Belasan Depot Air Minum Isi Ulang di Jakarta Ditutup Karena Tak Penuhi Standar Kualitas, Ini Cara Pilih DAMIU yang Tepat
- Satpol PP
Jakarta, tvOnenews.com - 18 Depot air minum isi ulang (DAMIU) di Jakarta ditutup karena tidak memenuhi standar kualitas air minum dan ketentuan perizinan usaha.
Penindakan ini mengacu pada Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 651/MPP/Kep/10/2004 tentang Persyaratan Teknis Depot Air Minum dan Perdagangannya, Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2009 tentang Sistem Kesehatan Daerah, serta Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.
Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Tempat Usaha Satpol PP DKI Jakarta Eko Saptono mengatakan pada Kamis (1/10/2026), enam DAMIU di Jakarta Utara ditutup.
Berdasarkan hasil pemeriksaan mikrobiologi dan kimia, ditemukan indeks kesehatan lingkungan dan total Coliform yang tidak memenuhi persyaratan kualitas mikrobiologi untuk air minum.
Begitu juga dengan perizinannya yang belum memenuhi persyaratan.
Pada Jumat (2/10/2026), enam DAMIU kembali ditutup di Jakarta Barat. Kualitas airnya belum memenuhi standar serta adanya ketentuan perizinan yang belum dipenuhi.
Pada Senin (5/10/2026), Satpol PP menutup enam DAMIU di Jakarta Timur. Penindakan dilakukan atas alasan yang sama, yakni kualitas dan perizinan.
"Pelaku usaha didorong untuk melengkapi legalitas, melakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala, serta memenuhi ketentuan teknis dan sanitasi dalam penyelenggaraan usaha depot air minum isi ulang," ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Eko memaparkan, berdasarkan data per 25 Desember 2025, hanya 4,01 persen dari 84.558 DAMIU yang terdata secara nasional yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Di sisi lain, dia juga mengimbau masyarakat untuk cermat dalam memilih sumber air minum dengan memperhatikan legalitas dan pemenuhan standar kesehatan DAMIU.
Cara Pilih Depot Air Minum Isi Ulang yang Tepat
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) Islam Syarifurrahman memiliki saran untuk masyarakat terkait DAMIU ini.
Sebelum melakukan pengisian, dia menyarankan agar masyarakat memperhatikan kondisi fisik depot, kebersihan peralatan serta kondisi galon.
Sebaiknya, galon tidak dalam kondisi rusak dan harus dipastikan bersih.
“Amati area pengisian dan kebersihan peralatan sebelum mengisi air. Hindari depot dengan keran pengisian yang bocor karena area di sekitar mulut pipa dapat menjadi basah dan lembap sehingga berpotensi menjadi tempat tumbuhnya bakteri,” terangnya.
Cara lainnya, yakni sebaiknya air yang telah dibawa pulang tidak disimpan terlalu lama.
Dia menyarankan agar galon ditempatkan di lingkungan yang bersih dan terlindung dari paparan kotoran maupun kontaminan lain.
Meski begitu, menurutnya masyarakat juga tidak perlu serta-merta menganggap seluruh air minum isi ulang berbahaya.
Pasalnya, keamanan air lebih ditentukan oleh kualitas sumber air, proses pengolahan, sanitasi depot, kebersihan galon, proses pengisian, hingga cara penyimpanan setelah air dibawa ke rumah. (ant/nsi)
Load more