi, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada diabetes melitus dan obesitas. Nadia menyebut ketiganya saling berkaitan dan menjadi fokus utama program pencegahan penyakit tidak menular.

“Obesitas, diabetes, dan hipertensi menjadi fokus Kementerian Kesehatan saat ini. Kalau diabetes disebut mother of disease, mungkin hipertensi bisa disebut father of disease,” katanya.

Dalam program Cek Kesehatan Gratis, masyarakat yang terdeteksi mengalami hipertensi langsung diberikan obat dosis awal sambil menunggu evaluasi lanjutan di fasilitas kesehatan.

“Begitu ditemukan hipertensi atau diabetes, langsung diberikan obat dosis rendah. Dua minggu kemudian pasien harus kontrol lagi untuk evaluasi,” jelas Nadia.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta menghentikan kebiasaan merokok demi mencegah hipertensi dan diabetes.

Penanganan Hipertensi Tak Bisa Hanya di Ruang Dokter
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (InaSH), dr. Eka Harmeiwaty, Sp.N., menegaskan penanganan hipertensi di Indonesia tidak bisa hanya dilakukan di ruang praktik dokter, melainkan membutuhkan keterlibatan lintas sektor dan masyarakat luas.

Menurut Eka, pendekatan pengendalian hipertensi kini harus dimulai sejak tahap pencegahan paling awal atau prevensi primordial, bukan sekadar prevensi primer maupun sekunder. 

“Bukan lagi hanya prevensi primer atau prevensi sekunder, tapi sudah ke prevensi primordial,” ujar Eka.

Ia menjelaskan InaSH merupakan organisasi profesi yang beranggotakan dokter spesialis jantung, penyakit dalam, hingga neurologi yang memiliki perhatian terhadap hipertensi.

Organisasi yang berdiri sejak 1977 itu, kata Eka, selama hampir 50 tahun telah membantu pemerintah dalam menekan angka hipertensi beserta komplikasinya. 

“Selama ini kami berfokus membantu pemerintah dalam mengurangi kejadian hipertensi dan komplikasinya,” katanya

Namun menurutnya, pengendalian hipertensi tidak cukup hanya bertumpu pada tenaga medis dan fasilitas kesehatan. Sebab, banyak faktor di luar dunia medis yang memengaruhi tingginya kasus hipertensi di masyarakat.

“Kami menyadari hipertensi tidak bisa diselesaikan hanya di ruang dokter. Banyak faktor di luar sana yang memengaruhi,” ujarnya.

Karena itu, InaSH mendorong kerja sama lintas sektoral antara pemerintah, organisasi profesi, kementerian, hingga pemerintah daerah 
untuk memperkuat edukasi kesehatan masyarakat.

“Harus ada kerja sama lintas sektoral, termasuk dengan pemerintah daerah dan Kominfo, karena masih banyak mitos yang salah di masyarakat,” katanya.

Eka menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk rutin memeriksa dan mengontrol tekanan darah, padahal prevalensi hipertensi di Indonesia sudah sangat tinggi.“Padahal kita tahu satu dari tiga masyarakat Indonesia mengalami hipertensi,” ujarnya

Managing Director Beurer Indonesia, Aria Verdin, mengatakan peringatan Hari Hipertensi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 17 Mei menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya tekanan darah tinggi.

“Banyak orang tidak menyadari dirinya mengalami hipertensi hingga akhirnya muncul komplikasi serius," katanya.

Ia menambahkan meningkatnya kesadaran hidup sehat membuat alat pengukur tekanan darah digital kini semakin banyak diguznakan di rumah.

“Jadi jangan tunggu sampai ada keluhan. Cara paling pasti untuk mengetahui kondisi tubuh adalah dengan cek rutin,” katanya.(chm)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menang dengan Setengah Lusin Gol Bikin Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup, Arif Aiman Minta Suporter Tak Bully Timnas Malaysia

Menang dengan Setengah Lusin Gol Bikin Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup, Arif Aiman Minta Suporter Tak Bully Timnas Malaysia

Timnas Malaysia gagal lolos ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 walau menang setengah lusin gol tanpa balas dari Singapura. 
Jadwal Final FIFA ASEAN Cup 2026: Tim Tuan Rumah Kompak Berjuang Jadi Juara

Jadwal Final FIFA ASEAN Cup 2026: Tim Tuan Rumah Kompak Berjuang Jadi Juara

Dari Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026, ada Timnas Indonesia yang akan menghadapi Thailand. Pertandingan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (1/5/2026). 
Jadwal MotoGP Jepang 2026, Sabtu 3 Oktober: Ada Dua Agenda Penting Hari Ini, Kualifikasi dan Sprint Race!

Jadwal MotoGP Jepang 2026, Sabtu 3 Oktober: Ada Dua Agenda Penting Hari Ini, Kualifikasi dan Sprint Race!

Jadwal MotoGP Jepang 2026 Sabtu 3 Oktober yang mulai memasuki hari penting dengan dua agenda utama di Sirkuit Motegi.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 4 Oktober 2026, Ada yang Ketiban Rezeki dan Dapat Peluang Baru

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 4 Oktober 2026, Ada yang Ketiban Rezeki dan Dapat Peluang Baru

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 4 Oktober 2026, ada yang ketiban rezeki dan dapat peluang baru yang menguntungkan.
Kata-Kata Rocky Gerung Usai Dilantik Jadi Anggota Wantimpres: Kita Buat Pertimbangan, User-nya Presiden

Kata-Kata Rocky Gerung Usai Dilantik Jadi Anggota Wantimpres: Kita Buat Pertimbangan, User-nya Presiden

Rocky Gerung menyampaikan beberapa kata usai dilantik jadi Anggota Wantimpres di Istana Negara, Jumat (2/10/2026). Menurutnya, Wantimpres bertugas melihat persoalan yang muncul dari sebuah kebijakan secara lebih mendalam. 
Prakiraan Cuaca Sabtu 3 Oktober 2026, BMKG Sebut Sejumlah Wilayah Cerah Berawan dan Ada yang Siaga Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca Sabtu 3 Oktober 2026, BMKG Sebut Sejumlah Wilayah Cerah Berawan dan Ada yang Siaga Hujan Lebat

Dalam keterangan BMKG Prakiraan Cuaca awal Oktober 2026, khususnya tanggal 2 dan 4 cerah berawal sampai siaga hujan lebat, simak di bawah ini.

Trending

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Timnas Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil pahit. The Lions dihajar Malaysia enam gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat.
Literasi Keuangan Anak Muda Masih 73,32 Persen, BI Buka Gerai CERDAS PeKA di Surabaya

Literasi Keuangan Anak Muda Masih 73,32 Persen, BI Buka Gerai CERDAS PeKA di Surabaya

Tingkat inklusi keuangan kelompok usia muda yang tinggi belum sepenuhnya diikuti pemahaman terhadap layanan dan risiko keuangan.
MA Kabulkan Uji Pendapat DPRD Gowa, Nasib Bupati Sitti Husniah Talenrang Masuk Tahap Berikutnya

MA Kabulkan Uji Pendapat DPRD Gowa, Nasib Bupati Sitti Husniah Talenrang Masuk Tahap Berikutnya

Mahkamah Agung mengabulkan uji pendapat DPRD Gowa terkait usulan pemberhentian Bupati Sitti Husniah Talenrang. Ini tahapan selanjutnya
Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Kualitas Timnas Indonesia Diakui Usai Pesta Setengah Lusin Gol Lebih atas Bangladesh: Garuda Beda Kelas, Sulit Menyainginya

Timnas Indonesia tunjukkan perbedaan kualitas saat hadapi Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda tutup laga dengan kemenangan telak 9-2, Kamis (01/10/2026).
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional, PNM memperkuat pembatik perempuan melalui pembiayaan, pelatihan, klasterisasi, dan akses pemasaran di berbagai daerah.
Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres, Bongkar Pesan Khusus Prabowo: Bukan Urusan Teknis

Rocky Gerung Resmi Jadi Wantimpres, Bongkar Pesan Khusus Prabowo: Bukan Urusan Teknis

Rocky Gerung menjelaskan tugas Wantimpres setelah dilantik Presiden Prabowo. Ia menegaskan fungsi dewan adalah kritis terhadap kebijakan, bukan menangani
Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di 17 kabupaten dan kota yang tersebar di Sulawesi Tenggara (Sultra) direnovasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT