Mengapa Ruang Interaktif Penting bagi Anak? Ini Manfaatnya untuk Tumbuh Kembang dan Kreativitas
- Gambar ilustrasi AI
Dalam laporan Education Policy Outlook 2025, OECD mencatat sejumlah sistem pendidikan menggunakan lingkungan berbasis bermain untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan belajar anak.
Negara seperti Selandia Baru dan Kosta Rika termasuk yang menekankan lingkungan bermain untuk membangun kemauan belajar, sementara negara lain mengembangkan pendekatan yang menggabungkan perkembangan kognitif, sosial, emosional, serta penggunaan teknologi.
Contoh lain dapat ditemukan di Amerika Serikat melalui Smithsonian Institution. National Museum of American History memiliki Wegmans Wonderplace, ruang yang menghubungkan koleksi museum dengan aktivitas bermain anak.
Salah satu areanya memungkinkan anak mengeksplorasi berbagai material bangunan melalui aktivitas sensorik, sementara orang tua didorong untuk mengamati dan mengembangkan pembelajaran dengan pertanyaan terbuka.
Smithsonian juga mengembangkan berbagai sumber pembelajaran bagi anak usia dini yang menggunakan aktivitas langsung untuk melatih kemampuan mengamati, bertanya, berpikir kritis, dan memecahkan masalah.
- Tangkapan layar
Pendekatan serupa juga mendapat perhatian dalam kajian OECD mengenai desain ruang anak. Lingkungan yang fleksibel dan menyediakan kesempatan eksplorasi dapat mendorong aktivitas kreatif, interaksi sosial, sekaligus membantu anak belajar mengambil keputusan dan memahami risiko secara bertahap.
Konsep tersebut kemudian mulai diterjemahkan ke berbagai ruang publik, termasuk pusat perbelanjaan. Ruang komersial tidak lagi semata-mata menjadi tempat transaksi, tetapi dapat dirancang sebagai ruang keluarga yang menyediakan pengalaman berbeda bagi anak dan orang tua.
Salah satu contoh penerapannya hadir melalui kolaborasi Bimbi Group dengan Boss Kidswear di Pacific Place Mall Jakarta, melalui instalasi interaktif “Boss in the City”, sebuah kota miniatur yang dikembangkan bersama seniman kontemporer Indonesia Adi Sundoro.
Instalasi tersebut menggunakan gagasan tentang kota sebagai ruang untuk bermain, berimajinasi, dan bereksplorasi. Anak diberi kesempatan untuk membangun atau membayangkan lingkungan versinya sendiri.
Pengalaman semacam itu diharapkan bisa menghadirkan ruang dan memberikan pengalaman kepada anak. "Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kami menghadirkan pengalaman yang dipenuhi rasa playful, wonderment, dan excitement. Kami ingin pelanggan tidak hanya mengenakan koleksinya, tetapi juga memahami cerita di baliknya," ujar Jessica Wijaya.
Load more